HALSEL_MALUT_

porosinformasi.co.id Labuha, 24/09/2021 Kuasa Hukum Warga Korban Gempa Desa Yomen, Kecamatan Kepulauan Joronga Kabupaten Halmahera Selatan, Bambang Joisangadji menjelaskan hasil sidang Mediasi Perkara Nomor: 14/Pdt.G/2021/PN.Lbh Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang digelar pagi tadi terkait pemotongan uang sebesar Rp 15 juta dan pemblokiran rekening Warga.

saat di temui di kantor Hukumnya, Bambang Menyampaikane menyampaikan,gugatan  oleh warga Desa Yomen yang dikuasakan kepadanya telah melewati tahapan mediasi sebanyak empat kali namun tidak menemukan titik temu.

“Kita sudah berupaya menempuh jalur mediasi atas perkara yang diajukan oleh klien kami yakni, gugatan PMH terkait pemotongan uang sebesar Rp 15 juta rupiah dan pemblokiran rekening. Setelah melewati empat kali upaya akan tetapi tidak menemukan titik temu,”ungkap Bambang.

Baca Juga  Serap Aspirasi, Anggota DPRD Sumsel Gelar Reses Tahap II

Menurutnya,  BPBD Halsel tidak mau memberikan rekomendasi kepada pihak Bank BRI KCP Labuha untuk membuka blokir rekening milik warga korban gempa sampai mediasi juga mentok.

“Pihak BPBD Halsel bersikeras tidak mau membuka blokir rekening warga dengan alasan jika ini sampai terbuka maka takutnya akan semua masyarakat korban gempa pasti akan menuntut hal yang sama. Bahkan kepala BPBD Halsel sendiri menyampaikan lebih baik saya undur diri dari pada ini di buka, dan apa yang disampaikan oleh pihak BPBD tersebut bukan alasan hukum tetapi karena alasan ketakutan,” ujar Bams sapaan akrabnya.

 

Ia menambahkan,  selaku kuasa hukum masyarakat korban gempa yang dipercayakan guna menangani perkara ini yang telah dikuasakan oleh masyarakat, akan menempuh jalur hukum pidana dengan melaporkan pihak-pihak yang diduga melakukan Pemalsuan Dokumen ke pihak kepolisian sebagaimana yang diatur dalam Pasal 263 jo. Pasal 55 KUHP.

Baca Juga  Gebyar Festival Ramadhan, Cara Hendri Gunawan Cetak Generasi Muda Islami

“Secara Profesional , sesuai dengan permintaan klien maka dalam waktu dekat kami akan menempuh jalur pidana atas dugaan tindak pidana Pemalsuan Dokumen atau Pemalsuan Tanda Tangan dan tidak pidana Perbankan,” tutupnya.

Ozil/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!