Pelatihan Persyaratan Minimal Perlindungan Anak

HALTIM_MALUT

Porosinformasi.co.id Maba, 13 Mei 2022 – Wahana Visi Indonesia (WVI), organisasi kemanusiaan Kristen yang fokus terhadap kesejahteran anak tanpa membedakan suku, agama, ras, dan gender, bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Halmahera Timur (Haltim), sukses menggelar Pelatihan Persyaratan Minimal Perlindungan Anak Untuk Mendukung Kabupaten Layak Anak (KLA) sebagai bentuk upaya menghentikan kekerasan terhadap anak.

Berlangsung dari tanggal 12-13 Mei 2022 di aula Bupati Halmahera Timur, kegiatan ini diikuti oleh sejumlah lembaga pemerintah dan masyarakat antara lain Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lintas Sektor, Polres Halmahera Timur, Forum Anak Fayfiye Kabupaten, GMIH, Muslimat NU dan Aktivis PATBM.

Baca Juga  KASN RI Minta Pemkab PALI Berikan Perhatian Serius Terkait Banyak Pejabat Plt

Fabanyo, M.Si selaku Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Kabupaten Haltim pada saat membuka acara pelatihan mengatakan Pemda sangat mendukung upaya untuk pemenuhan dan perlindungan anak dalam rangka melindungi anak-anak di Kab, Haltim, Pemda Haltim akan memberikan insentif kepada guru mengaji dan guru sekolah minggu melalui bantuan non tunai, agar bisa memberikan pendampingan yang optimal untuk memastikan anak-anak terlindungi dan mereka mendapatkan pendampingan spiritual sejak usia dini” ucapnya

Area Program Manager Halmahera Timur WVI, Lisa Hernawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan organisasi dalam menindaklanjuti SK Bupati Nomor 188.45/176/23/2022 tentang Pembentukan Gugus Tugas, Kabupaten Layak Anak (KLA) Periode tahun 2022 – 2024. Dalam kegiatan tersebut, WVI bersama DP2KBP3A Kab. Haltim memberikan materi perlindungan anak, untuk meningkatan kapasitas anggota gugus tugas KLA, membangun alur mekanisme pelaporan dan rujukan kasus perlindungan anak, dan mendorong koalisi Perlindungan Anak Kabupaten untuk menyusun program berdasarkan diskusi dengan anak dan kelompok rentan.

Baca Juga  Hut RI Ke-76 Pengurus SMSI PALI Taklukan Gunung Dempo

“Adanya kelompok/koalisi perlindungan anak di Kabupaten Haltim diharapkan dapat mengisi kesenjangan yang ada dalam mewujudkan pemenuhan dan perlindungan terhadap hak-hak anak,” terang Lisa.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena bisa memberikan informasi dan membangun pemahaman kepada OPD lintas sector tentang pemenuhan dan perlindungan hak anak, agar semakin banyak orang yang mengetahuinya dan mengupayakannya” kata Ibu Anis Satulwahidah sebagai Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Pemenuhan Hak Anak, dan Perlindungan Anak.

Terpisah Dewan Pakar Muslimat NU Patricia menambahkan Kasus kekerasan terhadap anak cukup banyak terjadi di Haltim, tetapi ada banyak juga kasus yang tidak terlaporkan. Kenyataannya korban kekerasan terhadap anak di Haltim, bukan hanya pelakunya orang dewasa tetapi ada juga pelakunya anak-anak dan kebanyakan mereka adalah korban dari pola asuh orang tua, oleh karena itu kita membutuhkan adanya kelompok/tim perlindungan anak di Kab. Haltim ini untuk meresponse kasus-kasus anak di Haltim” tandasnya

Baca Juga  Virall ! Aksi Kapolres Metro Bekasi Turun Langsung, Evakuasi seorang pengemudi mobil yang hilang kendali karena mengantuk hingga tabrak saluran pembuangan Air.

Nur/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!