HALTIM_MALUT

Maba _ Wahana Visi Indonesia (WVI), BPBD Halmahera Timur dan beberapa Lembaga serta Instansi terkait menggelar Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Mau Aman Menatap Hati, yang bertempat di Desa Wailukum, Kecamatan Kota Maba. Rabu/11/05/2022

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 11-13 Mei 2022, dengan upaya pengurangan resiko bencana alam , dan khususnya di masa pandemi Covid-19.

 

Melalui rilis Area Program Manager WVI Haltim, 12/05/2022 Lisa Hernawati, mengatakan Anak-anak seringkali menjadi korban kasus cidera saat terjadi kecelakaan maupun bencana alam, seperti data terakhir dari United Nation International Strategy for Disaster, sebanyak 60 persen anak-anak di dunia ternyata merupakan korban bencana alam, Ancaman tersebut diperparah dengan kondisi sekolah yang kurang kondusif, bangunan yang tidak layak, sarana prasarana yang tidak memenuhi standar hal itu merujuk pada data 15 tahun terakhir dari BNPB tahun 2017, terdapat 46.648 sekolah yang terdampak bencana.

Baca Juga  Koumi Syahferi Kembali Nahkodai IWOS OKU Selatan

“Kemudian dilihat juga Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Halmahera Timur merupakan peringkat ke dua wilayah di Provinsi Maluku yang rentan bencana,”

Oleh karena itu, membutuhkan upaya khusus untuk menambah pengetahuan tentang mitigasi bencana. Hal tersebut yang menjadi landasan WVI untuk melihat sejauh mana urgensi dari Satuan Pendidikan Aman Bencana bagi Kabupaten Halmahera Timur.

Menurut Lisa, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan sebuah program mitigasi bencana yang sangat dibutuhkan bagi kawasan-kawasan yang rawan akan bencana alam, dan diharapkan anak-anak dan remaja menjadi lebih mengerti tentang kebencanaan dan bisa menjadi jembatan penghubung sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada keluarga terdekat.

“Sekolah Siaga Bencana ini menjadi alternatif terbaik dalam mengurangi dampak bencana karena sekolah merupakan wahana yang efektif dalam memberikan efek tular informasi, pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat teruma anak-anak,” tutur Lisa.

Sementara, Education Team Leader WVI, Marthen Sattu Sambo, menjelaskan bahwa pelatihan ini memperkenalkan kepada seluruh warga sekolah dan para pemangku kepentingan tentang 3 pilar SPAB; fasiltas aman, manajemen bencana dan Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Baca Juga  Hut RI Ke-76, 138 Napi Lapas Kelas IIB Muaradua Terima Remisi

“Karena kegiatan pelatihan ini adalah pelatihan SPAB yang pertama kali di Halmahera Timur, maka hal ini sekaligus sosialisasi pentingnya Sekolah-sekolah di Haltim didorong untuk menjadi Sekolah Aman,” kata Marthen.

Yang menarik, dalam pelatihan ini adalah siswa juga dilibatkan sebagai peserta. Dengan harapan setelah pelatihan ini, sekolah yang siaga bencana bisa terwujud, kami juga mendorong dibentuknya Sekretariat Bersama SPAB sebagai dukungan komitmen Pemerintah dan semua pemangku kepentingan harus bersinergi,” ungkapnya.

Terpisah, Project Manager Indonesia Covid-19 Surge Response WVI, Biltrudis Ery Wanti, mengatakan WVI melalui Indonesia Covid-19 Surge Respon menggelar SPAB sebagai wujud pelaksanaan rencana kontingensi SKB 4 Menteri, tentang penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi. Selain itu, pelatihan ini bisa dijadikan acuan dengan kontekstual inklusi dan wilayah di Halmahera Timur. Semoga dengan kolaborasi bersama semua pihak akan menyukseskan penyelenggaraannya,” katanya Singkat.

Baca Juga  Kemenkominfo RI dan OJK Gelar Webinar "Fintech dan Masa Depan Milenial"

Perlu diketahui, Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Timur Darso Gadjal, menambahkan kegiatan SPAB Mau Aman Menatap Hati sangat baik mengingat rentan rawan bencana yang terjadi di Haltim.

“Anak-anak butuh edukasi dan pemahaman menghadapi Bencana agar saat bencana datang anak-anak sudah mulai paham cara-cara menghindar dari bahaya bencana alam,”

Darso juga sangat berterima kasih kepada Wahana Visi Indonesia yang sudah mensupport dan bekerjasama dengan BPBD Haltim, dengan harapan kegiatan ini berjalan sukses dan menjadi acuan kedepannya semua sekolah dapat menerapkan pendidikan aman bencana,” harap Darso.

 

Terlibat dalam kegiatan tersebut BPBD HALTIM, Dinas Pendidikan Haltim, Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Timur, P2KBP3A, Wahana Visi Indonesia, Muslimat NU,PMI, dan Komunitas Suara Fayfiye,

Nur/red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!