Poros Informasi – Kabar mengejutkan datang dari pasar tradisional hari ini. Harga jengkol, si "petai rasa daging" ini, tiba-tiba melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp120.000 per kilogram. Lonjakan harga ini sontak membuat para pedagang dan konsumen terkejut, bahkan membandingkannya dengan harga daging sapi yang hanya terpaut sedikit.
Jengkol Langka, Harga Terbang Tinggi

Kenaikan harga jengkol ini terpantau di Pasar Klender, Jakarta. Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa penyebab utama meroketnya harga jengkol adalah kelangkaan stok di pasaran. "Stok jengkol saat ini langka yang menyebabkan kenaikan harga mencapai Rp120 ribu per kilogram," ujarnya.
Selisih Tipis dengan Harga Daging Sapi
Fenomena ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa jengkol yang biasanya menjadi lauk pendamping murah meriah, kini harganya hampir setara dengan daging sapi? Padahal, harga daging sapi di pasar saat ini berkisar di angka Rp130.000 per kilogram. Selisih harga yang hanya Rp10.000 ini membuat sebagian konsumen berpikir dua kali untuk membeli jengkol.
Apa yang Menyebabkan Kelangkaan Jengkol?
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti kelangkaan jengkol di pasaran. Namun, beberapa spekulasi muncul, mulai dari faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen, hingga adanya permintaan yang meningkat dari luar daerah. Yang jelas, kenaikan harga jengkol ini menjadi perhatian khusus bagi para pecinta kuliner Indonesia.






