BSU Rp600 Ribu: Jangan Sampai Hangus! Waktu Terbatas!

Renita

BSU Rp600 Ribu: Jangan Sampai Hangus! Waktu Terbatas!

Poros Informasi – Kabar gembira bagi para pekerja! Pemerintah kembali memperpanjang masa pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 hingga 6 Agustus 2025. Perpanjangan ini menjadi angin segar bagi pekerja yang belum sempat mencairkan dana bantuan tersebut melalui PT Pos Indonesia.

BSU Diperpanjang: Kesempatan Emas bagi Pekerja

 BSU Rp600 Ribu: Jangan Sampai Hangus! Waktu Terbatas!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah ini untuk memastikan BSU periode Juni dan Juli 2025 dapat tersalurkan secara optimal. Dengan waktu yang semakin mepet, pekerja diimbau segera memanfaatkan kesempatan ini.

Latar Belakang Perpanjangan BSU

Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri, keputusan perpanjangan ini merupakan hasil rapat koordinasi antara Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Utama Pos Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami telah berdiskusi dan sepakat memberikan perpanjangan waktu selama lima hari ke depan agar Pos Indonesia dapat memaksimalkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah," ungkap Indah saat ditemui di Kantor Pos Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Fokus Penyaluran di Wilayah 3T

Kemnaker menjelaskan bahwa penyaluran BSU melalui bank-bank Himbara sebenarnya telah rampung. Namun, masih ada sebagian penerima yang mengalami kendala transfer, sehingga penyaluran dialihkan melalui kantor pos.

Saat ini, prioritas utama penyaluran BSU adalah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh pekerja yang berhak. Petugas pos pun diinstruksikan untuk aktif "menjemput bola" dengan mendatangi lokasi-lokasi strategis seperti tempat nelayan melaut atau area perkebunan.

"Kami melakukan berbagai upaya, termasuk menjemput bola. Dirut Pos telah berkomitmen untuk mengoptimalkan hal ini dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada," pungkas Indah.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar