Poros Informasi – Pasar kripto sedang kurang bergairah? Jangan panik! Inilah saat yang tepat untuk menerapkan strategi buy the dip dan mengakumulasi Bitcoin (BTC) dengan harga diskon. Di tengah kondisi pasar sideways dan volatilitas yang minim, ada beberapa taktik cerdas yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan potensi keuntungan.
Mengapa Pasar Lesu Jadi Ladang Cuan?

Banyak trader menghindari pasar yang lesu karena pergerakan harga yang cenderung stagnan, hanya berputar di antara level support dan resistance. Padahal, momen ini justru bisa dimanfaatkan untuk membeli aset saat harga menyentuh level support, lalu menjualnya kembali ketika harga naik mendekati level resistance. Strategi ini dikenal dengan istilah buy the dip.
1. Dollar Cost Averaging (DCA): Investasi Cerdas Tanpa Panik
Saat harga Bitcoin cenderung sideways, manfaatkan setiap penurunan harga ke level support untuk melakukan pembelian bertahap menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA). Alih-alih membeli sekaligus dalam jumlah besar, DCA memungkinkan Anda membagi investasi menjadi beberapa tahap.
Jika harga terus turun dan menyentuh level support berikutnya, Anda bisa kembali melakukan pembelian. Strategi ini membantu mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga jangka pendek. Jangan lupa pasang stop-loss di bawah area support untuk membatasi potensi kerugian jika harga breakdown.
2. Pantau RSI: Sinyal Jitu Saatnya Serok Bitcoin
Indikator Relative Strength Index (RSI) dapat membantu Anda mengidentifikasi kondisi oversold atau jenuh jual. Ketika RSI berada di bawah angka 30 dan harga mendekati level support historis, ini bisa menjadi sinyal kuat untuk mulai membeli Bitcoin secara bertahap.
Perhatikan grafik RSI. Setiap kali RSI menyentuh atau mendekati angka 30, terutama jika bertepatan dengan level support, harga cenderung memantul dari titik terendahnya (dip). Kombinasikan analisis RSI dengan level support dan resistance untuk mendapatkan konfirmasi yang lebih akurat.
3. Intip Data On-Chain: Ikuti Jejak Para Paus Kripto
Para whale (pemilik aset kripto dalam jumlah besar) seringkali memanfaatkan momen pasar lesu untuk mengakumulasi Bitcoin dalam jumlah besar. Anda bisa memantau pergerakan transfer Bitcoin dari exchange ke dompet pribadi (outflow) sebagai indikasi akumulasi oleh para whale.
Jika terjadi lonjakan outflow Bitcoin dari exchange ke dompet pribadi, ini menandakan bahwa investor besar mulai mengakumulasi aset karena mereka percaya pada potensi kenaikan harga di masa depan. Sebaliknya, jika terjadi lonjakan transfer Bitcoin ke exchange (inflow), ini bisa menjadi sinyal bahwa tekanan jual akan meningkat.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Setiap keputusan investasi yang Anda ambil sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda.






