Bitcoin Galau? Intip Peluang Profit di Tengah Data Ekonomi!

Usman

Bitcoin Galau? Intip Peluang Profit di Tengah Data Ekonomi!

Poros Informasi – Pasar kripto, khususnya Bitcoin (BTC), diprediksi masih akan dibayangi ketidakpastian (sangkut) pada periode 11-15 Agustus 2025. Namun, di tengah kondisi ini, potensi take profit (TP) atau meraih keuntungan tetap terbuka, terutama pada aset kripto old guard (OG).

Strategi Jitu di Tengah Volatilitas Bitcoin

 Bitcoin Galau? Intip Peluang Profit di Tengah Data Ekonomi!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Menurut analisis, memiliki portofolio yang terdiversifikasi, misalnya 11 koin kripto, dapat meningkatkan peluang TP minimal satu koin per bulan. Strategi ini dinilai lebih menguntungkan dibandingkan menyimpan dana di bank konvensional yang menawarkan imbal hasil terbatas.

Penting untuk diingat, strategi "sangkut" (menahan aset yang nilainya turun) dapat menjadi cara untuk menghindari godaan belanja impulsif dan utang konsumtif. Namun, hindari menggunakan dana darurat, dana pendidikan, atau dana penting lainnya untuk investasi kripto, karena potensi "sangkut" bisa berlangsung lama.

Membaca Arah Bitcoin dari Data Ekonomi

Pergerakan Bitcoin sangat dipengaruhi oleh data ekonomi global. Data seperti factory order, neraca perdagangan, fasilitas reverse repo (RRP), data klaim pengangguran, dan indeks harga konsumen (CPI) Tiongkok, menjadi indikator penting.

Secara sederhana, Bitcoin cenderung naik saat jumlah uang beredar meningkat (data ekonomi buruk) dan turun saat jumlah uang beredar menurun (data ekonomi baik). Namun, ada pengecualian. Bitcoin bisa naik saat data ekonomi membaik tetapi jumlah uang beredar tetap tinggi. Sebaliknya, Bitcoin bisa anjlok saat data ekonomi dan jumlah uang beredar sama-sama turun, menandakan likuiditas mengering atau resesi.

Analisis Data Mingguan: Peluang dan Tantangan

Berikut proyeksi pergerakan Bitcoin berdasarkan rilis data ekonomi penting selama periode 11-15 Agustus 2025:

  • Senin, 11 Agustus 2025: Tanpa rilis data signifikan, sentimen pasar akan dipengaruhi oleh data RRP sebelumnya. Pasar cenderung menunggu data CPI hari Selasa, sehingga pergerakan Bitcoin diperkirakan cenderung merah (turun).
  • Selasa, 12 Agustus 2025: Rilis data CPI Amerika Serikat. Inflasi AS diprediksi naik akibat tarif dan penguatan DXY (indeks dolar AS). Diprediksi terjadi dump (penurunan harga) saat data dirilis karena pasar khawatir The Fed (bank sentral AS) akan tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat. Namun, setelah tengah malam, pasar akan mencerna bahwa The Fed tidak memiliki banyak amunisi, sehingga berpotensi terjadi pump (kenaikan harga).
  • Rabu, 13 Agustus 2025: Tanpa rilis data, pasar Bitcoin cenderung tenang.
  • Kamis, 14 Agustus 2025: Rilis data Producer Price Index (PPI). Kenaikan PPI mengindikasikan inflasi yang lebih tinggi dan biasanya disukai The Fed. Namun, jika kenaikan PPI dibarengi dengan peningkatan utang, hal ini perlu diwaspadai.
  • Jumat, 15 Agustus 2025: Rilis data Retail Sales AS dan University of Michigan (Unmich) 1 Year Inflation Expectation. Kenaikan Retail Sales biasanya mendorong penguatan DXY dan penurunan Bitcoin. Data Unmich yang naik mengindikasikan The Fed tidak memiliki amunisi untuk mengatasi inflasi.

Ethereum dan Altcoin Berfundamental: Alternatif Menarik?

Volume perdagangan Bitcoin yang menurun dan aksi jual oleh asset management diperkirakan akan mengalihkan dana ke Ethereum (ETH). Pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung menjadikan Ethereum semakin menarik untuk investasi. Hal ini juga berpotensi mendorong kenaikan harga altcoin yang memiliki fundamental kuat.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran keuangan. Investasi kripto memiliki risiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum membuat keputusan investasi.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar