Poros Informasi – Fenomena viral "Rojali-Rohana," yang menggambarkan wajah bahagia namun menyimpan beban ekonomi, mengungkap realita pahit di tengah pesatnya transaksi kripto di Indonesia. Istilah ini merepresentasikan jutaan pekerja yang terpaksa menyembunyikan beban ekonomi mereka di balik senyum terpaksa.
Ketimpangan Ekonomi dan Brain Drain

Disparitas pendapatan yang semakin lebar, tercermin dari indeks Gini yang tinggi, menjadi latar belakang fenomena ini. Krisis biaya hidup yang menekan semakin memperparah situasi. Banyak tenaga kerja terampil memilih hijrah ke luar negeri ("brain drain") demi mencari upah dan kesempatan yang lebih baik. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya pemerataan ekonomi di tengah perkembangan teknologi finansial.
Kripto: Transaksi Turun, Namun Kepercayaan Menguat
Di sisi lain, data OJK menunjukkan transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 32,31 triliun pada Juni 2025, meskipun turun 34,8% dibandingkan Mei. Namun, angka kumulatif hingga Juni mencapai Rp 224,11 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang masih tinggi. Lebih mengejutkan lagi, jumlah investor kripto terus bertambah, mencapai 15,85 juta pada Juni, naik 5,18% dari Mei. Ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto tetap kokoh, bahkan melampaui total perputaran judi online (judol) di kuartal pertama 2025 yang hanya sekitar Rp 47 triliun.
Jalan Dua Arah: Digitalisasi vs. Ketimpangan
Indonesia sedang berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, digitalisasi keuangan, termasuk transaksi kripto, berkembang pesat. Di sisi lain, ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan besar. Pertumbuhan transaksi kripto yang signifikan menunjukkan potensi besar, namun harus diimbangi dengan kebijakan yang adil dan merata untuk memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Harapan di Masa Depan
Sukses Indonesia ke depannya bergantung pada sinergi antara inovasi digital seperti kripto dengan upaya nyata untuk mengurangi ketimpangan ekonomi. Kebijakan yang berfokus pada inklusi digital dan redistribusi pendapatan secara bersamaan menjadi kunci untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. Hanya dengan demikian, senyum "Rojali-Rohana" dapat benar-benar mencerminkan kebahagiaan sejati, bukan sekadar topeng yang menutupi beban ekonomi. Investasi dan trading kripto memiliki risiko tinggi. Seluruh keputusan investasi merupakan tanggung jawab Anda sepenuhnya. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual.






