Rahasia Rekrutmen Era Web3: HR porosinformasi.co.id Bongkar Triknya!

Usman

Rahasia Rekrutmen Era Web3: HR porosinformasi.co.id Bongkar Triknya!

Poros Informasi – Dunia kerja di era Web3 menghadirkan tantangan baru, tak hanya bagi para pencari kerja, tetapi juga bagi perusahaan yang tengah berburu talenta. Hal ini dibahas tuntas dalam sesi diskusi langsung bertajuk "9 to 5 Talks with porosinformasi.co.id: Dunia Kerja Hari Ini" yang digelar melalui X Space pada Kamis (14/8) pukul 18.30 WIB. Acara ini menghadirkan Annisa Irfani, HR porosinformasi.co.id, yang berbagi pengalaman dan tips rekrutmen di era digital yang penuh disrupsi ini.

Hard Skill vs. Soft Skill: Mana yang Lebih Penting?

Rahasia Rekrutmen Era Web3: HR porosinformasi.co.id Bongkar Triknya!
Gambar Istimewa : s.w.org

Annisa menekankan pentingnya kombinasi hard skill dan attitude dalam proses rekrutmen. Namun, ia memberikan penekanan lebih pada attitude. "Kalau harus memilih, attitude biasanya jadi penentu. Hard skill bisa diasah lewat pelatihan, tapi sikap positif dan kemampuan adaptasi lebih sulit dibentuk," ujarnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa perusahaan lebih mengutamakan kandidat yang memiliki karakter dan kemampuan adaptasi yang kuat, di tengah dinamika industri yang terus berubah.

Tren Pencari Kerja dan Red Flags yang Harus Dihindari

Sesi tersebut juga mengungkap tren terbaru di kalangan pencari kerja. Annisa mengamati peningkatan pertanyaan seputar peluang pengembangan karier. "Gaji dan fleksibilitas tetap penting, tapi pertanyaan tentang kesempatan belajar dan naik level makin sering muncul," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa generasi pekerja saat ini tak hanya mengejar pendapatan, tetapi juga pertumbuhan karier jangka panjang.

Lebih lanjut, Annisa juga menyinggung beberapa red flags yang sering dijumpai dalam proses seleksi, seperti CV dengan banyak kesalahan ketik, pengalaman kerja yang tidak konsisten, dan kandidat yang tidak siap saat wawancara. Sebaliknya, green flags meliputi CV yang rapi, penjelasan pengalaman yang jelas, dan sikap proaktif. Ini memberikan gambaran jelas bagi para pencari kerja tentang apa yang harus dipersiapkan dan dihindari dalam proses melamar kerja.

Upskilling: Bukan Lagi Nilai Tambah, Melainkan Keharusan

Bagi mereka yang ingin beralih karier atau pivot, Annisa menyarankan untuk menonjolkan keterkaitan keterampilan lama dengan bidang baru, serta menunjukkan usaha belajar melalui kursus atau proyek sampingan. Kandidat dari industri Web2 juga diuntungkan dengan kemampuan beradaptasi dan membawa best practice dari sistem kerja terstruktur.

Annisa juga menegaskan pentingnya upskilling, terutama bagi kandidat yang ingin masuk ke industri Web3. "Upskilling bukan lagi nilai tambah, tapi wajib," tegasnya. Soft skill seperti ketahanan (resilience) dan kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening) juga menjadi pembeda dalam proses seleksi.

Tips Sukses Mencari Kerja di Era Web3

Di akhir sesi, Annisa memberikan saran berharga bagi para pencari kerja. Ia menyarankan untuk menanyakan hal-hal yang relevan dengan budaya kerja dan pengembangan diri saat mencari kecocokan dengan perusahaan, bukan sekadar menanyakan manfaat atau kompensasi. Ini menunjukkan pentingnya keselarasan nilai dan tujuan antara kandidat dan perusahaan. Dengan memahami tren dan tips rekrutmen ini, para pencari kerja dapat meningkatkan peluang mereka untuk sukses di era Web3.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar