Poros Informasi – Saat Bitcoin ambruk, panik jual massal kerap melanda pasar kripto. Namun, di balik badai tersebut, peluang emas justru mengintai. Strategi diversifikasi altcoin bisa jadi penyelamat portofolio Anda! Simak strategi jitu berikut ini.
Memahami Dominasi Bitcoin (BTC.D) Sebelum Diversifikasi

Pergerakan harga Bitcoin ibarat barometer bagi seluruh aset kripto, termasuk altcoin. Tingginya dominasi Bitcoin (BTC.D) – rasio kapitalisasi pasar Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto – menunjukkan seberapa besar pengaruhnya. Misalnya, jika total pasar kripto bernilai $3 triliun dan Bitcoin menyumbang $1,8 triliun, maka BTC.D adalah 60%.
Angka BTC.D menjadi petunjuk penting. BTC.D yang tinggi dengan tren naik mengindikasikan pasar lesu dan altcoin berisiko jatuh lebih dalam. Sebaliknya, penurunan BTC.D, khususnya setelah Bitcoin mengalami reli atau konsolidasi, menandakan potensi rotasi modal ke altcoin.
Skenario Pasar: Naik-Turunnya BTC.D
Skenario Penurunan BTC.D: Jika indikator teknikal menunjukkan potensi penurunan BTC.D – misalnya, penolakan di level resistance – ini adalah sinyal kuat untuk diversifikasi ke altcoin berfundamental kuat seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), atau Solana (SOL).
Skenario Kenaikan BTC.D: Sebaliknya, jika BTC.D tinggi dan terus menanjak, pasar cenderung lesu. Diversifikasi ke aset yang lebih aman seperti stablecoin (USDT, USDC) atau aset lindung nilai seperti PAX Gold (PAXG) menjadi pilihan bijak.
Altcoin Terbaik untuk Hedging dan Rally
Altcoin untuk Hedging (Lindung Nilai):
- USDT (Tether): Stablecoin terbesar dunia, dipatok 1:1 dengan dolar AS, menawarkan stabilitas di tengah gejolak pasar.
- USDC (USD Coin): Stablecoin dengan transparansi tinggi, dikelola oleh Circle dan Coinbase.
- PAXG (PAX Gold): Dipatok 1:1 dengan emas fisik, menawarkan perlindungan nilai (safe haven) saat pasar kripto jatuh.
Altcoin Potensial untuk Rally (Kenaikan):
- Ethereum (ETH): Secara historis, ETH sering memimpin altcoin season setelah Bitcoin mengalami reli besar.
- XRP (Ripple): Sering mengalami lonjakan setelah periode konsolidasi panjang.
- Solana (SOL): Volatil, berpotensi kenaikan tajam saat rotasi modal, tetapi juga berisiko tinggi.
- Binance Coin (BNB): Stabil di top 5 kripto, likuiditas tinggi, dan dibutuhkan dalam ekosistem Binance.
- TRON (TRX): Lebih tahan banting berkat pasar stablecoin yang menggunakan Tron sebagai jaringan utama.
Strategi Beli: Dollar Cost Averaging (DCA)
Di pasar yang bergejolak, menebak titik terendah harga adalah perjudian. Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) – membeli aset kripto dengan jumlah tetap secara rutin – merupakan pendekatan yang lebih bijaksana. DCA meratakan harga beli dan meminimalkan risiko.
Langkah-langkah melakukan DCA di porosinformasi.co.id (dengan minimal deposit Rp50.000) dapat ditemukan di situs web mereka. Ingatlah untuk selalu melakukan riset dan memahami risiko investasi sebelum mengambil keputusan. Informasi di atas semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi investasi. Seluruh keputusan investasi adalah tanggung jawab Anda sendiri.






