REVOLUSI HIJAU: Pabrik Gas Biometan dari Limbah Sawit, Pertama di Indonesia!

Renita

REVOLUSI HIJAU: Pabrik Gas Biometan dari Limbah Sawit, Pertama di Indonesia!

Poros Informasi – Indonesia memasuki babak baru dalam pengembangan energi terbarukan. Pembangunan pabrik Gas Biometan Terkompresi (CBG) pertama di Tanah Air, yang memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit, telah dimulai. Proyek ambisius ini diinisiasi oleh PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sub holding perkebunan di bawah PTPN III (Persero), menandai langkah signifikan dalam transformasi energi hijau di sektor perkebunan sawit.

Tonggak Sejarah Energi Bersih

REVOLUSI HIJAU: Pabrik Gas Biometan dari Limbah Sawit, Pertama di Indonesia!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Peletakan batu pertama pabrik CBG di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Simalungun, Sumatera Utara, menandai dimulainya proyek kolaborasi antara PalmCo dan PT reNIKOLA Primer Energi, perusahaan energi hijau asal Malaysia. Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K Santosa, menyebut proyek ini sebagai pencapaian penting dalam implementasi solusi energi hijau berbasis kelapa sawit.

Potensi Besar, Dampak Lingkungan Positif

Dengan kapasitas produksi sekitar 162.000 MMBTU per tahun, pabrik ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 30.000 ton CO₂ per tahun. Angka ini setara dengan emisi ribuan kendaraan bermotor, menunjukkan dampak signifikan terhadap lingkungan. Sumber gas biometan berasal dari pengolahan Palm Oil Mill Effluent (POME), limbah cair yang selama ini menjadi tantangan lingkungan bagi industri sawit. Proses pemurnian mengubah biogas menjadi biometan berkualitas setara gas alam, merupakan contoh nyata ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi energi bersih bernilai ekonomi tinggi.

Investasi Strategis, Jangka Panjang

Pabrik yang menelan investasi strategis ini ditargetkan rampung dalam 14 bulan dan beroperasi penuh pada kuartal IV 2026. Energi bersih yang dihasilkan akan dipasok ke PT Pertagas Niaga (PTGN), anak perusahaan Pertamina Gas Negara (PGN), melalui skema kontrak jual beli selama 10 tahun dengan model Build-Own-Operate-Transfer (BOOT).

Ekspansi dan Roadmap Dekarbonisasi

Langkah ini sejalan dengan roadmap dekarbonisasi PalmCo yang bertujuan menurunkan emisi hingga 54,46 persen dari skenario bisnis seperti biasa (business as usual) hingga tahun 2030. PalmCo sendiri telah berpengalaman dalam pengembangan energi terbarukan dari biogas limbah sawit sejak 2019 di Riau. Proyek CBG Tinjowan menjadi langkah awal untuk memperluas program serupa ke 20 pabrik lain di bawah naungan PalmCo, menunjukkan komitmen serius dalam menciptakan masa depan energi yang berkelanjutan.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar