Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. Pesan kunci dari Presiden adalah agar semua proyek yang sedang berjalan, terutama yang berkaitan dengan hilirisasi, harus segera diselesaikan dan tidak boleh berlarut-larut.
Pesan ini diungkapkan oleh Bahlil Lahadalia saat peresmian pabrik petrokimia terintegrasi milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten. Bahlil menyoroti bahwa realisasi proyek besar ini adalah bukti nyata kolaborasi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi dalam mendorong percepatan hilirisasi nasional.
Fokus pada Kecepatan Realisasi Proyek
Bahlil mengingat kebali perintah Presiden yang disampaikan secara langsung di Istana tak lama setelah Rosan Roeslani dilantik sebagai Menteri Investasi dan dirinya dilantik sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Kedaulatan Energi.
“Saya masih ingat bahwa (Bapak Presiden) perintahkan kami di istana dengan Bapak Rosan, agar bagaimana seluruh proyek yang sudah jalan harus segera selesai. Tidak boleh tunggu lama,” ujar Bahlil.
Perintah ini mencerminkan prioritas utama pemerintahan Prabowo untuk memastikan realisasi investasi yang cepat guna menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Kasus Nyata: Proyek Petrokimia Lotte
Proyek PT Lotte Chemical Indonesia, yang dikenal sebagai LINE Project, menjadi contoh konkret dari pesan Presiden tersebut.
- Skala: Proyek ini adalah pabrik petrokimia berskala global dan merupakan investasi asing (PMA) terbesar di Indonesia, dengan nilai mencapai US$ 3,9 miliar (sekitar Rp 62 triliun).
- Dampak: Proyek ini akan memperkuat struktur industri hilir dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia, serta diperkirakan menciptakan lebih dari 21.000 lapangan kerja.
Dalam sambutannya di acara peresmian, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor melalui konsistensi penegakan hukum dan kepastian berusaha di Indonesia.
Menteri Rosan Roeslani menambahkan bahwa proyek ini adalah implementasi dari kebijakan hilirisasi yang menjadi prioritas nasional, yaitu mendorong pengolahan sumber daya alam dilakukan di dalam negeri. Sumber : https://rakyatnesia.com/







