Google Bisa Meramal Masa Depan? Integrasi Data Kripto Gegerkan Dunia!

Usman

Poros Informasi – Siap-siap terkejut! Google bukan lagi sekadar mesin pencari, tapi peramal masa depan finansial. Mulai November 2025, raksasa teknologi ini resmi mengintegrasikan data pasar prediksi real-time dari Polymarket dan Kalshi langsung ke hasil pencarian.

Langkah revolusioner ini menjadikan Google sebagai gerbang utama menuju dunia crowd-sourced finance, di mana miliaran pengguna dapat melihat prediksi masa depan ekonomi, politik, bahkan kripto, tanpa perlu repot membuka situs lain.

 Google Bisa Meramal Masa Depan? Integrasi Data Kripto Gegerkan Dunia!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Google Finance: Dari Pencarian ke Ramalan?

Dalam pengumuman resminya, Google menyatakan bahwa Google Finance versi terbaru kini dilengkapi dengan fitur-fitur inovatif:

  • Data Pasar Prediksi Real-Time: Informasi langsung dari Polymarket dan Kalshi ditampilkan di hasil pencarian.
  • Visualisasi Interaktif: Grafik dan diagram yang mudah dipahami untuk menganalisis tren pasar prediksi.
  • Analisis Sentimen: Algoritma AI yang menganalisis sentimen pasar berdasarkan data prediksi.

Cara Kerja "Ramalan" Google

Kini, ketika pengguna mengetik pertanyaan seperti "Berapa pertumbuhan PDB 2025?" atau "Apakah suku bunga akan naik tahun depan?", Google akan menampilkan probabilitas hasil berdasarkan data dari pasar prediksi, bukan sekadar opini analis.

Dengan kata lain, Google baru saja menggabungkan kecerdasan kolektif jutaan trader dengan kekuatan AI tercanggih di dunia.

Dampak Masif: Pasar Prediksi Mendunia

Dengan lebih dari 8,5 miliar pencarian per hari, integrasi ini berpotensi menjadi momen paling signifikan dalam sejarah pasar prediksi. Akses ke data keuangan berbasis crowd kini terbuka untuk seluruh dunia.

Langkah ini juga memperkuat posisi Google di ranah AI-driven finance, menghadirkan wawasan real-time yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh trader profesional.

Polymarket: Raja Pasar Prediksi Kripto

Popularitas Polymarket melonjak pesat sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan:

  • 477.850 Pengguna Aktif: Rekor tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025.
  • Valuasi 9 Miliar Dolar: Didorong oleh investasi dari Intercontinental Exchange (ICE), induk dari New York Stock Exchange.

Rival utamanya, Kalshi, juga tak kalah agresif. Mereka berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar 300 juta dolar dengan valuasi 5 miliar dolar, menandakan tingginya minat investor terhadap pasar prediksi yang teregulasi.

Ekspansi Strategis Polymarket ke Pasar AS

Menjelang pengumuman kemitraan dengan Google, Polymarket memperkuat posisinya di Amerika Serikat.

Pada September 2025, platform ini mengakuisisi QCEX, bursa derivatif berlisensi CFTC, senilai 112 juta dolar. Langkah ini menjamin kepatuhan terhadap regulasi AS, membuka jalan bagi ekspansi besar-besaran ke pasar institusional.

Masa Depan: Ketika Ramalan Kolektif Bertemu AI

Integrasi Google dengan Polymarket dan Kalshi bukan sekadar fitur baru, ini adalah revolusi dalam cara dunia memahami masa depan ekonomi.

Dengan jutaan pengguna yang bertaruh pada hasil nyata dan AI yang mampu menganalisis tren pasar global, ramalan keuangan kini menjadi lebih transparan, terukur, dan mudah diakses.

Dari "Apakah Trump akan menang lagi?" hingga "Kapan Bitcoin tembus 150.000 dolar?", jawabannya kini hanya sejauh satu pencarian di Google.

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar