Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Kabar baik sekaligus tanda tanya besar menghiasi perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan penurunan angka pengangguran menjadi 7,46 juta orang pada Agustus 2025. Penurunan ini, meski tipis sekitar 4.000 orang dibandingkan Agustus 2024, tetap menjadi angin segar di tengah dinamika pasar kerja.
Pengangguran Turun, Pertanda Baik?

Data BPS menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,85%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa penurunan TPT terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Namun, di balik kabar baik ini, terselip fakta menarik sekaligus mengkhawatirkan.
Jam Kerja Panjang, Kualitas Hidup Terancam?
Poros Informasi – BPS mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah pekerja paruh waktu (1-30 jam seminggu), terutama di sektor formal. Jumlah pekerja paruh waktu formal bertambah 1,66 juta orang menjadi 36,29 juta orang. Di sisi lain, lebih dari 67% pekerja di Indonesia bekerja lebih dari 35 jam per minggu.
Fakta-fakta Penting yang Perlu Anda Tahu:
- Penurunan Pengangguran: Jumlah pengangguran turun 4 ribu orang dibandingkan Agustus 2024, menjadi 7,46 juta orang.
- Sektor Unggulan: Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali jasa lainnya, pertambangan, aktivitas keuangan, asuransi, dan real estate.
- Usia Kerja Meningkat: Total penduduk usia kerja mencapai 218,17 juta orang, bertambah 2,80 juta orang dari tahun sebelumnya.
- Angkatan Kerja: Dari total penduduk usia kerja, 154 juta orang merupakan angkatan kerja dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,59%.
- Pekerja Bertambah: Sebanyak 146,54 juta orang tercatat bekerja, meningkat 1,90 juta orang.
Poros Informasi – Pertanyaan yang muncul adalah, apakah penurunan angka pengangguran ini sejalan dengan peningkatan kualitas hidup pekerja? Jam kerja yang panjang bisa jadi indikasi adanya tekanan ekonomi yang memaksa pekerja untuk bekerja lebih keras demi memenuhi kebutuhan hidup.
Implikasi dan Tantangan ke Depan:
Data ini memberikan gambaran kompleks mengenai kondisi pasar kerja Indonesia. Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tren ini. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Peningkatan Produktivitas: Bagaimana meningkatkan produktivitas pekerja agar tidak perlu bekerja terlalu lama untuk mencapai target?
- Kesejahteraan Pekerja: Bagaimana memastikan kesejahteraan pekerja, termasuk upah yang layak dan jaminan sosial?
- Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas: Bagaimana menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas dengan jam kerja yang lebih manusiawi?
Poros Informasi – Data dari porosinformasi.co.id ini menjadi alarm bagi kita semua. Penurunan angka pengangguran memang menggembirakan, namun perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan pekerja. Pasar kerja yang sehat bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang manusia di baliknya.






