Poros Informasi – Peluncuran ETF spot Dogecoin (GDOG) oleh Grayscale pada hari Senin lalu ternyata tidak semulus yang diharapkan. Alih-alih menjadi katalis positif, volume perdagangan hari pertama GDOG justru mengecewakan, hanya menyentuh angka US$1,4 juta. Sementara itu, harga Dogecoin (DOGE) juga ikut terkoreksi. Apa yang sebenarnya terjadi?
ETF GDOG: Harapan Tak Sesuai Realita

Peluncuran GDOG menandai debut Dogecoin, aset kripto berperingkat 10 besar berdasarkan kapitalisasi pasar, ke dalam ranah investasi institusional melalui bursa NYSE Arca. Grayscale mencatat, GDOG saat ini mengelola aset senilai US$1,7 juta dengan nilai aset bersih per saham mencapai US$17,98.
Namun, antusiasme pasar tampaknya tidak setinggi ekspektasi. Eric Balchunas, analis senior ETF dari Bloomberg, menilai kinerja GDOG di hari pertama kurang memuaskan. Menurutnya, angka US$1,4 juta tergolong "lumayan" untuk peluncuran ETF pada umumnya, tetapi tergolong rendah untuk produk "spot pertama".
Sentimen Pasar dan Persaingan ETF
Balchunas menambahkan, minat investor institusional cenderung menurun seiring dengan beralihnya fokus ke aset kripto dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil. Sebagai perbandingan, ETF XRP dan Solana mencatatkan volume perdagangan masing-masing sebesar US$59 juta dan US$56 juta pada hari pertama peluncurannya.
Bahkan, Rex-Osprey Dogecoin ETF yang diluncurkan pada bulan September lalu mampu mencatatkan volume perdagangan US$17 juta di hari pertama. Persaingan di pasar ETF Dogecoin juga semakin ketat dengan rencana Bitwise untuk meluncurkan produk serupa, BWOW, pada 26 November mendatang. CEO Bitwise, Hunter Horsley, menyatakan bahwa peluncuran BWOW didorong oleh tingginya permintaan dari komunitas DOGE.
Koreksi Harga DOGE di Tengah Pasar yang Volatil
Peluncuran ETF Dogecoin ini bertepatan dengan kondisi pasar kripto yang sedang mengalami tekanan sejak awal Oktober. Meskipun sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, volatilitas kembali menghantui dan turut menyeret harga Dogecoin. Data dari BeInCrypto menunjukkan bahwa DOGE mengalami penurunan sebesar 0,219% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$0,15 pada saat penulisan artikel ini.
Masuknya Dogecoin ke dalam dunia ETF dianggap sebagai langkah penting untuk memperluas akses institusional terhadap aset kripto di luar Bitcoin dan Ethereum. Namun, keberhasilan jangka panjangnya akan sangat bergantung pada kemampuan untuk menarik arus dana yang stabil, bukan hanya mengandalkan euforia di hari pertama. Untuk saat ini, investor tampaknya masih bersikap hati-hati, menimbang potensi produk baru ini dengan kekhawatiran terhadap volatilitas pasar yang masih tinggi.
Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan investasi.






