Drama Tumbler KRL: Terungkap! Fakta Mengejutkan di Balik Pemecatan?

Renita

Drama Tumbler KRL: Terungkap! Fakta Mengejutkan di Balik Pemecatan?

Poros Informasi – Kasus viral hilangnya tumbler milik penumpang KRL, Anita, menemui titik terang setelah mediasi yang difasilitasi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Peristiwa yang sempat menghebohkan jagat maya ini menyeret nama seorang petugas KAI, Argi Budiansyah, yang sempat dikabarkan dipecat. Namun, benarkah demikian?

Tumbler KRL: Dari Viral Hingga Damai

 Drama Tumbler KRL: Terungkap! Fakta Mengejutkan di Balik Pemecatan?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kejadian bermula ketika tumbler milik Anita hilang di KRL dan ia membagikan pengalamannya di media sosial. Informasi yang beredar kemudian menyebutkan bahwa Argi, petugas KAI, menjadi korban pemecatan akibat insiden tersebut. Namun, KAI membantah kabar tersebut. Bahkan, Anita justru diberhentikan dari perusahaannya karena melaporkan kasus ini dan memviralkannya di media sosial.

Mediasi KAI: Titik Temu Antara Argi dan Anita

KAI kemudian mengambil langkah proaktif dengan menggelar mediasi antara Argi, Anita, dan suaminya, Alvin. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, pada Kamis malam. Ketiganya saling meminta maaf dan bersalaman, menandakan berakhirnya perselisihan.

KAI berharap, melalui mediasi ini, persepsi publik dapat kembali selaras dan informasi yang beredar di media sosial dapat diluruskan.

Klarifikasi Dirut KAI: Dukungan Penuh untuk Karyawan

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjunjung tinggi profesionalitas layanan dan memberikan dukungan penuh kepada seluruh karyawan dalam menjalankan tugas.

"Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," ujar Bobby.

Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan wujud keterbukaan KAI terhadap masukan pelanggan.

"KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait, sebagaimana isu yang sebelumnya beredar," jelas Anne.

Evaluasi dan Peningkatan Layanan KAI

Anne juga menyampaikan bahwa KAI Group, melalui KAI Commuter dan KAI Wisata, akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found).

"Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, baik di area stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya," ujar Anne.

KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memastikan barang bawaan berada dalam pengawasan, baik di area stasiun maupun selama berada di dalam layanan kereta api, Commuter Line, dan layanan KAI Group lainnya.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar