Poros Informasi – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan ketahanan luar biasa sepanjang tahun 2025, bahkan berhasil mencetak serangkaian rekor tertinggi baru yang memukau para pelaku pasar. Kinerja impresif ini menandai penguatan signifikan di pasar modal Indonesia, dengan kapitalisasi pasar bursa yang kini menembus angka Rp15.700 triliun. Laporan ini merangkum beberapa fakta kunci di balik laju IHSG yang secara rutin menorehkan sejarah baru (all-time high) hingga pertengahan Desember 2025.
Kinerja Gemilang Pasar Modal Indonesia di 2025

Pasar modal Indonesia telah menjadi sorotan utama para pelaku ekonomi dan investor, baik domestik maupun global. Lonjakan IHSG yang konsisten mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi domestik yang stabil dan menjanjikan.
Puncak Baru IHSG dan Lonjakan Kapitalisasi Pasar Meroket
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengungkapkan bahwa IHSG berhasil mencapai posisi tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level 8.602,13 pada 26 November 2025. Puncak harian bahkan sempat menyentuh 8.720,88. "Pada tanggal yang sama, kapitalisasi pasar juga menembus angka Rp15.711 triliun," terang Inarno dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB).
Secara bulanan, IHSG menutup November di level 8.508,71, meningkat 4,22 persen secara month-to-month. Sementara itu, secara tahunan, indeks ini telah melesat 20,18 persen year-to-date (ytd). Kinerja ini, menurut Inarno, adalah kelanjutan tren positif yang selaras dengan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Aktivitas Transaksi Harian Melonjak Signifikan
Penguatan pasar modal tidak hanya tercermin dari indeks dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dari aktivitas transaksi yang semakin menggeliat. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham pada November 2025 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, mencapai Rp23,14 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan minat dan partisipasi investor yang signifikan di bursa efek, menandakan likuiditas pasar yang tinggi.
Kepercayaan Investor Asing Semakin Menguat
Dukungan terhadap pasar saham domestik juga datang dari aliran dana asing yang terus masuk. Sepanjang November, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp12,02 triliun, melanjutkan tren positif setelah mencatat Rp12,96 triliun pada Oktober. "Ini adalah indikator kuat dari keyakinan dan persepsi positif investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia," jelas Inarno, menegaskan daya tarik investasi di Tanah Air.
Fondasi Ekonomi Nasional sebagai Penopang Utama
Kinerja luar biasa pasar modal Indonesia tidak terlepas dari fundamental ekonomi nasional yang solid. Di tengah ketidakpastian dan gejolak ekonomi global, Indonesia berhasil menjaga stabilitas dan pertumbuhan yang konsisten. Kebijakan ekonomi yang prudent dan sektor riil yang resilien menjadi pilar utama yang menopang optimisme investor.
Perkembangan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang menarik di kawasan, didukung oleh kebijakan yang stabil, regulasi yang adaptif, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan di masa depan.






