Ethereum di Ambang ‘Nixon Shock’ Kripto? Analis Wall Street Ungkap Potensi $62.000!

Usman

Ethereum di Ambang 'Nixon Shock' Kripto? Analis Wall Street Ungkap Potensi $62.000!

Poros Informasi – Jagat kripto kembali dihebohkan oleh pernyataan provokatif dari Tom Lee, seorang analis keuangan kawakan Wall Street yang kini menjabat Chairman BitMine Immersion Technologies Inc. Dalam gelaran Binance Blockchain Week 2025, Lee menyulut diskusi panas di kalangan investor setelah secara blak-blakan menyamakan posisi Ethereum (ETH) saat ini dengan momen transformatif tahun 1971, sebuah periode yang mengubah lanskap finansial global secara fundamental.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika kosong, melainkan sebuah prediksi berani yang menempatkan Ethereum di pusat revolusi finansial berikutnya. Untuk memahami kedalaman analogi Tom Lee, mari kita bedah terlebih dahulu latar belakang sejarah yang ia rujuk.

Ethereum di Ambang 'Nixon Shock' Kripto? Analis Wall Street Ungkap Potensi .000!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Membedah ‘Nixon Shock’ 1971: Sebuah Kilas Balik Finansial

Tahun 1971 dikenal sebagai tahun krusial yang mengakhiri era Bretton Woods (1944-1971). Sistem ini sebelumnya mengikat Dolar AS pada standar emas, menjamin konvertibilitasnya dengan harga USD 35 per ons. Namun, pada 15 Agustus 1971, Presiden Richard Nixon secara mengejutkan mengumumkan penghentian konvertibilitas ini, sebuah peristiwa yang kemudian dikenal sebagai ‘Nixon Shock’.

Akhir Era Bretton Woods dan Lahirnya Dolar Fiat

Keputusan radikal ini mengubah Dolar AS dari mata uang yang didukung emas menjadi mata uang fiat murni, di mana nilainya semata-mata bergantung pada kepercayaan publik terhadap pemerintah dan stabilitas ekonomi AS. Meski sempat memicu kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian, ‘Nixon Shock’ justru menjadi katalisator bagi inovasi besar di Wall Street. Institusi keuangan merespons dengan menciptakan berbagai produk baru seperti derivatif, obligasi, dan instrumen finansial yang lebih kompleks. Langkah ini tidak hanya berhasil mempertahankan status Dolar sebagai mata uang cadangan global, tetapi juga memicu ekspansi ekonomi dunia, pertumbuhan eksplosif pasar keuangan, dan mengukuhkan dominasi Amerika Serikat dalam arsitektur finansial internasional.

Ethereum: Infrastruktur Triliunan Dolar di Era Tokenisasi

Lee meyakini bahwa Ethereum kini berada di persimpangan jalan yang serupa. Ia tidak memandang ETH sebagai ‘emas digital’ seperti Bitcoin, melainkan sebagai fondasi infrastruktur vital yang akan memungkinkan tokenisasi segala jenis aset di masa depan. Analogi ‘Nixon Shock’ 1971, menurut Lee, menemukan paralelnya dalam gelombang regulasi kripto AS yang diperkirakan akan matang pada tahun 2025.

Regulasi 2025: Katalisator ‘Nixon Shock’ Kripto

Regulasi ini, yang mencakup inisiatif seperti GENIUS Act, Project Crypto dari SEC, persetujuan ETF Ethereum Spot, hingga pengawasan CFTC, berpotensi memodernisasi Wall Street, mendorong inovasi keuangan, dan membuka gerbang bagi penciptaan kekayaan triliunan dolar di pasar tradisional. Pergeseran regulasi ini, yang memberikan kejelasan dan mengurangi ketidakpastian, diprediksi akan menarik institusi keuangan besar untuk merambah dunia kripto.

Dominasi Ethereum dalam Real World Asset (RWA)

Lee melihat potensi ‘supercycle’ di mana Ethereum, sebagai platform smart contract terdepan, akan menjadi penerima manfaat utama. Ia memprediksi bahwa adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset—RWA) akan menjadi ‘normal baru’, mirip dengan dominasi uang fiat pasca-era Nixon. Tokenisasi RWA adalah proses mengubah aset fisik atau tradisional menjadi representasi digital di blockchain, membuka peluang perdagangan 24/7, peningkatan likuiditas, dan akses global tanpa perantara.

Lee menyoroti bahwa sebagian besar infrastruktur RWA saat ini dibangun di atas Ethereum, termasuk solusi Layer 2 seperti Polygon atau Optimism, yang secara kolektif mendominasi sekitar 70% pasar RWA. Ini mencakup tokenisasi saham, obligasi, real estat, bahkan dolar AS melalui stablecoin populer seperti USDT atau USDC. Institusi raksasa seperti Mastercard, Ripple, dan TON Blockchain telah menyatakan komitmen mereka untuk membangun di ekosistem Ethereum. Dengan pertumbuhan stablecoin mencapai 20-30% per tahun untuk remitansi, treasury, dan penyelesaian lintas batas, Lee percaya bahwa adopsi tokenisasi akan meledak hingga 200 kali lipat, didorong oleh kerangka regulasi yang semakin mendukung.

Target Harga Ambisius: ETH Menuju $62.000?

Dengan visi jangka panjang ini, Tom Lee tidak ragu mematok target harga yang mencengangkan untuk Ethereum. Ia memperkirakan ETH bisa melesat hingga $62.000 dalam beberapa bulan mendatang, dengan asumsi rasio ETH/BTC mencapai 0,25 dan Bitcoin sendiri menyentuh $250.000. Bahkan jika hanya kembali ke rata-rata historis delapan tahun, ETH masih berpotensi mencapai $12.000.

Saat ini, dengan ETH diperdagangkan di kisaran $3.000, Lee menganggapnya ‘sangat undervalued’ (grossly undervalued), terutama setelah berhasil keluar dari pola sideways lima tahun. BitMine Immersion Technologies Inc., perusahaan yang dipimpin Lee, telah menunjukkan keyakinan ekstremnya dengan mengakumulasi 1,52 juta ETH, setara dengan sekitar 1,3% dari total suplai, senilai $6,6 miliar. Ini menjadikan BitMine sebagai pemegang treasury ETH terbesar di dunia, dengan ambisi untuk setidaknya menguasai 5% dari suplai ETH untuk tujuan staking dan DeFi.

Peluang Bagi Investor di Indonesia

Secara keseluruhan, Tom Lee ingin menyampaikan bahwa Ethereum bukan lagi sekadar altcoin biasa, melainkan aset strategis yang fundamental untuk era tokenisasi global. Bagi investor di Indonesia, dengan dukungan regulasi pemerintah terhadap adopsi aset kripto, Ethereum patut dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio investasi. Selain konsistensinya sebagai aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, potensi adopsi aset dunia nyata (RWA) yang semakin luas membuka peluang pertumbuhan yang signifikan. Untuk Anda yang tertarik menjelajahi potensi Ethereum, platform terpercaya seperti porosinformasi.co.id menyediakan kemudahan akses untuk memulai investasi aset kripto Anda.


DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber:

  • YahooFinance: Tom Lee Claims Ethereum Will Hit $62,000 in Next Few Months, Ramps up Bitcoin Call to $250,000. Diakses 15 Desember 2025.
  • Bezinga: Tom Lee Calls Ethereum A 1971-Style Gold Moment As ETH Hits New All-Time High, Says ‘Very High Probability’ Of Flipping Bitcoin. Diakses 15 Desember 2025.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar