Poros Informasi – Geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia semakin menunjukkan tren positif, tidak hanya dalam memperluas jangkauan pasar, tetapi juga dalam menggenjot kualitas produk melalui strategi hilirisasi. Peningkatan ini terkonfirmasi melalui pernyataan Deputi Bidang Usaha Menengah, Bagus Rachman, dalam gelaran Holding UMKM Expo 2025 yang baru saja usai. Inisiatif ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing global.
Mengukir Jejak di Pasar Global: Lebih dari Sekadar Penjualan

Menurut Bagus Rachman, inisiatif seperti Holding UMKM Expo 2025 bukan sekadar ajang pameran produk. Lebih jauh, ini adalah platform strategis bagi UMKM untuk "naik kelas" dan memperkuat posisinya di pasar. Ia menekankan bahwa melalui sertifikasi produk, penguatan merek yang terencana, dan proses hilirisasi, produk UMKM dapat memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi. Hal ini menjadikannya lebih kompetitif, baik di pasar domestik maupun di kancah internasional. Tema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor" yang diusung dalam expo tersebut secara gamblang merefleksikan visi besar ini, yakni menciptakan UMKM yang mandiri dan berorientasi ekspor.
Transformasi Kualitas Melalui Hilirisasi
Hilirisasi dalam konteks UMKM berarti proses pengolahan bahan mentah atau setengah jadi menjadi produk akhir yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya tarik pasar yang lebih besar. Ambil contoh, petani kopi yang tidak hanya menjual biji mentah, tetapi mengolahnya menjadi kopi bubuk premium dengan kemasan menarik dan merek yang kuat. Atau nelayan yang mengolah hasil tangkapan menjadi produk olahan bernilai tambah seperti kerupuk ikan, abon, atau bahkan produk kosmetik berbasis kolagen ikan. Langkah ini tidak hanya membuka peluang pasar baru dan memperluas segmen konsumen, tetapi juga meningkatkan margin keuntungan bagi pelaku UMKM, sekaligus menciptakan lapangan kerja di sektor pengolahan dan distribusi.
Gelaran Akbar UMKM: Panggung Inovasi dan Kolaborasi
Holding UMKM Expo 2025, yang berlangsung meriah pada 22-24 Desember 2025 di SMESCO Indonesia, Jakarta, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan berbagai pihak dalam mendukung ekosistem UMKM. Acara ini memamerkan beragam produk unggulan dari berbagai sektor, mulai dari kuliner inovatif, fesyen kontemporer, hasil pertanian organik, hingga produk perikanan dan kelautan yang prospektif.
Selain pameran, expo ini juga menjadi wadah strategis untuk business matching, di mana UMKM dapat bertemu langsung dengan calon pembeli, distributor, atau investor potensial. Sesi talkshow tematik memberikan wawasan berharga mengenai tren pasar, strategi pemasaran digital, dan inovasi produk. Tak kalah penting, penandatanganan kerja sama dengan lembaga pembiayaan membuka akses permodalan yang krusial bagi pengembangan usaha UMKM. Antusiasme publik terlihat jelas dengan tercatatnya 2.171 pengunjung yang memadati area pameran dan berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM selama tiga hari penyelenggaraan, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal berkualitas.
Ekosistem Pendukung untuk Jagoan Ekspor
Keberhasilan Holding UMKM Expo 2025 menggarisbawahi pentingnya pembangunan ekosistem yang komprehensif untuk UMKM. Ekosistem ini mencakup akses pasar yang lebih luas, peningkatan kualitas produk melalui sertifikasi dan standardisasi internasional, dukungan pembiayaan yang adaptif, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni. Dengan fondasi yang kuat ini, diharapkan UMKM Indonesia tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga "jagoan ekspor" yang mampu bersaing di kancah global, membawa nama baik Indonesia ke pasar internasional dan memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara.






