BBM Turun 2026: 5 Fakta Tak Terduga yang Wajib Anda Simak!

Renita

BBM Turun 2026: 5 Fakta Tak Terduga yang Wajib Anda Simak!

Poros Informasi – Kabar gembira menyelimuti awal tahun 2026 bagi para pengguna kendaraan bermotor di seluruh penjuru Indonesia. Sejak tanggal 1 Januari 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mengalami penyesuaian turun yang berlaku serentak di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), termasuk Pertamina, Shell, Vivo, dan BP. Kebijakan ini tentu saja disambut antusias, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi nasional.

Secara spesifik, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, menjadi salah satu pemain utama yang menurunkan harga produk BBM non-subsidinya. Harga Pertamax kini dipatok Rp12.350 per liter, turun dari sebelumnya Rp12.750 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo juga mengalami koreksi harga menjadi Rp13.400 per liter dari Rp13.750 per liter. Kendati demikian, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap stabil di angka Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi Rp6.800 per liter, memastikan akses energi dasar tetap terjangkau bagi masyarakat luas di seluruh Indonesia.

BBM Turun 2026: 5 Fakta Tak Terduga yang Wajib Anda Simak!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Mengapa Harga BBM Turun? Analisis Ekonomi di Baliknya

Penyesuaian harga BBM ini bukanlah tanpa dasar. Keputusan strategis ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro dan kondisi pasar energi global.

Formula Harga dan Dinamika Pasar Global

Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, keputusan penyesuaian harga ini diambil dengan berpegang pada formula harga yang ditetapkan pemerintah. Faktor-faktor krusial yang dipertimbangkan meliputi tren harga rata-rata minyak dunia yang dipublikasikan oleh lembaga terkemuka seperti Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala, dan tetap menjadikan harga Pertamax Series dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif di pasar," terang Roberth, mengindikasikan strategi perusahaan untuk menjaga daya saing di tengah persaingan ketat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan stimulus positif bagi sektor transportasi dan logistik, yang pada gilirannya dapat menekan biaya operasional dan mendorong efisiensi di berbagai lini bisnis.


Pengecualian di Wilayah Bencana: Kebijakan Khusus Pertamina

Dalam konteks yang berbeda, Pertamina menerapkan kebijakan khusus untuk tiga wilayah yang masih dalam masa pemulihan pasca-bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di daerah-daerah ini, harga Pertamax Series tidak mengalami penyesuaian sejak November 2025.

Stabilitas Harga untuk Pemulihan Ekonomi Lokal

Kebijakan ini menjadikan harga BBM non-subsidi di ketiga provinsi tersebut relatif lebih rendah dibandingkan provinsi lain dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang sama, sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemulihan ekonomi lokal. Ini adalah langkah proaktif dari Pertamina untuk meringankan beban masyarakat dan pelaku usaha di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.

Berikut rincian harga BBM Non-Subsidi yang berlaku di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (dengan PBBKB 7,5%) mulai 1 Januari 2026:

  • Pertamax: Rp12.500/liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.400/liter
  • Dexlite: Rp13.800/liter
  • Pertamina Dex: Rp13.900/liter

Sedangkan, untuk Provinsi Sumatera Barat (dengan PBBKB 10%), harga yang berlaku mulai 1 Januari 2026 adalah:

  • Pertamax: Rp12.800/liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.700/liter
  • Dexlite: Rp14.100/liter
  • Pertamina Dex: Rp14.200/liter

Kebijakan penurunan harga BBM non-subsidi di awal tahun ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi makro dan daya beli masyarakat. Harapannya, langkah ini dapat memicu roda perekonomian bergerak lebih dinamis, sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha, serta menjaga inflasi tetap terkendali.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar