Poros Informasi – Pasar kripto kembali dihebohkan dengan pergerakan harga Pi Network (PI) yang menunjukkan tren pelemahan signifikan. Terpantau melalui data Coinmarketcap pada Senin (2/2), aset digital ini terus tertekan. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, nilai PI merosot tajam sebesar 5,4%, mencapai level $0,152. Penurunan ini memperpanjang rentetan pelemahan yang telah mendera Pi Network sejak awal tahun ini, menimbulkan kekhawatiran di kalangan para pemegang aset.
Keterpurukan harga ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai faktor negatif. Mulai dari peningkatan drastis suplai token yang beredar, rusaknya struktur teknikal pada grafik harga, hingga sentimen pasar kripto global yang kini berada dalam fase ‘risk-off’ ekstrem, di mana investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi. Pergerakan harga terkini semakin menjauhkan PI dari puncak rekor tertingginya, memicu pertanyaan serius mengenai prospek keberlanjutan nilai token ini di tengah tekanan fundamental yang tak kunjung mereda.

Tekanan Unlock Token Semakin Membesar
Salah satu pemicu utama di balik merosotnya harga PI adalah akselerasi pelepasan token (unlock token) ke pasar. Data menunjukkan, sepanjang Februari 2026, lebih dari 133 juta token PI telah membanjiri sirkulasi.
Ancaman Banjir Suplai PI
Angka ini baru permulaan dari total sekitar 1,3 miliar token PI yang dijadwalkan akan dilepas secara bertahap ke pasar dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Ini menimbulkan kekhawatiran akan ‘supply shock’ yang berkelanjutan. Dengan rata-rata pelepasan harian mencapai 4,6 juta PI, tekanan suplai di pasar meningkat secara eksponensial. Di tengah kondisi permintaan yang cenderung lesu, mekanisme unlock ini secara fundamental mengikis prinsip kelangkaan token dan menciptakan kelebihan pasokan (overhang supply) yang sulit diserap oleh pasar.
Aktivitas Jual Dominasi Pasar
Meskipun volume perdagangan melonjak hingga 300% mencapai kisaran $28 juta dalam 24 jam terakhir, indikasi kuat menunjukkan bahwa mayoritas aktivitas tersebut didominasi oleh aksi jual (selling pressure), bukan akumulasi oleh investor baru. Fenomena ini semakin mempertegas sinyal bahwa para investor dan pemegang aset memanfaatkan setiap kenaikan harga minor sebagai kesempatan untuk melepaskan kepemilikan mereka.
Breakdown Teknikal Memperburuk Sentimen
Dari perspektif analisis teknikal, Pi Network saat ini berada dalam posisi yang sangat rapuh dan rentan terhadap penurunan lebih lanjut.
Garis Pertahanan yang Jebol
Harga PI secara resmi telah menembus level support psikologis krusial di $0,20, sebuah batas yang sebelumnya diyakini sebagai zona pertahanan vital bagi para pembeli. Penembusan support ini memicu gelombang aksi jual lanjutan, yang secara signifikan mempercepat laju pelemahan harga.
Indikator Bearish yang Mengkhawatirkan
Indikator Relative Strength Index (RSI) dengan periode 14 hari menunjukkan angka 21,81, mengindikasikan kondisi ‘oversold’ yang ekstrem. Namun, perlu dicatat bahwa sinyal oversold ini belum disertai dengan konfirmasi pembalikan arah (reversal) yang meyakinkan. Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih memancarkan momentum bearish yang kuat, tanpa adanya divergensi positif signifikan yang bisa menjadi harapan pembalikan tren. Lebih lanjut, harga PI kini diperdagangkan di bawah seluruh garis moving average utama, dengan Simple Moving Average (SMA) 7 hari di $0,1666 dan SMA 30 hari di $0,1925. Struktur ini mengkonfirmasi dominasi penjual dalam jangka pendek hingga menengah. Apabila tekanan jual terus berlanjut, level $0,15 akan menjadi support krusial berikutnya yang harus dipertahankan. Kegagalan untuk bertahan di level ini berpotensi membuka pintu menuju area psikologis $0,10, memperdalam kerugian.
Sentimen Pasar Kripto Masuk Fase Extreme Fear
Tekanan yang dialami PI tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar kripto secara makro yang sedang bergejolak.
Efek Domino dari Bitcoin
Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin (BTC) sebagai lokomotif pasar, telah terkoreksi sekitar 5% ke area $83.000, menyeret mayoritas altcoin lainnya ke zona merah. Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat mengalami penurunan sekitar 6%, sementara Fear & Greed Index anjlok ke level 15, sebuah indikasi kuat kondisi ‘extreme fear’ yang melanda investor. Dalam fase ketakutan ekstrem seperti ini, investor secara alami cenderung menghindari aset berisiko tinggi, termasuk altcoin yang memiliki fundamental dan likuiditas yang relatif lebih lemah dibandingkan aset utama.
PI Terjun Lebih Dalam dari Rata-rata
Meskipun demikian, penurunan harga PI tercatat jauh lebih dalam dan signifikan dibandingkan dengan pergerakan pasar secara umum. Sejak mencapai rekor tertingginya di $2,98, harga PI telah mengalami koreksi fantastis sekitar 93%, angka yang jauh melampaui rata-rata penurunan pasar kripto dalam 30 hari terakhir.
Pelemahan harga Pi Network saat ini merefleksikan kombinasi berbahaya dari tokenomics yang bersifat inflasioner, struktur teknikal yang telah rusak, dan psikologi pasar yang sangat rapuh. Meskipun indikator RSI menunjukkan kondisi oversold yang secara teoritis dapat memicu potensi rebound jangka pendek, tekanan masif dari rencana pelepasan 1,3 miliar token di masa mendatang membuat prospek pemulihan terlihat sangat terbatas tanpa adanya katalisator yang kuat.
Fokus utama para investor saat ini tertuju pada level support $0,15. Apabila level krusial ini gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi terus berlanjut, mendorong PI untuk mencetak level terendah baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Pasar akan terus mencermati apakah akan ada tanda-tanda akumulasi besar-besaran atau perubahan fundamental yang signifikan yang mampu mengubah arah tren bearish ini dalam waktu dekat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai dinamika pasar kripto dan analisis mendalam lainnya, kunjungi porosinformasi.co.id.
Peringatan Risiko: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil merupakan tanggung jawab penuh Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto.






