Bitcoin Ambruk! Level $60.000 Terancam? Simak Analisisnya!

Usman

Bitcoin Ambruk! Level $60.000 Terancam? Simak Analisisnya!

Poros Informasi – Pasar kripto kembali diguncang gejolak signifikan. Bitcoin (BTC), aset digital terkemuka, mencatat penurunan tajam hampir 9% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $64.499,89 per BTC. Sentimen ‘risk-off’ kini mendominasi, memicu gelombang jual yang intens di seluruh ekosistem.

Data dari porosinformasi.co.id pada Jumat (6/2) menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di sekitar $1.289 triliun. Yang menarik perhatian adalah lonjakan volume perdagangan 24 jam yang mencapai $140,80 miliar. Peningkatan volume ini, terutama di tengah penurunan harga, seringkali menjadi indikator kuat adanya kepanikan jangka pendek di kalangan investor, sekaligus fase distribusi setelah periode reli sebelumnya.

Bitcoin Ambruk! Level .000 Terancam? Simak Analisisnya!
Gambar Istimewa : blog.pintu.co.id

Badai Merah di Pasar Kripto: Detil Penurunan Bitcoin

Dalam rentang 24 jam terakhir, volatilitas BTC sangat mencolok. Harga sempat menyentuh level terendah $60.074,20 sebelum mencoba sedikit rebound, dengan harga tertinggi harian mencapai $71.802,46. Fluktuasi lebar ini menegaskan bahwa pasar masih sangat sensitif dan pelaku pasar cenderung mengambil posisi hati-hati.

Penurunan ini bukan hanya fenomena harian. Secara mingguan, Bitcoin tercatat terkoreksi -22,05%, dan dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai -30,17%. Bahkan dalam horizon 90 hari, BTC sudah tergelincir hampir -36,92% dari level sebelumnya. Data ini mengindikasikan bahwa tekanan jual yang terjadi saat ini bukan sekadar koreksi teknikal ringan, melainkan bagian dari fase pelemahan tren yang lebih luas dan berkelanjutan.


Mengurai Benang Kusut: Faktor Pemicu Anjloknya BTC

Penurunan tajam harga BTC hari ini tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor utama yang secara kolektif membebani pergerakan Bitcoin:

Geopolitik dan Ekonomi Global

Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, ditambah dengan data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi, telah memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi makroekonomi yang tidak menentu ini secara langsung menekan aset berisiko seperti kripto, mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman.

Tekanan Profit-Taking dan Sentimen Pasar

Setelah periode reli yang cukup panjang, banyak investor mengambil kesempatan untuk merealisasikan keuntungan (profit-taking). Pergeseran sentimen dari ‘Fear of Missing Out’ (FOMO) menjadi ‘Fear, Uncertainty, and Doubt’ (FUD) mempercepat tekanan jual, menciptakan efek domino di pasar. Kepanikan ini diperparah oleh likuidasi posisi leverage yang masif.

Ketidakpastian Regulasi

Lingkungan regulasi yang masih belum pasti di beberapa yurisdiksi juga menambah lapisan kekhawatiran bagi investor institusional maupun ritel. Ketidakjelasan mengenai kerangka hukum dan potensi pengetatan aturan membuat mereka cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan modal di pasar kripto.


Pertarungan di Level Kunci: Support dan Resistance BTC

Dari sisi struktur pasar, Bitcoin saat ini masih diperdagangkan jauh di bawah puncak historisnya, menandakan bahwa pasar berada dalam fase koreksi yang signifikan.

Level $60.000 kini menjadi benteng psikologis yang sangat krusial. Kegagalan untuk bertahan di atas level ini dapat membuka pintu bagi penurunan lebih lanjut menuju zona support berikutnya, yang bisa jadi lebih dalam. Para analis teknikal akan memantau ketat area ini sebagai indikator kekuatan atau kelemahan pasar.

Di sisi lain, area $70.000-$72.000 berfungsi sebagai zona resistensi awal yang kuat. Setiap upaya pemulihan yang gagal menembus dan bertahan di atas level ini berisiko hanya menjadi ‘dead cat bounce’—kenaikan sementara sebelum melanjutkan tren turun. Untuk melihat pembalikan tren yang meyakinkan, BTC perlu menunjukkan kekuatan untuk menembus dan mengkonsolidasi di atas level ini.


Fondasi Jangka Panjang Tetap Kokoh, Namun Jangka Pendek…

Meskipun demikian, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap solid. Dengan pasokan beredar sekitar 19,98 juta BTC, atau 95,17% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, kelangkaan struktural aset ini tidak berubah. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) yang mencapai sekitar $1,358 triliun juga menegaskan dominasi BTC sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Namun, dalam jangka pendek, kekuatan fundamental ini belum cukup untuk mengimbangi tekanan sentimen pasar dan faktor teknikal yang sedang membebani. Pasar kripto, dengan karakteristiknya yang sangat dinamis, seringkali didominasi oleh sentimen dan berita makroekonomi dalam jangka waktu yang singkat.


Strategi di Tengah Badai: Apa yang Harus Dilakukan?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat dengan volatilitas tinggi. Penurunan hampir 9% dalam sehari menandakan dominasi penjual masih signifikan, meskipun muncul upaya rebound kecil dalam time frame sangat pendek.

Bagi para trader, kondisi pasar saat ini menuntut penerapan manajemen risiko yang sangat ketat dan kewaspadaan tinggi terhadap pergerakan harga yang ekstrem. Menggunakan stop-loss dan tidak mengambil posisi berlebihan menjadi kunci untuk bertahan di tengah gejolak.

Sementara itu, bagi investor jangka panjang, fase koreksi yang dalam seringkali dipandang sebagai kesempatan untuk akumulasi bertahap. Namun, penting untuk tetap mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan menunggu konfirmasi stabilisasi harga sebelum melakukan keputusan investasi. Diversifikasi portofolio juga tetap menjadi strategi bijak.

Selama Bitcoin belum mampu membentuk struktur pemulihan yang solid dan meyakinkan, pasar diperkirakan akan terus bergerak fluktuatif dengan kecenderungan bearish dalam horizon jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di porosinformasi.co.id. Ikuti Google News porosinformasi.co.id untuk update berita kripto dan unduh aplikasi trading Bitcoin & kripto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar