Bitcoin Bangkit? Harga BTC Melonjak, Tapi Ada ‘Jebakan’ Tersembunyi!

Usman

Poros Informasi – Pasar kripto kembali diwarnai nuansa hijau, setidaknya untuk Bitcoin. Setelah periode tekanan yang cukup menguras kesabaran investor, aset digital terbesar ini berhasil mencatatkan rebound signifikan. Pada Rabu (25/2), harga Bitcoin (BTC) melesat ke level $65.408,60 per koin, menguat impresif sebesar +2,93% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini sontak memicu gelombang optimisme jangka pendek, namun para analis dan veteran pasar mengingatkan agar tidak terbuai euforia terlalu cepat, mengingat bayang-bayang koreksi tajam masih menghantui performa bulanan dan kuartalan aset primadona ini.

Sinyal Hijau di Tengah Badai Volatilitas

Bitcoin Bangkit? Harga BTC Melonjak, Tapi Ada 'Jebakan' Tersembunyi!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Secara fundamental, lonjakan harga ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini bertengger di kisaran $1,307 triliun. Angka ini, ditambah dengan volume perdagangan harian yang mencapai $41,97 miliar, mengindikasikan bahwa likuiditas pasar tetap kokoh dan minat investor belum surut, meskipun volatilitas menjadi teman sehari-hari di arena kripto. Ini adalah bukti bahwa daya tarik Bitcoin sebagai aset digital masih sangat kuat, bahkan di tengah gejolak.

Dinamika Harga dalam 24 Jam: Pertarungan Sengit Bull dan Bear

Dalam rentang waktu 24 jam terakhir, pergerakan BTC bak arena pertarungan sengit antara ‘bull’ (pembeli) dan ‘bear’ (penjual). Harga sempat menyentuh titik terendah di $62.553,19 sebelum melesat hingga puncaknya di $66.284,59. Fluktuasi yang cukup lebar ini menegaskan adanya tekanan jual dan beli yang berimbang, menciptakan dinamika pasar yang menarik. Meskipun sempat terkoreksi tipis sekitar -0,8% dalam satu jam terakhir, sentimen intraday secara keseluruhan masih cenderung bullish. Kenaikan harian sebesar $1.812,27 atau +2,85% ini bisa diinterpretasikan sebagai sinyal rebound teknikal setelah periode tekanan jual yang mendominasi. Namun, kacamata yang lebih luas menunjukkan bahwa tren menengah masih diwarnai pelemahan.

Bayangan Koreksi Jangka Menengah: Antara Harapan dan Realita

Kenaikan hari ini memang menyegarkan, namun para investor cerdas tak boleh melupakan fakta pahit yang terukir dalam performa 30 hingga 90 hari terakhir. Data menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam cengkeraman koreksi yang cukup dalam:

Periode Waktu Perubahan Harga
30 Hari -14,12%
60 Hari -13,06%
90 Hari -25,07%

Koreksi lebih dari 25% dalam tiga bulan terakhir bukanlah angka yang bisa diabaikan. Ini mengisyaratkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar, atau bahkan tren turun menengah yang belum usai. Oleh karena itu, banyak analis melihat kenaikan hari ini sebagai sebuah ‘relief rally‘—kenaikan sementara untuk meredakan tekanan—bukan sebagai sinyal pembalikan tren jangka panjang yang kokoh. Pertanyaannya, apakah ini hanya jeda sesaat sebelum koreksi lanjutan?

Jauh dari Puncak Kejayaan: Potensi atau Peringatan?

Bitcoin masih terhampar jauh dari rekor tertinggi sepanjang masanya (All-Time High/ATH) di angka fantastis $126.198,07. Dengan harga saat ini yang terkoreksi hampir 50% dari puncak tersebut, kondisi ini membuka dua skenario besar yang saling bertolak belakang bagi para investor:

  • Peluang Akumulasi: Bagi mereka yang berpandangan bullish jangka panjang, harga saat ini bisa dipandang sebagai diskon besar, membuka kesempatan untuk mengakumulasi aset sebelum potensi kenaikan ke level ATH baru.
  • Peringatan Lanjutan: Di sisi lain, koreksi yang dalam ini juga bisa menjadi indikator bahwa pasar masih rentan terhadap tekanan jual lebih lanjut, dan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar pulih.

Fondasi Bitcoin: Kelangkaan dan Dominasi Pasar

Terlepas dari gejolak harga, struktur pasokan Bitcoin tetap menjadi salah satu pilar fundamental yang kuat. Saat ini, suplai beredar Bitcoin berada di angka 19,99 juta BTC, yang berarti sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC telah beredar di pasar. Implikasinya jelas: suplai baru semakin terbatas, sebuah faktor yang secara inheren bersifat bullish dalam jangka panjang karena prinsip kelangkaan aset.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) yang mencapai $1,373 triliun mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh 21 juta BTC telah beredar. Sebagai aset kripto dengan peringkat #1 berdasarkan kapitalisasi pasar, Bitcoin tak hanya sekadar mata uang digital; ia adalah barometer utama yang menentukan arah pergerakan pasar kripto global. Setiap ‘tarikan napas’ BTC kerap menjadi penentu sentimen bagi altcoin dan keseluruhan industri blockchain.

Level Kritis yang Wajib Dipantau Trader Kripto

Bagi para trader yang mengandalkan analisis teknikal, beberapa level krusial patut dicermati untuk mengukur kekuatan dan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya:

  • Level Support Kunci: $62.500. Jika harga bertahan di atas level ini, sinyal bullish jangka pendek masih valid. Penembusan ke bawah bisa memicu koreksi lebih dalam.
  • Level Resistance Terdekat: $66.500. Penembusan level ini dengan volume tinggi akan membuka jalan menuju resistance berikutnya di $70.000.
  • Indikator RSI (Relative Strength Index): Berada di kisaran 50-60, menunjukkan kondisi netral hingga sedikit bullish, belum overbought.
  • MACD (Moving Average Convergence Divergence): Menunjukkan potensi crossover bullish, yang bisa mengindikasikan momentum naik.
  • Moving Averages: Harga masih berada di bawah Moving Average 50 hari (sinyal bearish jangka pendek), namun tetap di atas Moving Average 200 hari (sinyal bullish jangka panjang).

Volume perdagangan yang mendekati $42 miliar menunjukkan partisipasi pasar yang aktif. Jika volume tetap tinggi saat harga menunjukkan tren kenaikan, ini bisa menjadi konfirmasi validitas tren naik jangka pendek. Namun, jika volume justru menurun saat harga mencoba menembus resistance, potensi penolakan (rejection) dan koreksi kembali akan semakin besar.

Prospek Jangka Pendek: Waspada di Tengah Optimisme

Dalam horizon jangka pendek, Bitcoin memang memancarkan sinyal pemulihan teknikal setelah tekanan signifikan yang mendera selama beberapa bulan terakhir. Namun, dengan penurunan 7 hari yang masih berada di angka -3,21%, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas lanjutan yang bisa datang kapan saja.

Sentimen pasar global, arus dana institusional, serta faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga dan inflasi, masih menjadi katalis utama yang akan menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya. Ini bukan sekadar permainan angka, melainkan interaksi kompleks berbagai elemen ekonomi dan psikologi pasar.

Analisa harga BTC hari ini memang menyajikan gambaran rebound yang menggembirakan dengan kenaikan hampir 3% ke level $65.408. Namun, narasi besar tren menengah masih dibayangi koreksi 25% dalam tiga bulan terakhir. Area $62.500 menjadi benteng pertahanan kunci bagi para bull, sementara zona $66.500-$70.000 akan menjadi medan uji kekuatan berikutnya. Bagi trader jangka pendek, momentum saat ini mungkin membuka peluang spekulatif yang menarik. Namun, untuk investor jangka panjang, fase volatilitas ini bisa menjadi momen strategis untuk akumulasi bertahap, tentu saja dengan manajemen risiko yang disiplin. Pertanyaan krusial yang akan terjawab di hari-hari mendatang adalah: apakah ini adalah awal dari pembalikan tren yang dinanti, ataukah hanya sebuah jeda singkat sebelum badai koreksi berikutnya kembali menerjang?

Investasi dan trading aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli. porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar