Misteri Solana: Sinyal Bullish Kuat, Tapi Ancaman Koreksi Mengintai!

Usman

Misteri Solana: Sinyal Bullish Kuat, Tapi Ancaman Koreksi Mengintai!

Poros Informasi – Harga Solana (SOL) kini berada di persimpangan krusial, memancarkan sinyal ganda yang membingungkan para investor. Setelah periode tekanan yang cukup panjang, di mana nilainya sempat terkoreksi sekitar 13% dalam sebulan terakhir, sejumlah indikator teknikal dan on-chain mulai mengisyaratkan potensi pembalikan tren. Namun, di sisi lain, sebuah metrik penting juga membunyikan alarm, mengingatkan akan risiko koreksi harga sebesar 7% hingga 10% yang bisa terjadi dalam waktu dekat. Dinamika ini menjadikan pergerakan SOL sangat volatil dan patut dicermati.

Sinyal Pemulihan yang Menjanjikan

Misteri Solana: Sinyal Bullish Kuat, Tapi Ancaman Koreksi Mengintai!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Bullish Divergence Terdeteksi

Salah satu indikator awal yang memberikan harapan bagi Solana adalah kemunculan bullish divergence pada grafik harga. Fenomena ini terlihat antara 28 Januari hingga 1 Maret, di mana harga SOL membentuk lower low (titik terendah yang lebih rendah), sementara indikator Relative Strength Index (RSI) mencatat higher low (titik terendah yang lebih tinggi).

Dikutip dari BeInCrypto, pola ini secara historis sering menjadi pertanda bahwa tekanan jual mulai mereda dan momentum bearish kehilangan kekuatannya. Setelah sinyal ini muncul, Solana sempat menunjukkan kenaikan sekitar 10%, meskipun kemudian kehilangan momentum akibat gejolak pasar yang lebih luas. Struktur bullish ini masih dianggap valid selama harga tetap bertahan di atas swing low yang terbentuk pada 1 Maret.

Selain itu, Solana juga tengah menguji level 20-day Exponential Moving Average (EMA), sebuah indikator kunci untuk mengidentifikasi perubahan momentum jangka pendek. Pada awal Januari lalu, penembusan level ini berhasil memicu reli signifikan sekitar 17%.

Akumulasi Investor Jangka Panjang Meningkat

Data on-chain dari Glassnode mengungkap aktivitas menarik dari investor jangka panjang. Metrik Hodler Net Position Change menunjukkan peningkatan akumulasi yang substansial, dari sekitar 642.906 SOL menjadi 819.114 SOL antara 1 hingga 3 Maret. Kenaikan sekitar 27% dalam kurun waktu dua hari ini mengindikasikan bahwa investor berpengalaman mulai menambah eksposur mereka, bahkan di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak. Akumulasi ini sering diartikan sebagai kepercayaan terhadap fundamental jangka panjang aset.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa akumulasi dari investor jangka panjang tidak selalu menjamin pemulihan harga akan berjalan mulus dalam jangka pendek.

Awan Gelap di Balik Potensi Kenaikan

Peringatan dari Holder Jangka Pendek

Di balik sinyal bullish yang menggoda, ada peringatan penting yang datang dari indikator Short-Term Holder Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Nilai NUPL, yang mengukur keuntungan atau kerugian rata-rata investor jangka pendek, telah meningkat dari -0,71 menjadi -0,49 sejak 23 Februari.

Secara historis, kondisi di mana kerugian investor jangka pendek mulai berkurang dan mendekati titik impas seringkali memicu tekanan jual. Trader yang sebelumnya menahan aset dalam kerugian cenderung akan menjual saat harga kembali mendekati level pembelian mereka untuk meminimalkan kerugian atau sekadar keluar dari posisi.

Contoh serupa terjadi pada 24 Februari, ketika NUPL mencapai sekitar -0,50 dan harga Solana berada di US$88. Dalam tiga hari berikutnya, harga SOL terkoreksi sekitar 7%. Peristiwa lain yang patut dicatat adalah pada 6 Februari, di mana harga berada di sekitar US$87 dan kemudian turun hampir 10% dalam enam hari.

Zona Resistance Krusial Menanti

Data distribusi harga menunjukkan adanya klaster suplai yang signifikan di kisaran US$86 hingga US$88. Di zona ini, sekitar 14,19 juta SOL sebelumnya diakumulasikan. Area ini berpotensi menjadi resistance yang kuat, karena investor yang membeli di level tersebut kemungkinan besar akan menjual aset mereka ketika harga kembali mendekati titik impas.

Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar US$83, tepat di bawah area resistance yang krusial ini. Tim Analis Poros Informasi menyatakan bahwa zona US$86-$89 menjadi filter yang sangat penting bagi kelanjutan tren SOL untuk mencapai kembali target psikologis US$101. "Jika gagal menembus area klaster suplai tersebut, risiko koreksi menuju US$77 tetap terbuka lebar," jelas mereka.

Proyeksi Pergerakan Harga SOL Mendatang

Masa depan Solana dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menembus zona resistance utama di US$86–US$89. Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas US$89, potensi kenaikan menuju US$92, US$96, hingga US$101 dapat terbuka lebar. Ini akan menjadi konfirmasi kuat bagi pembalikan tren yang lebih signifikan.

Namun, jika Solana gagal menembus resistance tersebut dan justru turun di bawah support US$82, harga berpotensi kembali menguji area US$77. Skenario ini akan mencerminkan koreksi sekitar 7% hingga 10%, sejalan dengan peringatan dari indikator Short-Term Holder NUPL.

Dinamika pasar Solana saat ini adalah pertarungan antara sinyal pembalikan yang menjanjikan dan potensi tekanan jual jangka pendek. Investor dan trader disarankan untuk memantau dengan cermat pergerakan harga di sekitar level-level kunci ini, karena akan menjadi penentu arah tren SOL selanjutnya.


DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar