Poros Informasi – Jakarta, 7 Maret 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas meminta investor dan masyarakat untuk tidak panik. Ia menekankan bahwa gejolak ini adalah bagian dari dinamika pasar yang wajar, mengingat Indonesia kini berada dalam fase ekspansi ekonomi yang diproyeksikan stabil untuk jangka panjang.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya sebagai respons terhadap fluktuasi pasar yang terjadi, di mana IHSG mengalami penurunan yang cukup terasa. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh, menjadi landasan penting bagi investor untuk tetap tenang dan melihat gambaran besar.

Menepis Keresahan Pasar: Fondasi Ekonomi Kuat
Di tengah hiruk-pikuk pasar, Menkeu Purbaya berupaya menenangkan sentimen negatif dengan menegaskan kekuatan fondasi ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa setiap gejolak pasar adalah siklus alami yang tidak seharusnya mengaburkan prospek cerah perekonomian Indonesia ke depan.
Meluruskan Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menanggapi berbagai spekulasi mengenai target pertumbuhan ekonomi, Purbaya meluruskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mencapai angka 6 persen. "Triwulan pertama 8 persen? Ah nggak, 6. Saya nggak pernah bilang 8. 8 nanti, kalau 6 persen tercapai baru mungkin kita lihat 8 atau bisa kelihatan," jelas Purbaya dalam sebuah media briefing di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Penegasan ini menggarisbawahi pendekatan yang realistis dan bertahap dalam mencapai target ekonomi yang lebih ambisius, bukan sekadar mengejar angka tanpa dasar yang kuat.
Dinamika Pasar Modal: Peluang di Balik Fluktuasi
Purbaya menganalogikan pergerakan ekonomi nasional layaknya instrumen di pasar modal yang memang lazim mengalami pasang surut. Ia menekankan pentingnya bagi investor untuk melihat fundamental ekonomi makro yang kokoh, ketimbang bereaksi berlebihan terhadap gejolak jangka pendek yang sifatnya temporer dan hanya berlangsung beberapa hari. Perspektif jangka panjang adalah kunci untuk meraih keuntungan optimal di pasar modal.
Strategi Investor Cerdas di Tengah Volatilitas
Bagi para investor, Menkeu Purbaya memberikan pesan kunci: tetap tenang dan jeli dalam mengidentifikasi peluang. "Kalau yang pasar modal, biasa tuh. Naik turun, naik turun. Yang penting Anda tahu fondasi ke depan seperti apa. Kalau bawah banget, it’s time to buy. Pasar modal kan jangka panjang. Asal jangan beli saham gorengan aja," ujarnya. Ini adalah isyarat jelas untuk memanfaatkan koreksi pasar sebagai momentum akumulasi aset dengan fundamental kuat, sambil mewanti-wanti agar menghindari spekulasi pada saham yang tidak memiliki dasar nilai yang kuat atau sering disebut "saham gorengan".
Optimisme Pemerintah dan Instrumen Kebijakan
Meskipun pasar menunjukkan gejolak, Purbaya memastikan bahwa pemerintah memiliki serangkaian instrumen kebijakan yang siap diaktifkan untuk menetralisir dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Ia secara optimis menyatakan keyakinannya bahwa siklus ekonomi Indonesia saat ini sangat positif dan akan bertahan untuk beberapa tahun ke depan, memberikan jaminan stabilitas di tengah ketidakpastian global. Keyakinan ini didasari oleh analisis mendalam terhadap indikator ekonomi makro dan respons kebijakan yang adaptif.






