Dompet Wajib Siaga! Pertamina Naikkan Harga, Cek Daftarnya!

Renita

Dompet Wajib Siaga! Pertamina Naikkan Harga, Cek Daftarnya!

Poros Informasi – PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mereka, efektif mulai Sabtu, 18 April 2026. Kebijakan ini tentu saja menjadi sorotan utama, khususnya bagi para pelaku ekonomi dan konsumen yang sangat bergantung pada mobilitas. Kenaikan ini berlaku untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, memicu pertanyaan mengenai dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan sektor industri.

Informasi yang dihimpun Poros Informasi dari laman resmi Pertamina pada Minggu, 19 April 2026, menunjukkan bahwa penyesuaian harga ini cukup signifikan dibandingkan dengan harga yang berlaku sejak 1 April 2026. Langkah ini seringkali dikaitkan dengan dinamika harga minyak mentah global serta fluktuasi nilai tukar mata uang, yang secara langsung memengaruhi biaya produksi dan distribusi BBM di dalam negeri.

Dompet Wajib Siaga! Pertamina Naikkan Harga, Cek Daftarnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi: Rincian Lengkap

Kenaikan harga ini bervariasi untuk setiap jenis BBM nonsubsidi, dengan persentase peningkatan yang cukup mencolok. Konsumen di wilayah DKI Jakarta, sebagai contoh, akan merasakan dampak langsung dari perubahan tarif ini.

Lonjakan Harga Pertamax Turbo

Pertamax Turbo, yang dikenal sebagai BBM dengan oktan tinggi, mengalami kenaikan harga paling drastis. Dari sebelumnya Rp13.100 per liter pada awal April, kini harganya melesat menjadi Rp19.400 per liter. Peningkatan ini tentu akan memengaruhi pemilik kendaraan premium yang mengandalkan performa mesin optimal.

Dexlite dan Pertamina Dex Ikut Meroket

Tidak hanya Pertamax Turbo, dua jenis BBM diesel nonsubsidi, Dexlite dan Pertamina Dex, juga mengalami penyesuaian harga yang substansial. Dexlite, yang sebelumnya dibanderol Rp14.200 per liter, kini naik menjadi Rp23.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex, dengan kualitas lebih tinggi, melonjak dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter. Kenaikan ini berpotensi memengaruhi biaya operasional sektor logistik dan transportasi yang banyak menggunakan kendaraan diesel.

Stabilitas Harga Pertamax dan Pertamax Green

Di tengah gejolak kenaikan harga BBM nonsubsidi lainnya, PT Pertamina memutuskan untuk mempertahankan harga dua produk unggulannya, yaitu Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green. Pertamax (RON 92) tetap stabil di angka Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green juga tidak mengalami perubahan, bertahan di Rp12.900 per liter. Keputusan ini mungkin bertujuan untuk menjaga stabilitas harga BBM yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat umum, sekaligus memberikan opsi yang lebih terjangkau di tengah kenaikan harga lainnya.

Kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk mengikuti dinamika pasar dan memastikan keberlanjutan pasokan energi. Meskipun demikian, dampaknya terhadap inflasi dan daya beli konsumen akan menjadi perhatian utama bagi para pengamat ekonomi dan pemerintah dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar