Poros Informasi – 30 Juni 2026 | Dalam beberapa pekan terakhir, pasar aset kripto kembali diwarnai aksi jual yang signifikan, tak terkecuali Ethereum (ETH). Mata uang kripto terbesar kedua ini tercatat melemah sekitar 7% dalam sepekan terakhir, memperpanjang tren penurunan bulanan menjadi hampir 22%. Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran US$1.587, sedikit tertinggal dibandingkan Bitcoin yang juga mengalami koreksi sekitar 19% dalam periode yang sama. Di tengah tekanan harga ini, Chairman Bitmine, Tom Lee, memberikan pandangannya bahwa penurunan terbaru Ethereum bukanlah sinyal bearish terhadap fundamental aset digital tersebut. Ia justru melihat adanya faktor teknikal yang lebih dominan mendorong aksi jual ini.
Rebalancing Portofolio Institusional Jadi Pemicu Utama
Menurut Tom Lee, tekanan jual yang terlihat pada Ethereum belakangan ini lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal di pasar institusional, terutama fenomena quarter-end portfolio rebalancing atau penyeimbangan kembali portofolio di akhir kuartal. Lee menjelaskan bahwa fenomena ini seringkali diartikan sebagai bagian dari strategi window dressing. Ini adalah praktik yang lazim dilakukan oleh manajer dana untuk mengurangi eksposur pada aset yang berkinerja kurang baik menjelang akhir periode kuartalan. Tujuannya adalah agar laporan portofolio terlihat lebih menarik dan rapi saat disajikan kepada para investor.
Lebih lanjut, Lee menegaskan bahwa pelemahan harga Ethereum tidak serta-merta mencerminkan melemahnya fundamental jaringan. Ia berargumen bahwa banyak investor institusional melakukan penyesuaian portofolio secara massal menjelang akhir kuartal, yang secara inheren dapat meningkatkan tekanan jual untuk sementara waktu. Oleh karena itu, penurunan harga ETH saat ini lebih tepat dilihat sebagai dampak dari rotasi portofolio jangka pendek, bukan sebagai indikasi perubahan besar pada prospek jangka panjang Ethereum. Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Tom Lee Sebut Penurunan Ethereum Bukan Sinyal Bearish.
Wall Street dan AI Sebagai Katalis Jangka Panjang
Terlepas dari fluktuasi harga jangka pendek, Tom Lee tetap mempertahankan pandangan positifnya terhadap outlook jangka panjang Ethereum. Ia menyoroti tren adopsi blockchain yang terus meningkat dari kalangan Wall Street, khususnya dalam pengembangan infrastruktur keuangan digital dan tokenisasi aset dunia nyata. Selain itu, Lee juga melihat potensi besar Ethereum dalam mendukung sistem pembayaran yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) di masa depan. Potensi inovasi ini menjadi salah satu pilar keyakinannya bahwa Tom Lee Sebut Penurunan Ethereum Bukan Sinyal Bearish.
Fundamental Ethereum Dianggap Masih Kuat
Dalam analisisnya, Lee berpendapat bahwa Ethereum saat ini berada dalam fase di mana harga pasar masih tertinggal dari fundamentalnya yang terus menguat. Ia mencatat bahwa jaringan Ethereum terus mendapatkan tambahan aset dan kasus penggunaan baru. Pertumbuhan pesat dalam tokenisasi aset dunia nyata, peningkatan adopsi blockchain oleh institusi besar, serta potensi integrasi dengan sistem pembayaran berbasis AI adalah faktor-faktor kunci yang diyakini dapat menopang harga ETH dalam jangka panjang. Pandangan ini semakin memperkuat argumennya bahwa Tom Lee Sebut Penurunan Ethereum Bukan Sinyal Bearish.
Bitmine Terus Menambah Kepemilikan Ethereum
Menariknya, di tengah tren penurunan harga, perusahaan investasi Bitmine justru menunjukkan strategi yang berlawanan. Perusahaan ini dilaporkan terus menambah kepemilikan Ethereum. Pekan lalu saja, Bitmine dilaporkan membeli tambahan 27.084 ETH. Dengan pembelian ini, total kepemilikan Ethereum Bitmine kini membengkak menjadi 5.700.040 ETH, dengan nilai pasar mendekati US$9 miliar. Kepemilikan Bitmine kini mewakili sekitar 4,7% dari total suplai Ethereum yang beredar, mendekatkan mereka pada target jangka panjang untuk menguasai 5% dari seluruh suplai ETH.
Strategi agresif Bitmine ini menggarisbawahi keyakinan kuat terhadap prospek Ethereum. Alih-alih mengurangi eksposur saat harga turun, perusahaan justru memanfaatkan pelemahan pasar untuk memperbesar posisi mereka. Hal ini sejalan dengan pandangan Tom Lee bahwa tekanan harga jangka pendek belum mengubah tesis bullish terhadap ETH. Perusahaan riset Tokocrypto menilai bahwa pembelian oleh Bitmine ini menegaskan bahwa Tom Lee Sebut Penurunan Ethereum Bukan Sinyal Bearish, melainkan peluang akumulasi.
Tekanan Jual Whale Masih Membebani
Meskipun Bitmine terus melakukan akumulasi, tekanan jual dari para whale (pemegang besar) Ethereum masih menjadi faktor yang membebani harga. Analis kripto Ali Martinez melaporkan bahwa whale Ethereum telah menjual hampir 550.000 ETH dalam sepekan terakhir, dengan nilai transaksi mencapai sekitar US$880 juta. Aktivitas jual ini turut mendorong ETH turun di bawah level support penting di US$1.633.
Analisis Teknikal dan Proyeksi Harga
Menurut analisis Martinez, Ethereum saat ini sedang menguji area support krusial di kisaran US$1.583. Level ini menjadi sangat penting karena berdekatan dengan harga saat ini. Jika para pembeli mampu mempertahankan area ini, ETH berpotensi membentuk basis jangka pendek sebelum mencoba memulihkan harganya. Namun, risiko penurunan lanjutan tetap terbuka jika ETH gagal bertahan di atas US$1.583. Martinez melihat zona permintaan berikutnya berada di sekitar US$1.237 hingga US$1.089. Level-level ini akan menjadi area pantauan penting bagi para trader jika tekanan jual dari whale berlanjut dan pembeli gagal mempertahankan support terdekat.
Secara keseluruhan, outlook Ethereum saat ini masih tercampur. Dari sisi fundamental, pandangan Tom Lee tetap bullish, didorong oleh adopsi Wall Street, tren tokenisasi aset, dan potensi penggunaan blockchain untuk pembayaran berbasis AI. Namun, dari sisi teknikal, ETH masih berada di bawah tekanan akibat aksi jual whale dan kegagalan mempertahankan level support krusial. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing individu.







