Poros Informasi – 02 Juli 2026 | Pasar aset kripto kembali diramaikan oleh pergerakan para ‘whale’ atau pemegang aset digital dalam jumlah besar. Menjelang Juli 2026, data on-chain menunjukkan adanya reposisi strategis oleh para pemain besar ini, yang secara aktif mengakumulasi sejumlah altcoin tertentu. Fenomena ini menarik perhatian para analis dan investor, mengingat para whale seringkali memiliki pandangan jauh ke depan terhadap potensi pergerakan pasar. Secara spesifik, ada 3 altcoin yang diborong crypto whale menjelang Juli 2026, yaitu Aave (AAVE), Uniswap (UNI), dan Ethena (ENA). Keputusan akumulasi ini tidak hanya didasarkan pada fluktuasi harga jangka pendek, tetapi juga didukung oleh perubahan saldo dompet besar dan fundamental protokol yang kuat.
Aave (AAVE): Sorotan Akumulasi Whale Menengah
Aave (AAVE) muncul sebagai salah satu aset utama yang menjadi incaran para whale. Pertumbuhan basis on-chain protokol DeFi ini terus menunjukkan tren positif. Uniknya, akumulasi AAVE tidak hanya berasal dari satu atau dua dompet raksasa, melainkan dari kelompok whale menengah yang memiliki kepemilikan antara 10.000 hingga 100.000 AAVE. Dalam kurun waktu 48 jam terakhir, kelompok whale ini dilaporkan menambah saldo mereka dari 4,09 juta menjadi 4,27 juta AAVE, setara dengan pembelian sekitar 180.000 AAVE atau hampir senilai US$16 juta. Pola ini mengindikasikan adanya distribusi akumulasi yang lebih luas, bukan sekadar transaksi besar dari satu entitas tunggal.
Dukungan fundamental Aave semakin memperkuat alasan di balik akumulasi whale. Menurut data dari DeFiLlama, Total Value Locked (TVL) Aave berada di kisaran US$13,04 miliar, dengan pinjaman aktif mencapai sekitar US$10,25 miliar. Aktivitas transaksi yang masif ini menghasilkan pendapatan tahunan (annualized fees) sekitar US$937 juta. Jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar AAVE yang berada di kisaran US$1,4 miliar, pendapatan tahunan protokol setara dengan sekitar dua pertiga dari nilai pasar tokennya. Hal ini menunjukkan bahwa akumulasi AAVE oleh whale lebih didorong oleh fundamental protokol yang solid, bukan sekadar spekulasi sesaat.
Meskipun harga AAVE sempat mengalami pelemahan sekitar 1,6% dalam 24 jam terakhir menjadi US$90,49, hal ini tidak menyurutkan langkah whale menengah untuk terus menambah posisi. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa sebagian besar whale melihat penurunan harga sebagai peluang masuk (entry point) yang menarik, bukan sebagai sinyal peringatan untuk keluar.
Uniswap (UNI): Akumulasi Bertahap dengan Dukungan Volume Tinggi
Uniswap (UNI) juga menjadi salah satu altcoin yang dipantau ketat oleh para whale. Sinyal akumulasinya terlihat lebih stabil dan tidak seagresif AAVE maupun Ethena. Data on-chain menunjukkan kenaikan jumlah pasokan UNI yang dipegang oleh whale (tidak termasuk exchange) dari 778,56 juta menjadi 778,94 juta UNI, yang berarti adanya penambahan sekitar 380.000 UNI dalam periode singkat. Meskipun jumlah ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan total pasokan yang dipegang whale, kenaikan ini tetap menandakan adanya aktivitas pembelian yang konsisten.
Alih-alih melakukan pembelian agresif, para whale terlihat sedang membangun posisi UNI secara perlahan. Minat whale terhadap UNI ini didukung oleh aktivitas protokol Uniswap yang tetap tinggi. Volume trading on-chain Uniswap dilaporkan mencapai sekitar US$2,2 miliar per hari selama bulan Juni. Volume besar ini sangat krusial karena terhubung dengan mekanisme ‘fee switch’ yang dapat digunakan untuk membeli kembali dan membakar (burn) token UNI. Mekanisme pembakaran ini telah berhasil menarik sekitar US$22,5 juta UNI dari pasokan yang beredar pada paruh pertama tahun 2026. Dengan pasokan yang berpotensi menyusut dan akumulasi yang terus berjalan, tekanan suplai terhadap UNI diperkirakan akan berkurang, menjadikannya salah satu altcoin ‘slow-burn’ yang menarik untuk dicermati pada Juli.
Pergerakan harga UNI dalam 24 jam terakhir cenderung datar, bahkan mengalami penurunan sekitar 2,4% menjadi US$2,87. Namun, bagi para whale, volatilitas harga yang relatif tenang tampaknya bukan menjadi penghalang selama volume protokol tetap kuat dan mekanisme pembakaran terus berjalan efektif.
Ethena (ENA): Akumulasi Paling Agresif di Tengah Pelemahan Harga
Ethena (ENA) menunjukkan pola akumulasi paling agresif di antara ketiga altcoin yang dibahas. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, saldo ENA yang dipegang oleh whale melonjak drastis sekitar 3.166%, dari kisaran 0,63 juta menjadi 20,63 juta ENA. Ini berarti para whale telah mengakuisisi sekitar 20 juta ENA hanya dalam satu hari, dengan nilai pembelian diperkirakan mencapai US$1,5 juta.
Yang menarik, lonjakan akumulasi ini terjadi bersamaan dengan pelemahan harga ENA sekitar 4,4% dalam periode yang sama. Fenomena ini menyoroti adanya perbedaan signifikan antara pergerakan harga jangka pendek dan permintaan on-chain yang kuat dari pemegang besar. Akumulasi agresif ENA ini juga sejalan dengan tren pemulihan ekosistem Ethena. Pasokan USDe, stablecoin sintetik milik Ethena, di jaringan Ethereum dilaporkan meningkat sekitar 19% dari titik terendah pasca-deleveraging pada akhir April, dan berhasil bertahan di kisaran US$4,5 miliar selama enam pekan terakhir.
USDe memegang peranan penting sebagai basis pendapatan (fee) bagi protokol Ethena. Peningkatan atau stabilitas pasokan USDe dapat menandakan kembalinya permintaan yield dan potensi aliran pendapatan yang mengalir ke ekosistem ENA. Bagi para whale, stabilisasi USDe dapat menjadi sinyal bahwa fase penurunan nilai (unwind) mulai mereda. Dibandingkan dengan AAVE dan UNI, ENA menunjukkan perbedaan paling mencolok antara akumulasi whale dan pergerakan harga. Jika permintaan on-chain yang kuat ini mulai tercermin pada pergerakan harga, ENA berpotensi menjadi salah satu altcoin yang paling menarik untuk dipantau pada Juli 2026.
Pergerakan para crypto whale ini memberikan gambaran menarik mengenai aset mana yang dianggap memiliki potensi jangka panjang. Meskipun harga beberapa aset terlihat melemah, akumulasi oleh pemain besar menunjukkan keyakinan pada fundamental dan potensi pertumbuhan di masa depan. Para investor ritel pun disarankan untuk mencermati pola ini, namun tetap melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.







