Pasar Kripto Dingin, Investor ‘Kakap’ Diam-diam Borong Bitcoin: Ada Apa di Balik Sentimen Kripto Sepi?

Amalia Citra

Amalia Citra

Pasar Kripto Dingin, Investor 'Kakap' Diam-diam Borong Bitcoin: Ada Apa di Balik Sentimen Kripto Sepi?
Pasar Kripto Dingin, Investor 'Kakap' Diam-diam Borong Bitcoin: Ada Apa di Balik Sentimen Kripto Sepi?

Poros Informasi – 16 Juli 2026 | JAKARTA – Di tengah meredupnya gairah pasar aset kripto, sebuah fenomena menarik mulai terkuak. Sentimen kripto sepi, Bitcoin justru mulai diakumulasi whale, menandakan adanya pergeseran strategi di kalangan investor besar. Data terbaru menunjukkan penurunan drastis dalam aktivitas percakapan di media sosial terkait aset digital, namun di balik layar, para pemain kakap justru dilaporkan tengah menambah pundi-pundi Bitcoin mereka.

Menurut laporan dari Santiment, volume sosial aset kripto pada 13 Juli 2026 tercatat hanya menyentuh angka sekitar 41.800 komentar harian. Angka ini merupakan salah satu level terendah yang pernah dicapai sejak Oktober 2024. Penurunan intensitas diskusi ini merata di berbagai platform populer seperti X (sebelumnya Twitter), Reddit, dan Telegram, serta kanal komunitas lainnya. Kondisi ini secara kasat mata mengindikasikan menipisnya minat dari investor ritel terhadap pasar kripto yang saat ini masih bergerak di kisaran harga rendah hingga menengah, berkisar di angka US$60.000.

Aktivitas Perdagangan Ikut Lesu

Melemahnya volume sosial kripto ternyata berjalan seiring dengan penurunan aktivitas perdagangan aset kripto berkapitalisasi besar. Data menunjukkan bahwa volume trading aset top-cap crypto telah mengalami tren menurun sejak Juli 2024, mendekati rata-rata terendah dalam dua tahun terakhir. Hal ini mengisyaratkan bahwa para trader kini cenderung lebih berhati-hati dan enggan mengambil langkah agresif dalam berinvestasi pada aset berisiko.

Lebih lanjut, data pasar yang lebih luas juga mengkonfirmasi tren serupa. Volume spot trading di centralized exchange (CEX) dilaporkan turun hingga sekitar US$3 triliun pada kuartal kedua tahun ini, menjadikannya periode tiga bulan terlemah dalam dua tahun terakhir. Beberapa faktor kompleks diduga menjadi pemicu pasar yang terlihat lebih sepi, termasuk ketidakpastian makroekonomi global, ketegangan geopolitik yang terus membayangi, perubahan arus dana pada Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin, hingga menurunnya selera investor terhadap aset berisiko.

Pasar Sepi: Sinyal FUD atau Peluang Akumulasi?

Rendahnya aktivitas pasar ini dapat diinterpretasikan dari dua sudut pandang yang berbeda. Di satu sisi, likuiditas pasar yang menipis dapat menghambat potensi reli harga karena lemahnya permintaan. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga bisa menjadi pertanda baik jika tekanan jual mulai mereda. Dalam pasar dengan likuiditas rendah, pembelian dalam jumlah kecil pun berpotensi mendorong pergerakan harga secara signifikan.

Santiment berpendapat bahwa berkurangnya perhatian publik terhadap pasar kripto dapat diartikan sebagai bentuk Fear, Uncertainty, and Doubt (FUD) yang seringkali terabaikan. Ketika para trader ritel menarik diri dari diskusi pasar dan berhenti mengejar pergerakan harga jangka pendek, pasar menjadi lebih rentan digerakkan oleh pemain besar. Situasi seperti ini secara tradisional memberikan ruang yang lebih luas bagi investor besar untuk mengakumulasi aset tanpa menarik perhatian publik yang berlebihan. Fenomena Sentimen Kripto Sepi, Bitcoin Justru Mulai Diakumulasi Whale ini sejalan dengan pandangan tersebut.

Whale Tambah Kepemilikan Bitcoin

Tim Research Tokocrypto mengonfirmasi bahwa di tengah suasana pasar yang lesu, dompet-dompet besar justru mulai aktif menambah kepemilikan Bitcoin. Analisis dari Santiment mencatat bahwa dompet yang mengelola antara 10 hingga 10.000 BTC—kelompok yang kerap disebut sebagai whale dan shark—telah menambahkan sekitar 11.000 BTC dalam sepekan terakhir. Akumulasi ini mengindikasikan bahwa sebagian investor institusional mulai mengambil posisi strategis ketika minat pasar ritel sedang berada di titik terendah.

Santiment menilai pergerakan ini dapat menjadi sinyal bahwa para pemegang aset jangka panjang atau “strong hands” sedang menyerap pasokan Bitcoin yang tersedia sebelum pasar secara luas menyadari potensi perubahan momentum. Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 16 Juli 2026, menunjukkan volatilitas yang mungkin dipengaruhi oleh aktivitas akumulasi ini.

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun demikian, pemulihan harga Bitcoin secara signifikan belum sepenuhnya terkonfirmasi. Data on-chain memang menunjukkan bahwa Bitcoin sedang dalam proses pembentukan dasar harga atau bottoming, namun belum ada sinyal kuat yang menandakan dimulainya tren pemulihan jangka panjang.

Saat ini, pasar Bitcoin berada dalam fase yang cukup menarik. Di satu sisi, perhatian publik dan volume perdagangan telah menyentuh level rendah. Namun di sisi lain, para whale secara diam-diam mulai melakukan akumulasi. Jika permintaan baru muncul ketika likuiditas pasar masih tipis, Bitcoin berpotensi mengalami kenaikan harga yang lebih cepat. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, Bitcoin masih mungkin menghadapi koreksi lanjutan. Arah pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan akumulasi para whale untuk mengimbangi lemahnya minat investor ritel dalam waktu dekat. Kondisi ini kembali menegaskan bahwa di tengah Sentimen Kripto Sepi, Bitcoin Justru Mulai Diakumulasi Whale, pasar tengah berada di persimpangan jalan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar