Poros Informasi – Aroma optimisme mulai menyelimuti jagat aset digital. Pasar kripto menunjukkan geliat penguatan signifikan menjelang pertemuan krusial Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 28-29 Juli 2026. Kapitalisasi pasar global tercatat merangkak naik 0,72% dalam 24 jam terakhir, mencapai angka impresif sekitar US$2,2 triliun. Para pelaku pasar, dari trader harian hingga investor institusional, kini menahan napas, menanti sinyal kebijakan moneter terbaru dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.
Tim riset dari porosinformasi.co.id menekankan bahwa pertemuan FOMC kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah penentu arah jangka pendek bagi kelas aset berisiko, utamanya Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan deretan altcoin kapitalisasi besar lainnya.

Menanti Sinyal Emas dari The Fed: Pertaruhan Pasar Kripto
Dinamika Suku Bunga dan Faktor Makro Global
Jadwal krusial telah ditetapkan: Federal Reserve akan mengumumkan keputusan suku bunga pada 29 Juli pukul 01:00 WIB, segera diikuti oleh konferensi pers yang sangat dinanti dari Ketua The Fed, Kevin Warsh, pada pukul 01:30 WIB. Sebelumnya, pada Juni, suku bunga acuan berada di rentang 3,50% hingga 3,75%. Kini, mata investor tertuju pada apakah The Fed akan mempertahankan pendekatan konservatifnya atau justru mengisyaratkan kebijakan yang lebih hawkish (ketat). Keputusan ini akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk laju inflasi yang persisten, fluktuasi harga energi global, ketahanan pasar tenaga kerja, tensi geopolitik yang terus membayangi, serta implikasi dari gelombang investasi besar-besaran di sektor Artificial Intelligence (AI).
Angin Segar Regulasi: CLARITY Act dan Harapan Institusional
Di tengah hiruk-pikuk FOMC, ada secercah harapan lain yang turut menyokong sentimen positif di pasar kripto: progres pembahasan CLARITY Act. Menurut laporan dari Coingape, rancangan undang-undang ini dirancang untuk menciptakan kejelasan regulasi aset digital di Amerika Serikat, khususnya dalam memisahkan dan mendefinisikan yurisdiksi antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Progres RUU dan Tantangan di Senat
Sebelumnya, kemajuan dalam kerangka regulasi ini sempat memicu gelombang optimisme, mendorong kenaikan harga Bitcoin, Ethereum, dan saham-saham yang terafiliasi dengan industri kripto. Namun, perjalanan RUU ini di Senat masih berliku, diwarnai oleh berbagai perdebatan sengit, terutama menyangkut aspek etika, perlindungan konsumen, regulasi stablecoin, dan standar penegakan hukum. Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, mengindikasikan bahwa CLARITY Act kemungkinan besar






