Poros Informasi – 28 Juli 2026 | Dalam sebuah manuver yang mengejutkan pasar aset digital, pendiri sekaligus mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes, dilaporkan kembali menambah kepemilikan Ethereum (ETH) dengan memborong aset kripto senilai sekitar US$6,39 juta. Transaksi besar ini melibatkan pembelian 3.298 ETH. Namun, ironisnya, hanya beberapa jam setelah aksi borong tersebut, harga Ethereum justru mengalami koreksi tajam sekitar 5%, merosot dari kisaran US$1.960 menjadi US$1.872. Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar mengenai strategi dan dampak langkah seorang investor kawakan seperti Arthur Hayes Borong Ethereum Senilai US$6,39 Juta, Harga ETH Malah Anjlok 5%.
Akumulasi Bertahap dan Potensi Kerugian
Menurut analisis dari Tim Research Tokocrypto, pembelian terbaru ini bukanlah langkah sporadis, melainkan kelanjutan dari strategi akumulasi yang telah dilakukan Hayes sejak pertengahan Juli 2026. Data on-chain menunjukkan bahwa sejak tanggal 15 Juli, Hayes telah mengumpulkan total 7.213 ETH dengan nilai investasi mencapai sekitar US$13,87 juta. Rata-rata harga pembelian per ETH berada di kisaran US$1.923. Dengan pergerakan harga Ethereum saat ini, posisi investasi Hayes diperkirakan masih mencatat kerugian yang belum direalisasi (unrealized loss) sekitar US$368.000.
Informasi yang dirilis oleh BeInCrypto mengungkapkan bahwa Hayes membangun kembali kepemilikan Ethereum-nya secara bertahap melalui sejumlah transaksi over-the-counter (OTC). Aktivitas ini melibatkan kolaborasi dengan beberapa perusahaan perdagangan aset digital terkemuka, termasuk Galaxy Digital, FalconX, dan Cumberland. Skema transaksi ini bervariasi, dengan jumlah pembelian per transaksi berkisar antara sekitar 645 ETH hingga lebih dari 1.300 ETH. Hal ini menegaskan kembali bahwa Arthur Hayes Borong Ethereum Senilai US$6,39 Juta, Harga ETH Malah Anjlok 5% adalah bagian dari strategi yang lebih besar.
Perubahan Arah Investasi dan Optimisme Jangka Panjang
Strategi akumulasi Ethereum oleh Arthur Hayes menandai perubahan arah yang signifikan dalam portofolio investasinya. Pada akhir Juni lalu, ia diketahui sempat mengambil keputusan untuk melepas seluruh kepemilikan Ethereum-nya, bahkan harus menelan kerugian sekitar US$606.000. Namun, tren pemulihan harga ETH yang berhasil menembus level US$1.750 pada pertengahan Juli tampaknya memicu kembalinya Hayes ke pasar. Sejak saat itu, ia secara konsisten menambah kepemilikannya, menunjukkan keyakinan pada potensi jangka panjang aset kripto terbesar kedua ini.
Langkah Hayes ini sejalan dengan pandangan optimis sejumlah pelaku pasar terhadap prospek Ethereum di masa depan. Tom Lee, Head of Research Fundstrat, misalnya, menilai bahwa institusi kini tidak lagi hanya memandang ETH sebagai aset investasi spekulatif, tetapi mulai memanfaatkannya sebagai infrastruktur fundamental untuk berbagai layanan keuangan berbasis blockchain. Lee menyoroti peningkatan adopsi Ethereum melalui produk tokenisasi aset yang dikembangkan oleh BlackRock, serta pemanfaatan jaringan Ethereum oleh Robinhood dalam pengembangan layanan aset digital mereka.
Sentimen Jangka Pendek dan Faktor Penggerak Pasar
Meskipun prospek jangka panjang Ethereum terlihat cerah, sentimen pasar jangka pendek masih dibayangi oleh tekanan yang lebih luas. Koreksi harga ETH yang terjadi bersamaan dengan aksi Arthur Hayes Borong Ethereum Senilai US$6,39 Juta, Harga ETH Malah Anjlok 5% ini terjadi di tengah pelemahan mayoritas aset kripto lainnya. Fenomena ini bertepatan dengan menjelang berakhirnya rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan ini, yang secara tradisional memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.
Pelaku pasar saat ini tengah menanti sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Ketidakpastian ini mendorong investor untuk cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto. Dalam jangka pendek, perhatian utama tertuju pada kemampuan Ethereum untuk kembali menembus level psikologis US$1.900. Jika level ini berhasil ditembus dan dipertahankan, momentum bullish berpotensi kembali terbentuk. Sebaliknya, jika tekanan jual terus berlanjut, Ethereum bisa saja mengalami penurunan lebih lanjut hingga muncul katalis baru, baik dari kondisi makroekonomi maupun sentimen pasar kripto yang positif.
Profil Arthur Hayes dan Dinamika Pasar Kripto
Arthur Hayes sendiri dikenal luas sebagai salah satu investor yang kerap mengambil posisi agresif di pasar aset digital. Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah beberapa kali melakukan masuk dan keluar dari berbagai aset kripto, seperti Hyperliquid (HYPE), Zcash, hingga Worldcoin, mengikuti dinamika dan perubahan sentimen pasar. Meskipun aksi akumulasi yang dilakukan oleh figur seperti Arthur Hayes seringkali menjadi sorotan dan memicu perhatian investor lain, pergerakan harga Ethereum dalam jangka pendek diperkirakan akan tetap lebih dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan. Faktor-faktor krusial yang akan terus memantau pergerakan harga ETH meliputi hasil rapat The Fed dan arah pergerakan Bitcoin, yang masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan seringkali menjadi penentu tren pasar.







