Ethereum Kembali Tertekan, Investor Lakukan Aksi Jual Massal
Poros Informasi – 01 Agustus 2026 | Harga Ethereum kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan yang sempat tercipta pada sesi perdagangan sebelumnya. Koreksi yang terjadi hari ini mengikuti melemahnya sentimen di pasar aset kripto, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Meski penurunannya cukup terasa dalam perdagangan harian, Ethereum (ETH) masih mencatatkan kinerja positif jika dilihat dalam periode satu bulan terakhir. Berdasarkan data terbaru, harga Ethereum (ETH) berada di US$1.866,81, turun sekitar 2,02% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya kini berada di kisaran US$225,32 miliar, sementara volume perdagangan harian mencapai sekitar US$9,12 miliar. Selama 24 jam terakhir, ETH bergerak di rentang US$1.847,47 hingga US$1.909,29, menunjukkan volatilitas yang kembali meningkat.
Peemaan Bitcoin Menjadi Biang Kerok Penurunan Ethereum
Faktor utama yang mendorong turunnya harga Ethereum hari ini adalah koreksi yang dialami Bitcoin. Sebagai aset kripto terbesar kedua dengan korelasi tinggi terhadap Bitcoin, Ethereum cenderung mengikuti arah pergerakan pasar ketika tekanan jual meningkat. Ketika Bitcoin turun hingga kembali berada di bawah level psikologis US$63.000, investor juga melakukan aksi jual pada Ethereum untuk mengurangi risiko. Dampaknya, ETH telah kehilangan momentum dan kembali bergerak di bawah level US$1.900. Situasi ini menegaskan kembali dominasi Bitcoin sebagai penentu arah pasar kripto secara keseluruhan.
Aksi Ambil Untung dan Ketidakpastian Pasar Picu Koreksi
Selain dipengaruhi sentimen pasar global, koreksi harga Ethereum juga dipicu oleh aksi ambil untung setelah aset ini mencatat kenaikan signifikan sekitar 14,30% dalam 30 hari terakhir. Sebagian investor memanfaatkan reli tersebut untuk merealisasikan keuntungan yang telah diraih, sehingga meningkatkan tekanan jual dalam perdagangan harian. Meskipun demikian, pelemahan saat ini masih dapat dikategorikan sebagai koreksi wajar selama harga mampu bertahan di atas area support penting. Ketidakpastian yang masih membayangi pasar kripto, ditambah belum adanya katalis positif baru yang kuat, membuat investor cenderung bersikap lebih berhati-hati.
Volume Perdagangan Tinggi, Minat Investor Tetap Ada
Menariknya, volume transaksi Ethereum yang berada di atas US$9 miliar menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan masih cukup aktif. Tingginya volume ini mencerminkan bahwa pasar masih memiliki likuiditas yang baik, meskipun dominasi penjual lebih besar dibandingkan pembeli dalam 24 jam terakhir. Kondisi tersebut juga mengindikasikan bahwa minat terhadap Ethereum belum hilang. Investor masih aktif melakukan transaksi sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan jual, fundamental dan prospek jangka panjang Ethereum masih dilirik oleh banyak pelaku pasar.
Support Kritis US$1.850 Menjadi Penentu Arah Selanjutnya
Secara teknikal, area US$1.850 menjadi level support krusial yang perlu dipertahankan Ethereum. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemantulan menuju kisaran US$1.900 hingga US$1.950 masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual terus berlanjut dan ETH menembus support tersebut, harga berpotensi melanjutkan koreksi menuju area US$1.800 sebagai level teknikal berikutnya. Pergerakan di bawah US$1.800 dapat memicu kekhawatiran lebih lanjut mengenai tren penurunan yang lebih dalam.
Prospek Jangka Pendek: Menunggu Stabilisasi Bitcoin
Penurunan harga Ethereum hari ini lebih dipengaruhi oleh melemahnya sentimen pasar kripto dan aksi ambil untung setelah reli selama beberapa pekan terakhir. Dalam jangka pendek, arah pergerakan Ethereum akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin untuk kembali stabil. Jika tekanan jual mulai mereda dan minat beli kembali meningkat, ETH memiliki peluang untuk bangkit dan kembali menguji level resistance di atas US$1.900. Namun, jika sentimen negatif terus berlanjut, harga Ethereum turun 2,02% ke US$1.866,81 ini bisa saja berlanjut. Investor disarankan untuk memantau pergerakan Bitcoin dan berita makroekonomi global yang dapat memengaruhi pasar aset digital.







