Poros Informasi – 02 Agustus 2026 |
Pasar aset kripto kembali diramaikan oleh pergerakan signifikan dari para pemain besar. Data on-chain terbaru mengungkap fenomena **Whale Borong 40.100 BTC Senilai $2,6 Miliar, Bitcoin Masuk Bulan Terlemah**, sebuah akumulasi masif yang terjadi menjelang periode yang secara historis seringkali membayangi kinerja Bitcoin. Aktivitas ini memicu spekulasi mengenai arah pasar selanjutnya, terutama saat Bitcoin bersiap menghadapi tantangan di bulan Agustus.
Analisis dari tim Research Tokocrypto menunjukkan bahwa para pemegang Bitcoin dalam jumlah besar, yang dikenal sebagai ‘whale’, telah secara agresif menambah porsi kepemilikan mereka. Selama periode sembilan hari di akhir Juli, diperkirakan sekitar 40.100 BTC telah diakumulasi, dengan nilai transaksi mencapai hampir US$2,6 miliar. Fenomena **Whale Borong 40.100 BTC Senilai $2,6 Miliar, Bitcoin Masuk Bulan Terlemah** ini menarik perhatian karena terjadi tepat sebelum Bitcoin memasuki bulan Agustus, bulan yang dalam catatan sejarah seringkali menjadi periode pelemahan bagi aset digital utama ini.
Data dari Santiment menyoroti pergeseran pola kepemilikan. Kelompok whale yang mengendalikan antara 1.000 hingga 10.000 BTC dilaporkan mulai meningkatkan kepemilikan mereka sejak akhir Juli. Pangsa suplai yang dipegang oleh kelompok ini mengalami kenaikan dari sekitar 21,11% pada 23 Juli menjadi 21,25% menjelang akhir bulan. Sementara itu, kelompok whale yang lebih besar lagi, yang memegang 10.000 hingga 100.000 BTC, sempat melakukan pengurangan kepemilikan sejak 22 Juli. Namun, tren ini berbalik arah setelah mencapai titik terendah sekitar 11,19% pada 27 Juli, kemudian kembali berakumulasi hingga mencapai 11,25% pada penutupan bulan. Jika digabungkan, kenaikan sekitar 0,20% dari total suplai Bitcoin yang beredar setara dengan 40.100 BTC, menegaskan kembali skala dari aksi borong tersebut.
Pergerakan ini tidak hanya terlihat pada data on-chain. Sinyal dari pasar derivatif juga menunjukkan tren serupa. Indikator whale-retail divergence mencatat skor positif +21,8 pada timeframe harian, mengindikasikan bahwa trader besar jauh lebih condong untuk mengambil posisi long (beli) dibandingkan dengan investor ritel. Meskipun data ini berasal dari positioning Binance Futures dan bukan bukti pembelian spot langsung, sinyal ini menunjukkan adanya kepercayaan yang lebih kuat dari pelaku pasar besar terhadap potensi kenaikan Bitcoin.
ETF Bitcoin Kembali Catat Inflow Besar
Menariknya, aksi akumulasi oleh whale ini diikuti oleh kembalinya aliran dana institusional yang signifikan melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF) spot Bitcoin di Amerika Serikat. Setelah sempat mencatat empat sesi outflow berturut-turut, di mana pada 23 Juli outflow mencapai US$225,18 juta dan pada 24 Juli sebesar US$240,08 juta, arus dana mulai membaik pada 29 Juli dengan inflow kecil sebesar US$32,11 juta. Puncaknya terjadi pada 30 Juli, ketika ETF spot Bitcoin membukukan net inflow sebesar US$233,13 juta. BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar dengan inflow senilai US$183,4 juta, sekitar 79% dari total aliran dana pada hari itu. Inflow pada 30 Juli ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang bulan, hanya kalah dari rekor US$265,69 juta pada 6 Juli.
Momentum ini menunjukkan kembalinya minat institusional setelah beberapa periode tekanan jual. Urutan kejadian ini menjadi poin penting: whale mulai melakukan akumulasi terlebih dahulu melalui transaksi on-chain, baru kemudian produk ETF mencatat aliran dana masuk yang besar. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku besar di pasar kripto kemungkinan telah memposisikan diri sebelum investor institusional melalui ETF kembali masuk secara masif. Kejadian **Whale Borong 40.100 BTC Senilai $2,6 Miliar, Bitcoin Masuk Bulan Terlemah** ini bisa jadi merupakan langkah strategis.
Agustus Menjadi Ujian Terbesar Bitcoin
Meskipun akumulasi oleh whale dan kembalinya inflow ETF memberikan sinyal positif, Bitcoin kini memasuki fase yang secara historis menantang. Agustus dikenal sebagai salah satu bulan terlemah bagi BTC, dengan median return yang mendekati -8%. Lebih lanjut, Bitcoin selalu menutup bulan Agustus dalam zona merah sejak tahun 2022. Pola musiman ini menjadi ujian nyata bagi reli yang terjadi di akhir Juli.
Juli sendiri berpeluang ditutup dengan kinerja positif untuk tahun ketiga berturut-turut, sebuah pola yang cukup jarang terjadi. Oleh karena itu, akumulasi besar yang terjadi menjelang akhir bulan dapat diinterpretasikan sebagai taruhan terhadap potensi rebound, namun bisa juga merupakan posisi jangka pendek atau strategi lindung nilai (hedging).
Kombinasi antara akumulasi besar oleh whale, positioning di pasar futures yang cenderung bullish, dan kembalinya aliran dana positif dari ETF menjadi sinyal bahwa pelaku besar mulai memasuki pasar dengan keyakinan yang meningkat. Namun, tekanan musiman di bulan Agustus tetap menjadi risiko utama yang patut diwaspadai. Untuk saat ini, prospek Bitcoin terlihat mulai membaik dari sisi arus dana besar. Keberlanjutan tren positif ini akan sangat bergantung pada beberapa faktor krusial: apakah inflow ETF dapat terus bertahan, apakah whale akan melanjutkan aksi akumulasi mereka, dan yang terpenting, apakah harga Bitcoin mampu melawan pola historis bulan Agustus yang cenderung lemah. Jika ketiga faktor ini tetap mendukung, Bitcoin berpeluang untuk mempertahankan momentumnya. Namun, jika aliran dana kembali melemah dan tekanan musiman muncul, aksi borong yang terjadi di akhir Juli bisa berubah menjadi posisi yang berisiko terkoreksi tajam.







