Dogecoin Terancam Jatuh ke US$0,082, Investor Waspada Meski ETF Dibanjiri Dana

Amalia Citra

Amalia Citra

Dogecoin Terancam Jatuh ke US$0,082, Investor Waspada Meski ETF Dibanjiri Dana
Dogecoin Terancam Jatuh ke US$0,082, Investor Waspada Meski ETF Dibanjiri Dana

Dogecoin Rawan Koreksi ke US$0,082 meski Inflow ETF DOGE Naik

Poros Informasi – 24 Agustus 2026 | Harga Dogecoin (DOGE) menunjukkan pergerakan naik tipis pada 24 Agustus 2026, mencapai sekitar US$0,091 atau naik 1,68% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen pasar crypto yang masih berada dalam zona ‘greed’ atau keserakahan. Namun, di balik optimisme semu tersebut, sinyal teknikal mulai mengindikasikan adanya risiko pelemahan yang signifikan, membuat Dogecoin rawan koreksi ke US$0,082.

Inflow ETF Dogecoin Meningkat, Namun Belum Cukup Kuat

Meskipun ada potensi koreksi, data terbaru menunjukkan adanya peningkatan arus masuk dana ke ETF Dogecoin. Laporan yang mengutip data SoSoValue mengungkap bahwa ETF Dogecoin mencatat inflow sekitar US$654.000 pada pekan 17-21 Agustus. Angka ini merupakan inflow mingguan tertinggi yang dicapai produk ETF Dogecoin sejak Juni 2026, menandakan kembalinya minat institusional terhadap aset kripto meme ini.

Secara kumulatif, ETF Dogecoin telah berhasil mengumpulkan total net inflow sekitar US$12,29 juta sejak pertama kali diperdagangkan pada November 2025. Total aset bersih (net assets) produk tersebut saat ini berada di kisaran US$12,22 juta. Peningkatan inflow ini sejalan dengan membaiknya sentimen pasar crypto secara keseluruhan, yang sempat terdorong oleh kenaikan harga Bitcoin mendekati US$79.000 pada 21 Agustus.

Namun, para analis mengingatkan bahwa nilai inflow ETF Dogecoin ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan ETF Bitcoin maupun Ethereum. Oleh karena itu, meskipun arus masuk dana ETF memberikan dukungan sentimen positif, hal tersebut dinilai belum cukup untuk sepenuhnya meniadakan risiko koreksi teknikal yang membayangi Dogecoin.

Sinyal Bearish RSI Divergence Mengancam Reli Dogecoin

Dari sisi analisis teknikal, Dogecoin memang sempat menunjukkan reli yang mengesankan. Harga DOGE berhasil meroket dari US$0,069 pada 19 Agustus menjadi sekitar US$0,10 pada 22 Agustus, sebuah kenaikan lebih dari 40% dalam tiga hari. Kenaikan tajam ini mendorong sebagian trader untuk mulai merealisasikan keuntungan.

Akan tetapi, reli harga tersebut tidak diikuti oleh penguatan momentum yang sepadan pada indikator Relative Strength Index (RSI). Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa RSI mingguan Dogecoin terpantau berada di sekitar level 48 dan gagal menembus level psikologis 50, meskipun harga aset mengalami lonjakan signifikan dalam periode waktu singkat. Fenomena ini dikenal sebagai bearish RSI divergence.

Kondisi bearish RSI divergence ini terjadi ketika harga aset mencetak level yang lebih tinggi, namun indikator momentum seperti RSI justru gagal membentuk higher high. Sinyal ini mengindikasikan bahwa reli yang terjadi mulai kehilangan tenaganya, dan kekuatan beli tidak cukup kuat untuk mengubah momentum mingguan menjadi tren bullish yang berkelanjutan. Jika tekanan jual meningkat dan para pembeli baru mulai ragu untuk masuk pasar pasca reli besar, maka Dogecoin rawan koreksi ke US$0,082.

Level Support Kunci yang Perlu Dipertahankan

Sebelum mencapai target koreksi utama di US$0,082, Dogecoin perlu mempertahankan area support krusial di sekitar US$0,087. Level ini berdekatan dengan garis tengah (middle band) pada grafik mingguan Bollinger Bands dan berpotensi menjadi benteng pertahanan pertama bagi para pembeli.

Jika Dogecoin mampu bertahan di atas level US$0,087, peluang untuk melanjutkan pemulihan masih terbuka lebar. Dalam skenario optimis ini, harga berpotensi kembali menguji area atas Bollinger Bands yang berada di kisaran US$0,115. Namun, jika level support US$0,087 gagal dipertahankan, tekanan jual diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

Penurunan menuju level US$0,082 akan menjadi skenario yang lebih mungkin terjadi, terutama jika volume penjualan juga ikut melonjak. Area US$0,082 ini memiliki peran penting karena menjadi level yang banyak dipantau oleh para trader sebagai support teknikal jangka pendek. Kehilangan level ini dapat semakin memperlemah struktur pemulihan Dogecoin pasca reli pekan lalu.

Data Futures dan Posisi Whale Mengindikasikan Kehati-hatian

Data dari pasar futures juga memberikan indikasi bahwa para trader mulai bersikap lebih berhati-hati terhadap Dogecoin. Rasio long/short Dogecoin dilaporkan mengalami penurunan hingga mencapai 0,96. Angka ini mengindikasikan bahwa posisi long (beli) tidak lagi mendominasi secara agresif, meskipun harga sempat mengalami kenaikan.

Lebih lanjut, terdapat laporan mengenai satu whale (pemegang aset besar) di platform Hyperliquid yang membuka posisi short (jual) Dogecoin senilai sekitar US$1,07 juta. Posisi short yang besar ini menunjukkan adanya keyakinan dari pelaku pasar besar bahwa harga Dogecoin berpotensi mengalami penurunan setelah reli yang membawanya mendekati US$0,10.

Data CoinStats per 23 Agustus juga menunjukkan peningkatan open interest futures DOGE sebesar 31,77% secara mingguan menjadi US$1,56 miliar. Namun, di sisi lain, akun long di Binance tercatat mencapai 74,5%. Kombinasi data ini menciptakan gambaran pasar yang padat di satu sisi dan rentan terhadap likuidasi jika harga berbalik arah secara drastis. Dalam beberapa hari terakhir, likuidasi posisi long tercatat lebih besar dibandingkan posisi short, mengindikasikan bahwa trader yang mencoba mengejar kenaikan harga mulai merasakan tekanan ketika Dogecoin gagal bertahan di dekat level resistensi psikologis US$0,10.

Resistensi US$0,10 Masih Menjadi Batu Sandungan

Level US$0,10 terus menjadi resistensi psikologis utama bagi Dogecoin. Meskipun sempat mendekati area ini pada 22 Agustus, harga kemudian terkoreksi kembali ke kisaran US$0,091. Kegagalan untuk menembus dan bertahan di atas level US$0,10 mengindikasikan masih adanya tekanan jual yang kuat dari trader yang melakukan aksi ambil untung.

Agar Dogecoin dapat melanjutkan momentum kenaikannya, harga perlu berhasil menembus dan bertahan di atas level US$0,10 dengan volume perdagangan yang lebih kuat. Jika hal ini tercapai, target selanjutnya yang potensial adalah US$0,115, sesuai dengan area batas atas Bollinger Bands. Beberapa analisis pasar bahkan memperkirakan Dogecoin dapat menembus hingga US$0,12 jika Bitcoin mampu melewati level resistensi US$80.000.

Namun, selama Dogecoin masih berkutat di bawah level US$0,10 dan indikator RSI gagal menunjukkan momentum bullish yang meyakinkan, risiko pullback atau koreksi ke bawah akan tetap mendominasi dalam jangka pendek. Oleh karena itu, meskipun Dogecoin rawan koreksi ke US$0,082, level-level kunci ini akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

Outlook Campuran: Dukungan ETF vs. Kerentanan Teknikal

Secara keseluruhan, Dogecoin saat ini berada dalam posisi yang menunjukkan kontras antara katalis positif dan risiko teknikal yang nyata. Peningkatan inflow ETF Dogecoin menjadi sinyal positif yang menunjukkan minat institusional yang mulai kembali tumbuh, meskipun volumenya masih terbilang kecil.

Di sisi lain, sinyal bearish RSI divergence, melemahnya rasio long/short, serta adanya posisi short dari whale memberikan peringatan bahwa reli Dogecoin mungkin mulai kehilangan momentumnya. Level kunci yang perlu dicermati dengan seksama adalah US$0,087 dan US$0,082 di sisi bawah. Jika Dogecoin gagal mempertahankan kedua level ini, koreksi lebih dalam sangat mungkin terjadi.

Sebaliknya, jika Dogecoin berhasil bertahan di atas US$0,087 dan kemudian mampu menembus kembali level resistensi US$0,10, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju US$0,115 hingga US$0,12 akan terbuka lebar. Untuk saat ini, pandangan terhadap Dogecoin masih bercampur. Dukungan dari inflow ETF patut dicatat, namun sinyal teknikal yang rapuh mengharuskan investor untuk mewaspadai potensi kembalinya harga untuk menguji level US$0,082.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar