Reli BTC dan ETH: Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda, Siapa yang Unggul?

Amalia Citra

Amalia Citra

Reli BTC dan ETH: Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda, Siapa yang Unggul?
Reli BTC dan ETH: Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda, Siapa yang Unggul?

Reli BTC dan ETH: Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda

Poros Informasi – 28 Agustus 2026 | Agustus 2026 menjadi bulan yang menarik bagi pasar aset kripto, di mana Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sama-sama mencatatkan reli yang signifikan. Namun, di balik kenaikan harga yang memukau, data on-chain mulai mengungkap narasi yang berbeda mengenai perilaku investor kedua aset kripto terbesar di dunia ini. Perbedaan ini menjadi krusial untuk memahami dinamika pasar yang sedang berkembang.

Ethereum: Penarikan Besar-besaran dari Bursa, Sinyal Kepercayaan Jangka Panjang?

Data terbaru dari Santiment menunjukkan tren yang mencolok: jumlah Ethereum yang tersimpan di bursa (exchange) mengalami penurunan drastis. Sejak 3 Juni 2026, tercatat sekitar 1,4 juta ETH telah ditarik dari platform perdagangan. Saldo ETH di bursa merosot dari sekitar 7,69 juta ETH pada awal Juni menjadi 6,28 juta ETH pada akhir Agustus, menandai penurunan sekitar 18%.

Menariknya, penarikan ini semakin dipercepat seiring dengan kenaikan harga. Sejak 19 Agustus saja, sekitar 275.000 ETH tambahan keluar dari bursa. Fenomena ini biasanya diinterpretasikan sebagai sinyal positif oleh para analis. Investor cenderung memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi (private wallet) ketika mereka tidak berniat untuk menjual dalam waktu dekat. Dengan berkurangnya suplai ETH yang tersedia di bursa, potensi tekanan jual di pasar menjadi lebih kecil.

Namun, tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa perpindahan aset dari bursa tidak secara otomatis menjamin kenaikan harga berkelanjutan. Penarikan ETH juga bisa jadi untuk keperluan lain seperti staking, partisipasi dalam ekosistem Decentralized Finance (DeFi), penyimpanan oleh kustodian institusional, atau berbagai aktivitas on-chain lainnya.

Bitcoin: Saldo di Bursa Meningkat Tipis, Menjaga Likuiditas?

Berbeda dengan Ethereum, data on-chain menunjukkan perilaku yang berlawanan untuk Bitcoin. Dalam periode 12 minggu yang sama, saldo Bitcoin di bursa justru mengalami peningkatan tipis sekitar 0,25%. Meskipun sempat menyentuh level terendah pada akhir Juli, suplai BTC di bursa kembali meningkat pada akhir Agustus.

Peningkatan saldo Bitcoin di bursa ini tidak serta merta berarti investor bersiap untuk menjual. Namun, secara umum, jumlah aset yang lebih besar di bursa dapat meningkatkan potensi suplai yang tersedia apabila tekanan jual meningkat di kemudian hari. Santiment menggambarkan kondisi ini sebagai dua aset utama yang bergerak di pasar yang sama, namun memperlihatkan pola inventori yang berlawanan. Ini menunjukkan bahwa meskipun BTC dan ETH Sama-Sama Reli, tapi Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda.

Arus Dana ETF: Ethereum Ungguli Bitcoin Secara Signifikan

Perbedaan perilaku investor semakin terlihat jelas di pasar institusional, khususnya melalui arus dana produk Exchange-Traded Fund (ETF). Dalam periode sekitar 60 hari perdagangan sejak awal Juni, spot Ethereum ETF di Amerika Serikat berhasil mencatatkan net inflow sekitar US$1,633 miliar. Angka ini jauh melampaui spot Bitcoin ETF yang hanya mencatat net inflow sekitar US$173 juta dalam periode yang sama.

Kesenjangan ini semakin signifikan mengingat total aset yang dikelola oleh produk Bitcoin ETF pada awal periode tersebut tercatat sekitar delapan kali lebih besar dibandingkan Ethereum ETF. Meskipun Bitcoin ETF menerima gross inflow yang besar, arus keluar (outflow) juga cukup signifikan, sehingga menyisakan arus bersih yang tipis. Sebaliknya, arus dana menuju Ethereum ETF lebih konsisten positif.

Dalam rentang waktu yang sama, tambahan modal menuju Ethereum ETF setara dengan sekitar 15,51% dari nilai aset dana di awal periode, sebuah angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan tambahan sekitar 0,2% pada Bitcoin ETF.

Performa Harga dan Potensi Masa Depan

Performa harga selama periode tersebut juga mencerminkan perbedaan dinamika ini. Sejak 3 Juni hingga 27 Agustus, Ethereum tercatat menguat sekitar 34,74%, sementara Bitcoin meningkat sekitar 11,91%. Kenaikan harga Ethereum yang lebih tinggi ini, dikombinasikan dengan penarikan suplai dari bursa dan masuknya dana institusional melalui ETF, menempatkan Ethereum sebagai aset yang menarik perhatian untuk potensi rotasi modal di tengah penguatan pasar kripto.

Meskipun demikian, kesimpulan bahwa Ethereum akan menggantikan dominasi Bitcoin masih terlalu dini. Bitcoin tetap memegang posisi sebagai aset kripto terbesar dengan total aset ETF yang jauh lebih besar. Namun, pola yang ditunjukkan oleh Ethereum saat ini—penarikan aset dari bursa dan arus masuk ETF yang kuat—menunjukkan potensi terbatasnya suplai yang tersedia untuk diperdagangkan seiring meningkatnya permintaan institusional. Sebaliknya, peningkatan jumlah BTC di bursa menjadi indikator yang perlu dicermati jika reli Bitcoin mulai kehilangan momentum.

Analisis lebih lanjut pada data September akan menjadi ujian penting. Jika Ethereum terus menunjukkan tren outflow dari bursa dan inflow ETF yang kuat, perbedaan antara kedua aset ini dapat semakin melebar. Untuk saat ini, memang benar bahwa BTC dan ETH Sama-Sama Reli, tapi Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda. Investor Ethereum terlihat lebih agresif dalam mengurangi suplai yang tersedia di pasar, sementara pemegang Bitcoin masih cenderung mempertahankan aset mereka di bursa.

Perbedaan ini menegaskan bahwa di balik pergerakan harga yang serupa, terdapat strategi investor yang berbeda, yang dapat memengaruhi prospek jangka panjang kedua aset kripto unggulan ini. Memahami sinyal on-chain menjadi kunci dalam menavigasi pasar yang dinamis ini, terutama ketika BTC dan ETH Sama-Sama Reli, tapi Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar