Kepanikan Pasar Kripto: Bitcoin Jatuh di Bawah US$78.000, ETH dan XRP Ikut Terseret, Apa Penyebabnya?

Amalia Citra

Amalia Citra

Kepanikan Pasar Kripto: Bitcoin Jatuh di Bawah US$78.000, ETH dan XRP Ikut Terseret, Apa Penyebabnya?
Kepanikan Pasar Kripto: Bitcoin Jatuh di Bawah US$78.000, ETH dan XRP Ikut Terseret, Apa Penyebabnya?

Poros Informasi – 30 Agustus 2026 |

Pasar aset kripto kembali dilanda gelombang aksi jual yang signifikan, dengan Bitcoin Jatuh di Bawah US$78.000, diikuti oleh koreksi tajam pada aset-aset unggulan lainnya seperti Ethereum (ETH) dan XRP. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan hawkish dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, Kevin Warsh, yang menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang. Bitcoin (BTC) sempat anjlok ke kisaran US$77.901, mencatat koreksi sekitar 3,1% dalam periode 24 jam terakhir. Pelemahan ini dengan cepat menyeret Ethereum (ETH) turun sekitar 3,1% ke level US$2.444, sementara XRP mengalami penurunan yang lebih dalam, merosot sekitar 5% menuju US$1,39. Kapitalisasi pasar kripto global pun ikut tergerus sekitar 2,2%, kini berada di angka US$2,74 triliun. Solana (SOL) juga tidak luput dari tekanan, melemah sekitar 1,9% ke US$104,81, meskipun masih mampu mempertahankan kenaikan impresif lebih dari 15% dalam sepekan terakhir.

### Pernyataan Hawkish The Fed Picu Kekhawatiran

Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa tekanan pasar kripto ini muncul setelah investor mencerna pidato Kevin Warsh pada Jumat, 28 Agustus. Pidato tersebut membuka kembali kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed, sebuah skenario yang sebelumnya mulai dikesampingkan oleh pasar yang berekspektasi kebijakan moneter AS akan melonggar. Pernyataan Warsh menegaskan bahwa target inflasi 2% The Fed merupakan target yang “firm” dan “fixed”, serta menggarisbawahi bahwa perekonomian AS menunjukkan tanda-tanda penguatan. Pasar tenaga kerja dilaporkan masih stabil dengan tingkat pengangguran di 4,1%, dan kondisi finansial secara keseluruhan belum dapat dikategorikan sebagai restriktif.

### Inflasi Menjadi Akar Masalah

Masalah utama yang disorot adalah tingkat inflasi yang masih tinggi. Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi indikator inflasi utama bagi The Fed, dilaporkan masih berada di angka 3,7% secara tahunan, jauh di atas target 2%. Dalam periode enam bulan terakhir, laju PCE bahkan mencapai 4,1%. Warsh menekankan bahwa The Fed perlu meyakini tren inflasi bergerak menuju target dengan kecepatan yang memadai. Jika tidak, bank sentral masih memiliki “pekerjaan yang harus dilakukan”. Nada bicara ini mengindikasikan bahwa pasar menilai The Fed belum selesai dengan kebijakan pengetatan suku bunganya.

### Peluang Kenaikan Suku Bunga September Melonjak

Reaksi pasar obligasi terhadap pernyataan Warsh sangat cepat. Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September melonjak menjadi hampir 58%, naik signifikan dari sekitar 35% sehari sebelumnya. Yield obligasi Treasury AS tenor dua tahun juga menunjukkan tren serupa, merangkak naik dari sekitar 4,22% menjadi 4,35%. Data CME FedWatch memperlihatkan probabilitas kenaikan suku bunga sekitar 46%, mengindikasikan perubahan ekspektasi pasar yang cukup drastis pasca pidato tersebut. Bagi pasar kripto, perubahan ekspektasi suku bunga ini sangat krusial. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto menjadi kurang menarik, karena investor dapat memperoleh imbal hasil lebih tinggi dari instrumen berbasis dolar dan obligasi pemerintah. Selain itu, kebijakan moneter ketat dapat mengurangi likuiditas yang selama ini menjadi salah satu pendorong utama reli Bitcoin dan altcoin.

### Bitcoin Gagal Tembus Resistance Teknis

Tekanan makroekonomi ini datang bersamaan dengan Bitcoin yang menghadapi resistance teknikal yang kuat. Upaya Bitcoin untuk menembus area US$81.000-US$81.500 sebelumnya gagal dipertahankan, menyusul tekanan jual yang meningkat. Laporan pasar menunjukkan sejumlah “whale” (pemegang besar) membangun “sell wall” besar di sekitar level US$81.000. Kondisi ini menghambat kemampuan Bitcoin untuk melanjutkan reli, meskipun sebelumnya sempat bangkit tajam dari area US$64.000 sepanjang Agustus. Kegagalan menembus resistance teknikal ini, ditambah dengan sentimen hawkish dari Jackson Hole, mendorong para trader untuk melakukan aksi ambil untung. Secara psikologis, level US$80.000 kini kembali menjadi resistance penting bagi Bitcoin. Pemulihan di atas level tersebut berpotensi mengembalikan momentum bullish, sementara kegagalan dapat memicu pengujian support yang lebih rendah.

### Ethereum dan XRP Ikut Terdampak Koreksi

Ethereum, yang sebelumnya menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik dalam reli pasar terbaru, juga mengalami koreksi. ETH turun ke kisaran US$2.444 setelah gagal menembus resistance US$2.500. Level ini kini kembali menjadi batas krusial bagi pergerakan Ethereum, meskipun ETH mendapatkan dukungan kuat dari arus dana spot ETF dalam beberapa pekan terakhir. XRP mengalami tekanan yang lebih besar dengan koreksi sekitar 5% menuju US$1,39. Koreksi yang lebih dalam pada altcoin bukanlah fenomena yang tidak biasa. Ketika sentimen makroekonomi memburuk dan Bitcoin mengalami penurunan, investor cenderung lebih cepat mengurangi eksposur pada aset yang memiliki volatilitas lebih tinggi.

### Altcoin Menunggu Sinyal Konsolidasi Bitcoin

Meskipun pasar sedang terkoreksi, tidak semua analis memperkirakan penurunan tajam akan berlanjut. Analis kripto Michaël van de Poppe berpendapat bahwa pasar telah membersihkan sebagian likuiditas di area bawah setelah gelombang likuidasi dan penurunan terbaru. Ia melihat potensi Bitcoin bergerak sideways setelah koreksi, yang dapat membuka peluang bagi sejumlah altcoin untuk menunjukkan kekuatan relatif terhadap BTC. Skenario ini dapat terwujud apabila Bitcoin berhasil menemukan support yang kuat dan volatilitasnya mereda. Dalam siklus kripto, fase konsolidasi Bitcoin setelah reli seringkali menjadi periode di mana modal mulai beralih ke Ethereum dan altcoin. Namun, kondisi kali ini sangat bergantung pada faktor makroekonomi. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus menguat dan Bitcoin kembali kehilangan level supportnya, altcoin berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar.

### September Menjadi Ujian Kritis Bagi Pasar Kripto

Fokus investor kini tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Data ekonomi yang dirilis sebelum pertemuan tersebut akan menjadi penentu utama arah kebijakan The Fed. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda pelemahan dan kondisi ekonomi melambat, peluang kenaikan suku bunga dapat berkurang. Sebaliknya, data inflasi yang tetap tinggi akan semakin memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan sikap hawkishnya. Bagi Bitcoin, kemampuan untuk kembali menembus level US$80.000-US$81.500 akan menjadi indikator penting apakah reli Agustus masih memiliki momentum. Sementara itu, Ethereum perlu merebut kembali level US$2.500, dan nasib altcoin akan sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin menemukan titik konsolidasi. Dengan demikian, koreksi pasar saat ini tidak hanya disebabkan oleh faktor teknikal. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed kembali menjadi faktor utama yang menentukan arah likuiditas pasar kripto menjelang September.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar