Poros Informasi – Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali bersiap menjadi panggung akbar MotoGP pada 9-11 Oktober 2026. Lebih dari sekadar ajang balap motor kelas dunia, gelaran ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi dengan target dampak mencapai angka fantastis di atas Rp4,9 triliun. Ambisi ini sejalan dengan target jumlah penonton yang melonjak signifikan menjadi 145 ribu orang, menegaskan posisi Mandalika sebagai magnet pariwisata dan olahraga global.
Antusiasme Penonton Melonjak, Tiket Laris Manis

Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap penyelenggaraan tahun ini. Penjualan tiket, yang kini telah mencapai sekitar 50 persen, menjadi indikator kuat antusiasme masyarakat.
"Pergerakan tiket yang juga sudah hampir 50 persen dan saya rasa dengan sisa waktu 37 hari ini ke depan akan lebih baik," ujar Troy saat ditemui usai penandatanganan MoU kolaborasi di Jakarta, Selasa (1/9/2026), seperti dilansir porosinformasi.co.id.
Target 145 ribu penonton tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dari capaian tahun sebelumnya yang berkisar 140 ribu orang, menandakan daya tarik MotoGP Mandalika yang terus menguat di mata publik.
Daya Tarik Pembalap Lokal dan Internasional
Peningkatan minat penonton, menurut Troy, tak lepas dari kehadiran dua pembalap kebanggaan Indonesia yang akan berlaga di lintasan Mandalika. Kehadiran talenta lokal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar balap di Tanah Air. Selain itu, magnet para pembalap papan atas dunia yang selalu menyajikan tontonan mendebarkan juga menjadi faktor utama yang menarik ribuan pasang mata untuk datang langsung ke sirkuit, menjanjikan persaingan sengit dan adrenalin tinggi.
Proyeksi Dampak Ekonomi Signifikan
Angka target 145 ribu penonton bukan sekadar statistik, melainkan fondasi bagi proyeksi dampak ekonomi yang masif. Dengan estimasi di atas Rp4,9 triliun, MotoGP Mandalika diharapkan mampu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Lonjakan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, akan menciptakan efek domino positif, membuka lapangan kerja sementara dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar Mandalika dan NTB secara umum.
Event ini juga berperan strategis dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah global, memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, dan menarik investasi lebih lanjut ke kawasan tersebut. Potensi pendapatan daerah dari pajak dan retribusi juga diprediksi akan meningkat, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan regional.
Sinergi Multi-Sektor untuk Sukses Event
Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Penandatanganan MoU yang dilakukan menjadi bukti komitmen bersama antara InJourney, ITDC, dan mitra strategis lainnya untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan event, baik dari sisi operasional maupun pencapaian target ekonomi. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini vital untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di Mandalika.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari berbagai elemen, MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya akan menjadi festival kecepatan, tetapi juga katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi regional dan nasional, menegaskan posisi Indonesia di peta pariwisata dan olahraga global.






