Poros Informasi – Dinamika pasar energi kembali menghadirkan penyesuaian harga di sektor hilir. Terhitung hari ini, 20 September 2026, PT Pertamina Patra Niaga secara resmi memberlakukan kenaikan harga untuk beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Keputusan ini, yang telah berlaku sejak awal September, tentu memantik perhatian publik, khususnya para pengguna kendaraan bermotor, di tengah berbagai pertimbangan ekonomi.
Penyesuaian tarif ini merupakan respons terhadap fluktuasi indikator makroekonomi global dan domestik, yang secara langsung memengaruhi biaya produksi dan distribusi. Meski demikian, kabar baiknya adalah harga BBM bersubsidi dan jenis Pertamax tetap dipertahankan, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat pada segmen tertentu.

Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi: Detail Perubahan
Kenaikan harga BBM non-subsidi oleh Pertamina Patra Niaga dilakukan secara bertahap di awal September 2026. Langkah ini mencerminkan adaptasi terhadap kondisi pasar global yang terus bergerak.
Gelombang Pertama: Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Melonjak
Pada tanggal 1 September 2026, tiga jenis BBM non-subsidi mengalami kenaikan signifikan. Pertamax Turbo, yang dikenal sebagai bahan bakar performa tinggi, kini dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp18.300 per liter.
Tak hanya itu, pengguna kendaraan diesel juga merasakan dampaknya. Harga Dexlite melonjak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex, varian diesel premium, mengalami kenaikan dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Penyesuaian ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi sektor logistik dan transportasi.
Gelombang Kedua: Pertamax Green 95 Ikut Menyusul
Berselang satu hari, tepatnya pada 2 September 2026, giliran Pertamax Green 95 yang mengalami penyesuaian harga. Bahan bakar dengan oktan tinggi ini kini dipasarkan seharga Rp19.150 per liter, setelah sebelumnya berada di angka Rp16.600 per liter. Kenaikan ini menambah daftar panjang jenis BBM non-subsidi yang mengalami perubahan harga di awal bulan ini.
Harga BBM Subsidi dan Pertamax Tetap Stabil
Di tengah gejolak harga BBM non-subsidi, ada kabar yang menenangkan bagi sebagian besar masyarakat. PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga BBM jenis Pertamax tetap stabil di angka Rp15.950 per liter.
Komitmen Pemerintah Jaga Daya Beli
Lebih lanjut, pemerintah melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Harga Pertalite tetap di Rp10.000 per liter, dan Biosolar stabil di Rp6.800 per liter. Kebijakan ini merupakan upaya strategis untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di segmen menengah ke bawah, hingga akhir tahun 2026. Jaminan ini memberikan kepastian ekonomi bagi jutaan pengguna kendaraan di Indonesia.
Alasan di Balik Penyesuaian Harga
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan utama meliputi harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, komponen pajak, serta indikator relevan lainnya.
"Penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor relevan lainnya termasuk tingkat daya beli masyarakat pengguna BBM tersebut," ujar Kitty Andhora, seperti dikutip porosinformasi.co.id.
Pertamina Patra Niaga: Kualitas dan Layanan Tetap Prioritas
Kitty Andhora juga menegaskan bahwa meskipun ada penyesuaian harga, komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kualitas produk dan memberikan layanan terbaik kepada konsumen tidak akan berubah. Perusahaan terus berupaya memastikan pasokan BBM tetap aman dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Pertamina Patra Niaga turut mengimbau masyarakat untuk senantiasa menggunakan produk BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing. Penggunaan bahan bakar yang tepat tidak hanya akan mengoptimalkan performa mesin, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi konsumsi dan menjaga umur panjang kendaraan.






