Revolusi Energi RS Sardjito: Hemat Miliaran, PGN Ungkap Rahasianya!

Renita

Poros Informasi – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), sebagai entitas Subholding Gas Pertamina, terus mengukuhkan perannya dalam mendorong transisi energi nasional melalui ekspansi pemanfaatan gas bumi. Salah satu capaian strategis terbaru adalah optimalisasi pasokan energi di sektor kesehatan, dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta yang kini menikmati lonjakan efisiensi operasional berkat adopsi gas alam.

Strategi Efisiensi dan Keberlanjutan di Sektor Kesehatan

Revolusi Energi RS Sardjito: Hemat Miliaran, PGN Ungkap Rahasianya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pemanfaatan gas bumi di RSUP Dr. Sardjito bukan sekadar substitusi energi biasa. Bahan bakar bersih ini menjadi tulang punggung bagi dua kebutuhan esensial harian rumah sakit: pengoperasian ketel uap (boiler) yang vital untuk sterilisasi alat medis di Central Sterile Supply Department (CSSD) dan layanan laundry, serta menopang kebutuhan dapur rumah sakit. Ini menunjukkan bagaimana gas bumi terintegrasi langsung dalam operasional krusial yang menunjang pelayanan pasien.

Inovasi Skema Pasokan Gas Inovatif

Keandalan pasokan gas bumi ke RSUP Dr. Sardjito dijamin melalui implementasi skema Compressed Natural Gas (CNG) Clustering. Sistem ini, yang mengandalkan fasilitas Pressure Regulating System (PRS), mendapatkan suplai gas dari Semarang. Pendekatan ini memastikan distribusi energi yang stabil dan efisien, meskipun lokasi sumber gas tidak berada di dekat titik konsumsi, sekaligus menjamin kontinuitas operasional vital rumah sakit.

Sugianto Eko Cahyono, Area Head PGN Semarang, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga performa sistem. "Kami secara berkala melakukan pemeliharaan untuk menjamin operasional yang optimal dan kesiapan dalam merespons setiap potensi kendala. Untuk RSUP Dr. Sardjito, prioritas kami adalah memastikan ketersediaan pasokan gas bumi yang andal, sesuai dengan dinamika kebutuhan operasional rumah sakit," jelasnya, seperti dikutip Poros Informasi pada Rabu (23/9/2026).

Dampak Ekonomi dan Lingkungan yang Signifikan

Volume konsumsi gas bumi oleh RSUP Dr. Sardjito saat ini berkisar antara 25.000 hingga 30.000 meter kubik setiap bulan. Angka ini mencerminkan skala pemanfaatan yang substansial, namun yang lebih menarik adalah dampak finansialnya yang transformatif.

Arismantoro, Teknisi Pemeliharaan RSUP Dr. Sardjito, mengungkapkan lonjakan efisiensi yang dirasakan. "Sejak beralih ke gas bumi, kami merasakan penghematan yang luar biasa, rata-rata mencapai 75 persen dari biaya energi sebelumnya," ujarnya. Reduksi biaya operasional sebesar tiga perempat ini tentu memberikan ruang fiskal yang signifikan bagi rumah sakit untuk dialokasikan pada peningkatan layanan, investasi teknologi medis, atau pengembangan sumber daya manusia.

Lebih dari sekadar penghematan biaya, Arismantoro juga menyoroti aspek keberlanjutan. Penggunaan gas bumi, dengan karakteristik emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil konvensional, mendukung visi RSUP Dr. Sardjito untuk menjadi fasilitas kesehatan yang lebih ramah lingkungan. Ini sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan komitmen terhadap kesehatan lingkungan yang lebih luas, menegaskan peran gas bumi sebagai jembatan menuju energi yang lebih bersih di masa depan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar