Gebrakan Danantara! 23 BUMN Industri Bakal Melebur Jadi Satu

Renita

Gebrakan Danantara! 23 BUMN Industri Bakal Melebur Jadi Satu

Poros Informasi – Langkah besar dalam restrukturisasi aset negara tengah dipersiapkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Lembaga pengelola investasi ini berencana melakukan konsolidasi besar-besaran terhadap 23 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor kawasan industri untuk disatukan ke dalam satu entitas tunggal.

Rencana penggabungan atau merger raksasa ini ditargetkan akan diumumkan secara resmi kepada publik pada 5 November 2026 mendatang. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari transformasi fundamental untuk memperkuat daya saing industri nasional di kancah global.

Gebrakan Danantara! 23 BUMN Industri Bakal Melebur Jadi Satu
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Transformasi Model Bisnis Kawasan Industri Nasional

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar penyatuan administrasi perusahaan, melainkan sebuah upaya untuk mempercepat arus investasi masuk ke tanah air. Melalui penggabungan ini, Danantara ingin menciptakan efisiensi dan skala ekonomi yang lebih besar dalam pengelolaan kawasan industri.

"Pada tanggal 5 November nanti, kami akan mengumumkan merger dari 23 perusahaan kawasan industri kita menjadi satu perusahaan kawasan industri yang solid," ujar Dony saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menurut Dony, penggabungan ini akan menjadi momentum untuk meninjau ulang seluruh model bisnis yang selama ini dijalankan oleh BUMN di sektor tersebut. Danantara ingin memastikan bahwa pengelolaan kawasan industri tidak lagi menggunakan pola lama yang cenderung kaku.

Pergeseran Strategi: Lahan Bukan Lagi Komoditas Utama

Salah satu poin paling revolusioner dalam rencana Danantara adalah perubahan paradigma dalam mencari pendapatan (revenue stream). Jika selama ini pengelola kawasan industri sangat bergantung pada penjualan atau penyewaan lahan, ke depan skema tersebut akan dirombak total.

Dony menjelaskan bahwa untuk menarik minat investor global, skema penyediaan lahan akan dibuat jauh lebih kompetitif. Bahkan, ia menyebutkan adanya kemungkinan lahan diberikan secara lebih fleksibel guna mempermudah masuknya modal asing.

"Tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan utama. Tanah akan kita berikan secara lebih kompetitif (bahkan bisa gratis), namun pendapatan perusahaan akan dialihkan melalui penyediaan berbagai fasilitas dan layanan terintegrasi di dalam kawasan tersebut," tegas Dony.

Membangun Ekosistem Industri Terintegrasi

Strategi baru ini akan mengedepankan konsep kawasan industri berbasis ekosistem. Artinya, investor tidak hanya datang untuk membeli lahan, tetapi mereka akan mendapatkan paket layanan lengkap yang mendukung operasional bisnis mereka secara menyeluruh.

Danantara berencana membangun kawasan industri yang dilengkapi dengan infrastruktur penunjang kelas dunia, yang meliputi:

  • Fasilitas Pendidikan: Sekolah dan pusat pelatihan tenaga kerja terampil.
  • Infrastruktur Dasar: Pasokan listrik yang stabil dan sistem pengolahan air (water treatment) yang mumpuni.
  • Konektivitas Digital: Jaringan fiber optic berkecepatan tinggi untuk mendukung industri 4.0.
  • Fasilitas Pendukung: Properti hunian, area komersial, dan infrastruktur logistik lainnya.

Dengan pendekatan ini, Danantara optimistis bahwa Indonesia dapat menawarkan nilai tambah yang lebih tinggi bagi para investor, sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan melalui integrasi layanan industri yang modern.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar