Poros Informasi – Menjelang perhelatan akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober mendatang, kesiapan infrastruktur energi di Pulau Lombok mulai diperketat. Fokus utama saat ini tertuju pada stabilitas distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna mengantisipasi lonjakan mobilitas wisatawan dan masyarakat lokal yang diprediksi akan meningkat tajam selama ajang balap internasional tersebut berlangsung.
Langkah antisipatif ini diambil untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan energi di tengah tingginya permintaan kendaraan bermotor yang akan memadati kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Strategi Distribusi Dini untuk Amankan Pasokan Energi
Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan tingginya kebutuhan di lapangan, jadwal distribusi BBM di wilayah Lombok telah dimodifikasi dengan memulai operasional lebih awal. Hal ini dilakukan agar stok di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap berada pada level aman sebelum puncak keramaian terjadi.
Salah satu garda terdepan dalam rantai pasok ini adalah para awak mobil tangki yang bertugas mengangkut bahan bakar dari terminal pusat ke berbagai titik layanan. Ilham, salah satu awak mobil tangki di Integrated Terminal Ampenan, mengungkapkan bahwa ritme kerja mereka kini mengalami penyesuaian jadwal.
"Kami harus memulai distribusi lebih pagi dari biasanya. Tujuannya jelas, agar kebutuhan BBM di seluruh titik layanan di Lombok tetap terpenuhi tanpa hambatan, mengingat banyaknya orang yang datang ke sini untuk menonton balapan, bekerja, maupun berwisata," ujar Ilham kepada awak media, Kamis (8/10/2026).
Kesiapan Operator SPBU Hadapi Lonjakan Konsumen
Tidak hanya dari sisi logistik pengiriman, kesiapan di titik akhir layanan atau SPBU juga menjadi prioritas utama. Para operator di lapangan telah disiagakan untuk memberikan pelayanan ekstra cepat guna meminimalisir antrean panjang yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan.
Nyoman Marta, operator di SPBU Pertamina 54.835.14 Kuta Mandalika, menyatakan bahwa pihaknya bersama seluruh kru telah melakukan persiapan matang. Fokus utama mereka adalah menjaga kelancaran pelayanan agar tetap optimal meskipun volume kendaraan yang masuk ke SPBU diperkirakan akan melonjak drastis selama periode MotoGP.
"Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan tetap prima. Seluruh rekan-rekan di lapangan sudah bersiap menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan MotoGP berlangsung," tegas Nyoman.
Dengan koordinasi yang intensif antara penyedia energi dan operator lapangan, diharapkan stabilitas pasokan BBM di Lombok tetap terjaga, sehingga mendukung kesuksesan ekonomi dan kelancaran mobilitas selama ajang bergengsi dunia tersebut berlangsung.






