Ijazah Saja Tak Cukup! Wamenaker Tantang Mahasiswa Ini

Renita

Ijazah Saja Tak Cukup! Wamenaker Tantang Mahasiswa Ini

Poros Informasi – Dunia pendidikan tinggi kini menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan lulusan dengan kebutuhan industri yang kian dinamis. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, memberikan peringatan keras kepada para mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola pikir konvensional yang hanya berorientasi pada nilai akademik semata.

Menurutnya, mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan selembar ijazah tidak lagi menjadi jaminan mutlak untuk meraih kesuksesan di pasar tenaga kerja yang kompetitif.

Ijazah Saja Tak Cukup! Wamenaker Tantang Mahasiswa Ini
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Melampaui Sekadar Gelar Akademik

Dalam keterangannya pada Sabtu (10/10/2026), Afriansyah menekankan pentingnya penguasaan kompetensi riil dan akumulasi pengalaman selama masa perkuliahan. Ia melihat adanya celah antara apa yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja.

"Kepada mahasiswa, saya berpesan jangan hanya mengejar IPK dan ijazah, tetapi kejarlah kompetensi dan pengalaman," tegas Afriansyah.

Ia menambahkan bahwa mindset mahasiswa harus bergeser. Alih-alih hanya memposisikan diri sebagai pencari kerja (job seeker), mahasiswa didorong untuk memiliki mentalitas sebagai pencipta lapangan kerja (job creator). Hal ini dianggap krusial untuk menekan angka pengangguran terdidik di masa depan.

Transformasi Strategi: Dari Link and Match ke Connect to Grow

Menanggapi fenomena ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan tengah melakukan transformasi strategi besar-besaran. Jika sebelumnya pemerintah fokus pada konsep link and match, kini arah kebijakan bergeser ke arah yang lebih integratif.

Afriansyah menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengembangkan konsep baru yang disebut dengan Connect to Grow. Strategi ini dirancang untuk membangun ekosistem yang menghubungkan berbagai elemen secara berkelanjutan.

"Pemerintah tak lagi sekadar menerapkan konsep link and match, tetapi mengembangkannya menjadi Connect to Grow yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, sertifikasi, hingga pasar kerja secara terintegrasi," jelasnya.

Melalui skema Connect to Grow, diharapkan setiap individu tidak hanya dibekali dengan teori, tetapi juga mendapatkan sertifikasi keahlian yang diakui secara industri serta akses langsung ke pasar kerja yang relevan. Langkah ini merupakan bentuk komitmen negara dalam mendampingi calon tenaga kerja sejak masa persiapan hingga mereka benar-benar terjun ke dunia profesional.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar