Bitcoin Tembus $79.000, Triliunan Rupiah Lenyap Akibat Long Liquidation!

Usman

Bitcoin Tembus $79.000, Triliunan Rupiah Lenyap Akibat Long Liquidation!

Poros Informasi – Pasar kripto kembali diguncang badai volatilitas hebat pada periode 23 hingga 24 Oktober 2026. Penurunan tajam harga Bitcoin (BTC) yang berhasil meruntuhkan level psikologis US$80.000 telah memicu efek domino likuidasi yang sangat masif bagi para trader.

Badai Likuidasi: Posisi Long Jadi Korban Utama

Bitcoin Tembus .000, Triliunan Rupiah Lenyap Akibat Long Liquidation!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari berbagai sumber, total nilai posisi yang terlikuidasi dalam rentang waktu 24 jam mencapai angka fantastis, yakni sekitar US$837,12 juta. Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya risiko yang dihadapi oleh para pelaku pasar yang menggunakan daya ungkit (leverage) tinggi.

Dominasi Kerugian pada Trader Bullish

Menariknya, tekanan jual ini tidak merata di seluruh posisi. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa posisi long (bertaruh pada kenaikan harga) mendominasi total likuidasi dengan persentase mencapai 82,8% atau setara dengan US$693,05 juta. Sebaliknya, posisi short hanya menyumbang sekitar US$144,07 juta.

Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas trader yang memegang posisi bullish dengan leverage tinggi justru menjadi pihak yang paling terpukul saat harga bergerak berlawanan dengan ekspektasi mereka. Bitcoin sendiri sempat terperosok hingga menyentuh level US$79.700, yang merupakan titik terendah dalam satu bulan terakhir.

Memahami Fenomena ‘Liquidation Cascade’

Mengapa penurunan harga yang relatif kecil bisa memicu kerugian yang begitu besar? Jawabannya terletak pada mekanisme yang dikenal sebagai liquidation cascade atau rangkaian likuidasi berantai.

Mekanisme Umpan Balik yang Mematikan

Menurut analisis dari tim riset porosinformasi.co.id, liquidation cascade bekerja seperti sebuah lingkaran setan. Ketika harga turun dan menyentuh titik tertentu, bursa akan melakukan penutupan posisi secara paksa terhadap trader yang marginnya tidak lagi mencukupi.

Penutupan paksa ini menciptakan tekanan jual tambahan di pasar. Penjualan paksa inilah yang kemudian mendorong harga turun lebih jauh, yang pada gilirannya memicu likuidasi pada posisi long lainnya. Siklus ini terus berulang hingga likuiditas di pasar menipis atau harga mencapai level dukungan baru.

Faktor Eksternal: Geopolitik dan Sentimen Global

Selain faktor teknis di pasar derivatif, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah juga disinyalir menjadi katalisator tambahan. Laporan mengenai evakuasi personel Amerika Serikat di kawasan tersebut akibat ancaman dari Iran telah meningkatkan sentimen risk-off di pasar global.

Dalam kondisi ketidakpastian tinggi, investor cenderung menarik modal dari aset berisiko seperti kripto dan beralih ke aset yang lebih aman (safe haven). Kombinasi antara ketegangan geopolitik dan penutupan posisi berleverage secara massal inilah yang menciptakan badai sempurna bagi penurunan harga Bitcoin.

Strategi Mitigasi Risiko bagi Trader

Menghadapi volatilitas ekstrem seperti ini, manajemen risiko menjadi kunci utama untuk bertahan di pasar kripto. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Penggunaan Leverage yang Bijak: Semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin sempit ruang gerak Anda terhadap fluktuasi harga. Mengurangi leverage dapat memberikan bantalan lebih besar saat terjadi volatilitas.
  2. Penerapan Stop Loss: Menentukan batas kerugian sejak awal adalah hal wajib untuk menghindari likuidasi total.
  3. Diversifikasi Modal: Hindari menempatkan seluruh modal pada satu posisi atau satu aset saja.
  4. Memantau Indikator Makro dan On-chain: Perhatikan data open interest, funding rate, dan kondisi geopolitik sebagai referensi tambahan dalam mengambil keputusan.

Penting untuk diingat bahwa data likuidasi yang terlihat di pasar adalah potret dari apa yang telah terjadi. Trader harus mampu membedakan antara likuidasi yang sudah terealisasi dengan klaster estimasi (prediksi) yang ada pada peta likuidasi (liquidation heatmap).


DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Seluruh keputusan investasi yang Anda ambil sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Konten ini hanya bersifat informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar