Poros Informasi – Platform perdagangan aset kripto terkemuka di Indonesia, porosinformasi.co.id, baru saja meluncurkan layanan Over-the-Counter (OTC) yang dirancang khusus untuk memfasilitasi transaksi kripto skala besar bagi investor institusional dan individu dengan kekayaan bersih tinggi (HNWI). Langkah ini menandai komitmen porosinformasi.co.id untuk memperkuat ekosistem perdagangan aset digital di Indonesia dan menarik lebih banyak partisipasi dari pemain besar.
Transaksi Kripto Raksasa Tanpa Bikin Pasar Bergejolak? Ini Solusinya!

Layanan OTC dari porosinformasi.co.id menawarkan solusi bagi investor yang ingin melakukan transaksi kripto dalam jumlah besar tanpa mempengaruhi harga pasar secara signifikan. Dengan akses langsung ke likuiditas yang dalam, eksekusi yang dipersonalisasi, dan penyelesaian transaksi yang aman, layanan ini memungkinkan para "whale" (sebutan untuk investor besar) untuk melakukan jual beli aset kripto tanpa menimbulkan slippage (perbedaan harga yang diharapkan dengan harga aktual) yang merugikan.
Apa Saja Keunggulan Layanan OTC porosinformasi.co.id?
- Transaksi Skala Besar: Melayani transaksi dengan nilai minimum setara US$10.000, mencakup berbagai pasangan aset kripto populer seperti USDT, dan kedepannya akan ada token seperti USDC, BTC, ETH, SOL, dan lainnya.
- Likuiditas Global: Didukung oleh likuiditas global, menjamin eksekusi transaksi yang cepat, aman, dan terjamin kerahasiaannya.
- Kepatuhan Regulasi: Beroperasi dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi Anti Pencucian Uang (AML), Pencegahan Pendanaan Terorisme (CFT), dan Know Your Customer (KYC).
- Layanan Personal: Klien mendapatkan layanan personal one-on-one dari tim ahli porosinformasi.co.id.
- Biaya Transparan: Biaya transaksi yang kompetitif dan transparan, mendukung strategi investasi jangka panjang.
Calvin Kizana, CEO porosinformasi.co.id, menyatakan bahwa layanan OTC ini merupakan pilar penting dalam membangun ekosistem perdagangan aset digital yang matang. "Melalui porosinformasi.co.id OTC, kami ingin menghadirkan solusi aman, efisien, dan sesuai regulasi bagi investor institusional maupun individu bernilai tinggi yang ingin melakukan transaksi besar tanpa gangguan harga pasar," ujarnya.
Indonesia Kehilangan Momentum di Pasar Kripto Institusional?
Peluncuran layanan OTC ini juga merupakan respons terhadap tren global yang menunjukkan peningkatan partisipasi institusional di pasar kripto. Meskipun Indonesia menduduki peringkat tinggi dalam adopsi kripto secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa kontribusi dari segmen institusional masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan segmen ritel.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 18,08 juta pengguna, dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp360,30 triliun hingga Oktober 2025. Calvin Kizana menekankan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat dalam adopsi ritel, namun perlu memperkuat sisi institusional untuk bersaing di pasar global.
Layanan OTC ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk menarik lebih banyak investor institusional ke pasar kripto Indonesia dan memperkuat posisi negara ini dalam lanskap global. Dengan menyediakan fasilitas yang aman, efisien, dan sesuai dengan regulasi, porosinformasi.co.id berupaya untuk menjadi mitra strategis bagi investor yang mencari stabilitas dan nilai tambah dalam perdagangan aset digital.






