Poros Informasi – Dunia aset digital kembali diguncang insiden keamanan serius. Blockchain Layer-1 IoTeX menjadi korban peretasan setelah kunci pribadi (private key) yang krusial untuk infrastruktur bridge dan penyimpanan token mereka berhasil dibobol. Akibatnya, lebih dari US$2 juta dana kripto raib, memicu kekhawatiran baru tentang keamanan aset digital lintas jaringan dan menyoroti kerentanan yang masih menghantui ekosistem blockchain.
Kronologi Peretasan dan Klarifikasi Dana

Insiden ini pertama kali terkuak setelah peneliti keamanan blockchain melaporkan aktivitas mencurigakan. Laporan awal sempat mengestimasi kerugian mencapai US$8 juta, sebuah angka yang sontak memicu kepanikan di komunitas. Namun, tim IoTeX segera mengeluarkan klarifikasi, memastikan bahwa nilai dana yang berhasil diverifikasi telah dikuras berada di angka US$2 juta. Mereka juga dengan tegas menyatakan bahwa inti jaringan blockchain (core blockchain) mereka tidak mengalami kompromi atau peretasan, melainkan fokus pada infrastruktur pendukung.
Menurut keterangan resmi dari tim IoTeX, insiden ini terjadi setelah private key yang mengontrol "token safe" berhasil diakses oleh pihak tidak berwenang. Dengan kunci tersebut, pelaku kemudian memindahkan aset dari sistem penyimpanan token yang terhubung langsung dengan infrastruktur bridge IoTeX.
"Kami menyadari laporan terbaru mengenai aktivitas mencurigakan yang melibatkan token safe IoTeX. Tim kami sepenuhnya terlibat, bekerja tanpa henti untuk menilai dan mengatasi situasi. Estimasi awal menunjukkan potensi kerugian secara signifikan lebih rendah dari rumor yang beredar…" tulis IoTeX melalui akun Twitter resminya pada 21 Februari 2026.
Tim IoTeX menyatakan telah berhasil mengendalikan situasi dan saat ini tengah berkoordinasi erat dengan berbagai bursa kripto serta aparat penegak hukum internasional untuk melacak dan membekukan aset yang dicuri.
Modus Operandi: Jejak Dana Lintas Jaringan
Para peneliti keamanan, seperti yang dilaporkan oleh BeInCrypto, mengidentifikasi bahwa pelaku peretasan dengan sigap menukar token hasil curian menjadi Ethereum (ETH). Setelah itu, dana tersebut dipindahkan ke jaringan lain, menuju Bitcoin (BTC), melalui layanan cross-chain. Taktik ini lazim digunakan oleh para peretas untuk mengaburkan jejak digital mereka, mengingat pelacakan aset menjadi jauh lebih rumit setelah berpindah melintasi berbagai blockchain.
Hingga saat ini, penyebab pasti bagaimana private key tersebut bisa terekspos masih menjadi misteri dan dalam tahap penyelidikan mendalam. Apakah ini akibat kesalahan manusia (human error), celah keamanan pada perangkat lunak, atau metode eksploitasi lainnya, belum ada konfirmasi resmi.
Dampak Pasar dan Aset Terdampak
Kabar peretasan ini langsung memicu reaksi pasar yang signifikan. Token asli IoTeX, IOTX, tercatat mengalami penurunan harga sekitar 9% tak lama setelah berita menyebar, dengan grafik menunjukkan volatilitas tajam pada Minggu, 1 Maret 2026.
IoTeX mengonfirmasi bahwa aset yang terdampak meliputi USDC, USDT, IOTX, dan WBTC. Meskipun demikian, perusahaan berulang kali menegaskan bahwa jaringan utama mereka tetap aman dan tidak mengalami kompromi.
Mengapa Bridge Menjadi Titik Lemah?
IoTeX, yang diluncurkan pada tahun 2019, merupakan jaringan blockchain yang dirancang khusus untuk menghubungkan perangkat dunia nyata seperti sensor, pelacak, dan mesin dengan aplikasi berbasis blockchain. Token IOTX sendiri digunakan untuk membayar biaya transaksi dan menjalankan berbagai aplikasi dalam ekosistemnya.
Sistem bridge, yang memungkinkan perpindahan aset antara IoTeX dan jaringan blockchain lainnya seperti Ethereum, diketahui sering menyimpan dana dalam jumlah besar. Infrastruktur semacam ini, yang berfungsi sebagai jembatan likuiditas antar-rantai, kerap menjadi target utama serangan siber karena potensi nilai aset yang tinggi yang terkumpul di dalamnya.
"Pembaruan tentang insiden keamanan baru-baru ini: Tim kami telah mengatasi situasi dan rantai IoTeX sedang diamankan. Data saat ini mengonfirmasi dampak eksploititas sekitar US$2 juta (termasuk USDC, USDT, IOTX, dan WBTC). Investigasi menunjukkan ini adalah serangan yang canggih, telah direncanakan lama…" demikian pernyataan IoTeX dalam cuitan kedua mereka pada 21 Februari 2026.
Hingga proses investigasi selesai, fokus utama tim IoTeX adalah pemulihan dana dan peningkatan drastis pada sistem pengamanan mereka untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Analisis Ahli: Kepercayaan yang Terkikis
Tim Riset Poros Informasi.co.id menyoroti bahwa eksploitasi pada level private key di infrastruktur bridge IoTeX ini menyoroti kerentanan "titik tunggal kegagalan" (single point of failure) yang masih menghantui ekosistem Layer-1 non-mainstream.
"Penurunan token IOTX sebesar 9% hanyalah reaksi awal; dampak jangka panjangnya adalah erosi kepercayaan pada keamanan bridge lintas rantai yang menjadi tulang punggung utilitas DePIN mereka. Reputasi keamanan kini jauh lebih mahal untuk dipulihkan daripada nilai US$2 juta yang hilang," demikian analisa dari tim riset Poros Informasi.co.id.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi seluruh ekosistem kripto tentang pentingnya audit keamanan yang ketat, manajemen kunci yang cermat, dan strategi mitigasi risiko yang komprehensif, terutama pada infrastruktur kritis seperti bridge lintas rantai.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.






