Poros Informasi – Pasar kripto kembali bergejolak, dan mata para investor tertuju pada Bitcoin (BTC) yang menunjukkan sinyal pelemahan signifikan. Berdasarkan pantauan data pasar terbaru dari porosinformasi.co.id pada Rabu (4/2), aset kripto paling berharga ini diperdagangkan di kisaran $76.113,81, mencatat penurunan sekitar 2,12% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Kondisi ini memperpanjang episode koreksi yang telah mendominasi pergerakan harga Bitcoin selama beberapa pekan terakhir, seiring dengan sentimen pasar global yang cenderung lesu dan penuh kehati-hatian.
Kapitalisasi Pasar dan Tekanan Jual

Meskipun tergelincir, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto nomor satu di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun. Namun, dominasi tekanan jual yang persisten telah memaksa para investor untuk mengambil sikap yang lebih defensif. Volatilitas tinggi yang tak terhindarkan, ditambah dengan ketidakpastian kondisi makroekonomi global, menjadi faktor pendorong utama di balik perubahan perilaku pasar ini. Pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah ini hanya koreksi sementara, ataukah kita sedang menyaksikan awal dari tren penurunan yang lebih dalam?
Bitcoin dalam Cengkraman Koreksi: Analisis Performa Harga
Pergerakan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam, dengan level terendah tercatat di $72.897 dan puncaknya sempat menyentuh $78.974. Upaya untuk bangkit dan mempertahankan momentum positif tampaknya belum berhasil, karena harga kembali terkoreksi menjelang penutupan sesi harian.
Tren Bearish Jangka Menengah dan Panjang
Jika kita menilik performa BTC dari perspektif jangka menengah, gambaran yang muncul adalah tren bearish yang cukup jelas. Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin telah kehilangan nilai sebesar 14,95%. Penurunan ini semakin terasa dalam periode 30 hari, di mana harga anjlok 18,55%. Bahkan, dalam rentang 90 hari, BTC telah terkoreksi lebih dari 26%, sebuah indikasi kuat adanya tekanan distribusi masif dari para pelaku pasar.
Kontrasnya semakin mencolok ketika kita membandingkan harga saat ini dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin yang mencapai $126.198. Dengan harga saat ini yang berjarak lebih dari 39% dari ATH, para investor mulai bertanya-tanya kapan momentum bullish akan kembali.
Dinamika Perdagangan dan Metrik On-Chain
Aktivitas perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir masih menunjukkan volume yang substansial, mencapai sekitar $35,57 miliar. Angka ini mengindikasikan bahwa pasar tetap aktif, meskipun dominasi tekanan jual sangat terasa. Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar menjadi petunjuk penting bahwa pergerakan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh spekulasi jangka pendek ketimbang akumulasi jangka panjang yang sehat.
Suplai Terbatas dan Volatilitas
Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar kini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC. Dengan suplai yang semakin terbatas, perubahan sentimen pasar, baik positif maupun negatif, cenderung memicu volatilitas harga yang lebih ekstrem. Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,59 triliun, merefleksikan valuasi maksimal jika seluruh suplai BTC telah beredar sepenuhnya di pasar.
Proyeksi Teknis: Zona Krusial yang Harus Diperhatikan
Secara teknikal, momentum jual masih memegang kendali penuh atas pergerakan harga BTC. Penurunan harian sebesar -2,58% dan pelemahan -0,6% dalam satu jam terakhir menjadi bukti bahwa tekanan bearish belum sepenuhnya mereda.
Level Support dan Resistance Kunci
Area harga antara $72.000 hingga $73.000 kini menjadi zona support yang sangat krusial. Jika level ini gagal dipertahankan dan ditembus secara meyakinkan, ada potensi besar Bitcoin akan melanjutkan penurunannya menuju area psikologis berikutnya di sekitar $70.000.
Di sisi lain, untuk memulai fase pemulihan jangka pendek yang berkelanjutan, Bitcoin perlu menunjukkan kekuatan untuk menembus dan bertahan di atas level resistance $79.000 hingga $80.000. Tanpa adanya katalis positif yang kuat, setiap kenaikan harga kemungkinan besar akan dimanfaatkan oleh para trader sebagai peluang untuk melakukan aksi jual.
Sentimen Pasar dan Prospek Jangka Pendek
Sentimen di pasar kripto saat ini masih diselimuti oleh kehati-hatian yang mendalam. Tekanan dari pasar keuangan global yang lebih luas, ketidakpastian seputar kebijakan moneter bank sentral, serta aksi ambil untung setelah reli panjang sebelumnya, semuanya berkontribusi menekan harga Bitcoin.
Meskipun demikian, secara fundamental, Bitcoin tetap dianggap sebagai aset lindung nilai jangka panjang yang kuat. Suplai yang terbatas dan adopsi institusional yang terus berkembang menjadi pilar utama yang menopang keyakinan ini. Namun, dalam jangka pendek, volatilitas tinggi tetap menjadi risiko utama yang harus diwaspadai oleh para trader dan investor.
Analisis harga BTC hari ini dengan jelas menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi, dengan tekanan jual yang dominan. Meskipun fondasi fundamentalnya tetap solid, pasar sangat membutuhkan katalis baru yang kuat untuk membalikkan tren bearish yang sedang berlangsung.
Bagi investor jangka panjang, fase ini mungkin menjadi momen strategis untuk bersikap selektif dan menerapkan disiplin ketat dalam manajemen risiko. Sementara itu, bagi para trader jangka pendek, pergerakan Bitcoin saat ini lebih cocok untuk didekati dengan strategi defensif, sembari menunggu konfirmasi arah pasar yang lebih jelas dan stabil.
Investasi dan trading kripto aman hanya di porosinformasi.co.id. Ikuti Google News porosinformasi.co.id untuk update berita kripto dan unduh aplikasi trading Bitcoin & kripto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.






