Poros Informasi – Dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi) kembali dihebohkan dengan manuver strategis dari salah satu raksasa protokol pinjam-meminjam, Aave. Aave Labs secara resmi mengumumkan penghentian penggunaan merek payung Avara dan penutupan produk dompet Family. Langkah ini bukan sekadar restrukturisasi merek biasa, melainkan sebuah deklarasi tegas untuk kembali memusatkan seluruh energi dan sumber daya pada pengembangan inti protokol Aave, di tengah dinamika internal yang memanas antara entitas pengembang dan komunitas DAO.
Mengapa Avara Harus Pergi?

Sebelumnya, Avara didirikan sebagai merek induk yang menaungi berbagai proyek Web3 ambisius dari Aave Labs, termasuk protokol media sosial terdesentralisasi Lens dan dompet kripto Family. Tujuan awalnya adalah untuk memperluas jangkauan Aave Labs melampaui ranah DeFi murni. Namun, narasi kini berubah drastis. Aave Labs menegaskan bahwa semua produk yang ada dan yang akan datang – seperti Aave Mobile App, Aave Pro, dan Aave Kit – akan sepenuhnya beroperasi di bawah bendera Aave Labs.
"Perubahan ini dirancang untuk menyederhanakan struktur merek kami dan memungkinkan kami untuk sepenuhnya fokus pada pembangunan Aave serta memperkenalkan potensi DeFi kepada jutaan pengguna di seluruh dunia," demikian pernyataan resmi dari Avara melalui platform X, menggarisbawahi komitmen terhadap misi awal Aave. Ini menandai kembalinya Aave Labs ke fokus utamanya, yaitu protokol pinjam-meminjam Aave, yang kini diakui sebagai sistem kredit on-chain terbesar di ekosistem Ethereum.
Pertarungan Kendali: DAO vs. Aave Labs
Keputusan strategis ini tidak terlepas dari ketegangan yang telah lama membayangi hubungan antara Aave Labs, sebagai entitas pengembang awal, dan Aave DAO, yang dikelola oleh para pemegang token AAVE. Aave DAO secara tradisional memegang kendali atas kontrak pintar protokol, parameter risiko, dan distribusi pendapatan. Sementara itu, Aave Labs menguasai aset-aset off-chain seperti antarmuka pengguna resmi aave.com, merek dagang, domain, dan produk-produk yang berinteraksi langsung dengan pengguna.
Puncak ketegangan terjadi pada Desember lalu ketika Aave Labs mengintegrasikan CoW Swap ke situs resmi Aave dan mengalihkan biaya swap, yang sebelumnya dialokasikan untuk kas DAO, ke dompet pribadi Aave Labs. Insiden ini memicu perdebatan sengit di komunitas tentang siapa sebenarnya pemilik dan pengendali sejati dari protokol Aave. Upaya komunitas DAO untuk mengambil alih kekayaan intelektual dan aset Aave Labs melalui proposal "poison pill" sayangnya gagal disahkan dalam pemungutan suara tata kelola. Namun, pendiri Aave, Stani Kulechov, kemudian menyatakan kesediaannya untuk membagikan pendapatan non-protokol kepada pemegang token AAVE dan meninjau ulang isu kepemilikan IP serta merek.
Arah Baru dan Ambisi Aave
Sejalan dengan langkah mundur dari Avara, pada Januari lalu, Aave Labs juga mengumumkan penjualan protokol Lens dan rencana penghentian semua proyek terkait Family wallet. "Merek Avara tidak lagi relevan saat kami bertekad membawa Aave ke masyarakat luas," tegas Kulechov melalui akun X-nya, memperkuat narasi fokus tunggal.
Di tengah restrukturisasi ini, Aave juga menunjukkan kemajuan signifikan. Mereka baru-baru ini memperkenalkan versi terbaru aplikasi Aave yang menawarkan produk tabungan dengan imbal hasil menarik hingga 9% serta perlindungan simpanan hingga US$1 juta. Aave juga secara terbuka menyatakan ambisi jangka panjangnya untuk mendorong aktivitas keuangan on-chain hingga skala triliunan dolar, sebuah visi yang semakin jelas setelah berakhirnya investigasi regulator AS terhadap perusahaan tersebut.
Tantangan dan Sorotan Komunitas
Namun, perjalanan Aave tidak selalu mulus tanpa kritik. Laporan Bloomberg pada Selasa lalu mengungkapkan pembelian rumah mewah senilai £22 juta di Notting Hill, London, oleh Stani Kulechov. Berita ini sontak memicu gelombang kritik dari sebagian komunitas kripto, yang mempertanyakan prioritas dan alokasi sumber daya di tengah berbagai dinamika protokol.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026, mencerminkan respons pasar terhadap serangkaian pengumuman ini. Dengan fokus yang lebih tajam dan strategi yang lebih terarah, Aave Labs berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi di sektor DeFi, meskipun tantangan dan pengawasan komunitas akan selalu menjadi bagian dari perjalanan mereka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. porosinformasi.co.id Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.






