Bitcoin Anjlok Lagi! Apa Sinyal Tersembunyi di Baliknya?

Usman

Bitcoin Anjlok Lagi! Apa Sinyal Tersembunyi di Baliknya?

Poros Informasi – Pasar kripto kembali diwarnai gejolak. Bitcoin (BTC), aset digital paling dominan, tercatat mengalami koreksi signifikan hari ini, gagal mempertahankan momentum kenaikan yang sempat terlihat. Berdasarkan pantauan data pasar dari porosinformasi.co.id, harga BTC kini diperdagangkan di kisaran $69.658,46, menunjukkan penurunan sekitar 1,65% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan cerminan tekanan jual yang masih kuat di seluruh ekosistem kripto. Ini mengindikasikan bahwa fase konsolidasi, di mana pasar mencari arah yang lebih jelas, masih jauh dari usai. Dengan kapitalisasi pasar yang masif mencapai $1,392 triliun, Bitcoin memang tetap tak tergoyahkan sebagai raja kripto. Namun, performa jangka pendeknya membunyikan alarm bagi investor yang cenderung berhati-hati, terutama setelah serangkaian penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Bitcoin Anjlok Lagi! Apa Sinyal Tersembunyi di Baliknya?
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Dinamika Harga Bitcoin Terkini

Pergerakan harga BTC dalam 24 jam terakhir menunjukkan volatilitas yang signifikan, berfluktuasi antara $68.291 dan $71.076. Rentang ini, meski lebar, belum berhasil memicu breakout yang meyakinkan, baik ke atas maupun ke bawah. Penurunan harian sebesar $1.169,92 menambah panjang daftar koreksi yang telah menghantui pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, tren penurunan ini semakin mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir, BTC telah anjlok 11,17%. Koreksi semakin dalam di skala bulanan, mencapai 23,17% dalam 30 hari, 24,50% dalam 60 hari, dan bahkan 32,56% dalam tiga bulan terakhir. Angka-angka ini secara gamblang menunjukkan bahwa dominasi sentimen bearish masih menjadi narasi utama pergerakan Bitcoin di jangka menengah. Jauhnya harga saat ini dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198 menjadi pengingat pahit akan pergeseran drastis dalam struktur pasar, jauh dari euforia yang pernah melingkupinya.

Volume Perdagangan dan Kelangkaan Suplai

Menariknya, di tengah tekanan harga, volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tetap mencatatkan angka yang impresif, mencapai $49,14 miliar. Volume yang solid ini mengindikasikan bahwa minat pasar terhadap BTC masih tinggi, baik dari kalangan trader spekulatif jangka pendek maupun investor institusional yang melakukan rebalancing portofolio. Volume besar di tengah koreksi seringkali menjadi sinyal adanya aktivitas distribusi atau reposisi aset, bukan sekadar pasar yang lesu.

Saat ini, pasokan Bitcoin yang beredar mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total pasokan maksimum yang ditetapkan pada 21 juta BTC. Meskipun kelangkaan inheren Bitcoin secara fundamental tetap menjadi narasi kuat untuk jangka panjang, faktor ini tampaknya belum cukup ampuh untuk meredam tekanan jual yang terjadi di pasar jangka pendek.

Mengurai Tekanan Pasar dan Sentimen Investor

Koreksi harga BTC tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar kripto global yang masih berada dalam fase rentan. Berbagai faktor eksternal, mulai dari ketidakpastian makroekonomi global, ekspektasi terhadap kebijakan moneter bank sentral, hingga sikap risk-off yang diadopsi investor, secara kolektif membebani pergerakan Bitcoin. Dalam iklim investasi yang penuh kehati-hatian ini, banyak investor memilih untuk mengurangi eksposur mereka terhadap aset-aset berisiko tinggi, termasuk di antaranya adalah aset kripto.

Penurunan harga BTC sebesar 0,1% dalam satu jam terakhir juga mengindikasikan bahwa tekanan jual berlangsung secara bertahap dan terukur, bukan panic selling massal. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam proses mencari titik keseimbangan baru sebelum akhirnya menetapkan arah pergerakan yang lebih definitif.

Level Kritis yang Wajib Dipantau Trader

Secara teknikal, level $68.000 menjadi support krusial yang harus dipertahankan Bitcoin dalam jangka pendek. Apabila level ini gagal dipertahankan, pintu menuju penurunan lebih lanjut ke area support berikutnya akan terbuka lebar. Di sisi lain, untuk memulihkan sentimen positif dan membalikkan tren, BTC wajib menembus dan bertahan di atas $71.000, yang saat ini berfungsi sebagai resistance utama dan batas atas pergerakan harian sebelumnya.

Selama harga masih terperangkap di bawah zona resistance $71.000, setiap upaya reli yang terjadi berpotensi hanya bersifat sementara dan sangat rentan untuk berbalik arah kembali ke bawah.

Prospek Jangka Pendek: Konsolidasi Penuh Tantangan

Analisis mendalam terhadap pergerakan harga BTC hari ini mengukuhkan bahwa Bitcoin masih terjebak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish. Penurunan 1,65% dalam sehari hanyalah secuil dari tren koreksi yang lebih besar dan telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Meskipun narasi fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kokoh, pergerakan harganya dalam jangka pendek sangat rentan terhadap dinamika sentimen pasar global dan indikator teknikal.

Oleh karena itu, bagi para investor dan trader, memantau ketat level support $68.000 dan resistance $71.000 adalah kunci untuk mengidentifikasi potensi arah pergerakan selanjutnya. Sampai ada konfirmasi yang lebih meyakinkan mengenai pembalikan tren, sikap kehati-hatian ekstrem tetap menjadi strategi paling bijak dalam menavigasi volatilitas pasar Bitcoin yang sedang bergejolak ini.


DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang diambil oleh pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas potensi kerugian investasi tersebut. Konten ini bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar