Ethereum Terancam Penurunan Lebih Lanjut, Harga Jual Meningkat
Poros Informasi – 29 Juni 2026 | Harga Ethereum (ETH) kembali menunjukkan pergerakan di zona merah pada perdagangan hari ini, diperdagangkan di level US$1.570,29. Penurunan tipis sekitar 0,64% dalam 24 jam terakhir ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar Ethereum masih belum sepenuhnya mereda. Meskipun pelemahannya relatif terbatas, pergerakan ini menjadi perhatian serius bagi para investor. Seiring koreksi tersebut, kapitalisasi pasar Ethereum juga terpangkas menjadi sekitar US$189,55 miliar. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar US$5,62 miliar, angka yang lebih rendah dibandingkan beberapa hari sebelumnya, menunjukkan bahwa sebagian investor masih memilih untuk bersabar menanti kepastian arah pasar.
Pergerakan harga Ethereum dalam 24 jam terakhir di platform Tokocrypto terpantau bergerak di rentang yang sempit, yakni antara US$1.561,97 hingga US$1.607,87. Meskipun sempat mencoba menembus level psikologis US$1.600, ETH belum mampu mempertahankan momentum kenaikannya dan kembali terkoreksi ke kisaran US$1.570. Pergerakan dalam satu jam terakhir juga menunjukkan tren yang relatif datar dengan penurunan tipis sekitar 0,05%. Hal ini mencerminkan pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami volatilitas tinggi pada pekan sebelumnya. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa Dibayangi Tekanan Jual, Harga Ethereum Turun Tipis ke US$1.570 bukan sekadar angka, melainkan cerminan sentimen pasar yang masih berhati-hati.
Tren Jangka Menengah Mengindikasikan Pelemahan Berkelanjutan
Kenaikan harga yang sempat terjadi sebelumnya ternyata belum mampu sepenuhnya menghapus tekanan jual yang dialami Ethereum dalam beberapa bulan terakhir. Data historis menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Selama tujuh hari terakhir, harga ETH tercatat turun sekitar 9,56%. Dalam periode 30 hari, pelemahannya bahkan mencapai 21,60%. Jika melihat rentang waktu 60 hari, Ethereum telah terkoreksi sebesar 32,62%. Bahkan, jika dihitung selama 90 hari terakhir, harga ETH masih menunjukkan pelemahan sekitar 23,16%. Data-data ini secara gamblang menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase pemulihan dan membutuhkan katalis positif yang lebih kuat untuk dapat membalikkan tren penurunan jangka menengahnya.
Faktor-faktor eksternal maupun sentimen pasar secara umum sangat mempengaruhi pergerakan harga aset kripto, termasuk Ethereum. Ketidakpastian regulasi global, gejolak makroekonomi, dan sentimen investor terhadap aset berisiko menjadi faktor penentu. Meskipun Dibayangi Tekanan Jual, Harga Ethereum Turun Tipis ke US$1.570, para analis tetap memantau level-level kunci untuk mengukur potensi pemulihan.
Fundamental Ethereum Tetap Kokoh di Tengah Fluktuasi Harga
Di balik pergerakan harga yang fluktuatif, fundamental Ethereum sebagai blockchain terbesar untuk pengembangan ekosistem decentralized finance (DeFi), aplikasi terdesentralisasi (dApps), NFT, hingga tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) tetap kokoh. Saat ini, jumlah ETH yang beredar mencapai sekitar 120,68 juta koin dengan kapitalisasi pasar yang masih signifikan, yaitu sekitar US$189,55 miliar. Berbeda dengan Bitcoin yang memiliki batas pasokan maksimum, Ethereum menyesuaikan jumlah token yang beredar melalui mekanisme jaringan yang disebut EIP-1559, yang membakar sebagian biaya transaksi.
Meskipun harga saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) yang pernah dicapai di US$4.953,73, Ethereum tetap menjadi salah satu aset digital dengan fundamental yang kuat berkat ekosistemnya yang terus berkembang pesat. Inovasi berkelanjutan dan adopsi yang terus meningkat dari berbagai sektor menjadi penopang utama nilai jangka panjangnya. Namun, tekanan jual yang terjadi belakangan ini, yang menyebabkan Dibayangi Tekanan Jual, Harga Ethereum Turun Tipis ke US$1.570, menunjukkan bahwa pasar masih mencerna berbagai faktor sebelum memberikan apresiasi lebih lanjut.
Level US$1.600 Menjadi Kunci Pemulihan Ethereum
Dalam jangka pendek, area US$1.600 masih menjadi resistance utama yang perlu ditembus oleh Ethereum untuk dapat melanjutkan tren pemulihannya. Apabila ETH berhasil bergerak kembali di atas level tersebut dengan didukung oleh peningkatan volume perdagangan, maka terbuka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area US$1.650. Sebaliknya, jika tekanan jual terus berlanjut dan menembus level support terdekat, area US$1.550 akan menjadi penentu arah pergerakan Ethereum selanjutnya. Pergerakan ETH dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan, terutama arah pergerakan Bitcoin sebagai aset kripto utama, serta sentimen investor terhadap aset digital berkapitalisasi besar lainnya.
Para pelaku pasar diharapkan untuk tetap waspada dan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Penting untuk diingat bahwa investasi dan trading aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi yang diambil sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menegaskan bahwa tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi aset kripto.







