Poros Informasi – 14 Juli 2026 | Harga XRP hari ini turun ke US$1,07, terbebani tekanan pasar kripto yang kian meluas. Mata uang kripto yang akrab disapa Ripple ini terpantau melemah signifikan dalam 24 jam terakhir, mencatatkan penurunan sekitar 1,63% dan diperdagangkan di level US$1,0757. Pergerakan harga XRP selama sesi perdagangan menunjukkan fluktuasi di antara US$1,0689 hingga US$1,1024. Upaya untuk bertahan di atas level psikologis US$1,10 tak berlanjut, lantaran tekanan jual yang meningkat memaksa harga kembali merosot mendekati area support krusial di US$1,07.
Pelemahan ini bukan fenomena sesaat, melainkan perpanjangan dari tren negatif yang telah membayangi XRP dalam beberapa periode terakhir. Data menunjukkan, dalam sepekan terakhir, harga XRP telah terkoreksi sebesar 5,51%. Tren penurunan ini semakin dalam jika dilihat dalam rentang waktu 30 hari, dengan koreksi mencapai 4,93%. Lebih jauh lagi, periode 60 dan 90 hari memperlihatkan koreksi yang lebih signifikan, masing-masing sebesar 24,87% dan 21,16%.
Bitcoin Menarik XRP ke Jurang Penurunan
Penting untuk dicatat, penurunan harga XRP hari ini turun ke US$1,07 tidak terjadi dalam ruang hampa. Pelemahan Bitcoin yang kini bergerak di kisaran US$62.000 menjadi katalis utama sentimen negatif di seluruh pasar aset kripto. Ketika aset benchmark seperti Bitcoin mengalami tekanan jual, investor cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap altcoin, termasuk XRP.
Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, aset dengan volatilitas lebih tinggi seperti XRP kerap kali merasakan dampak yang lebih besar dibandingkan Bitcoin. Arus dana investor pun cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman atau bahkan keluar sementara dari pasar kripto, menanti kondisi yang lebih kondusif untuk kembali berinvestasi.
Ketidakpastian Kebijakan Moneter AS Membebani Pasar
Selain pergerakan Bitcoin, kekhawatiran yang meningkat terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat menjelang rilis data inflasi (CPI) turut membebani minat investor terhadap aset berisiko. Ketidakpastian mengenai kapan Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga menjadi faktor penahan utama yang membuat investor bersikap lebih defensif.
Volume Perdagangan Belum Mampu Dongkrak Harga
Meskipun ada upaya pemulihan, volume perdagangan XRP dalam 24 jam terakhir tercatat sekitar US$916 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan hari sebelumnya, namun aktivitas transaksi tersebut belum cukup kuat untuk mendorong pembalikan arah harga. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kenaikan volume yang terjadi lebih banyak dipicu oleh aktivitas jual daripada akumulasi pembelian. Hal ini terbukti dari harga yang terus melemah meskipun nilai transaksi meningkat.
Selama tekanan jual masih mendominasi dan belum ada lonjakan permintaan yang signifikan, XRP akan menghadapi tantangan berat untuk membangun momentum penguatan kembali. Kondisi ini menegaskan kembali bahwa harga XRP hari ini turun ke US$1,07 lebih disebabkan oleh sentimen pasar yang negatif.
Fondasi Ripple Tetap Kokoh
Di tengah gejolak harga, kondisi fundamental Ripple dilaporkan relatif stabil dan tidak mengalami perubahan berarti. Tidak ada berita negatif besar yang secara langsung memengaruhi ekosistem Ripple maupun penggunaan teknologi pembayaran lintas batas yang dikembangkannya. Ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga XRP saat ini lebih banyak didorong oleh faktor eksternal, yaitu kondisi pasar kripto global dan sentimen makroekonomi, ketimbang perubahan fundamental proyek itu sendiri.
Kapitalisasi pasar XRP saat ini masih menempatkannya sebagai aset kripto terbesar keenam di dunia, dengan nilai kisaran US$67,24 miliar. Dengan jumlah pasokan beredar mencapai 62,47 miliar XRP dari total maksimum 100 miliar XRP, likuiditas XRP secara umum masih tergolong baik jika dibandingkan dengan banyak altcoin lainnya.
Area US$1,07 Menjadi Benteng Pertahanan
Secara teknikal, level US$1,07 kini menjadi area support utama yang harus dipertahankan oleh XRP. Jika harga mampu bertahan di atas zona krusial ini dan Bitcoin menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, peluang untuk kembali menguji area US$1,10 hingga US$1,12 masih terbuka lebar. Namun, skenario sebaliknya dapat terjadi jika tekanan jual terus meningkat hingga menembus level support tersebut. Dalam kasus tersebut, XRP berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran US$1,03 hingga US$1,05.
Prospek Jangka Pendek: Kewaspadaan Tetap Diutamakan
Prospek jangka pendek untuk XRP cenderung tetap berada dalam zona bearish hingga netral. Pelemahan harga saat ini merupakan kombinasi dari sentimen negatif pasar kripto, aksi pengurangan risiko oleh investor, dan ketidakpastian menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Selama Bitcoin belum mampu kembali menembus level US$63.000 dan pasar altcoin belum menunjukkan arus masuk modal yang kuat, XRP kemungkinan besar masih akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.
Bagi para investor, level US$1,07 menjadi area yang patut dicermati dalam beberapa hari ke depan. Bertahannya harga di atas level tersebut dapat menjadi sinyal awal stabilisasi, sementara penembusan ke bawahnya berpotensi membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Keputusan investasi dan trading kripto yang aman hanya dapat dilakukan di platform terpercaya.







